REVIEW 32 Khutbah Jumat Cak Nur

32 KHUTBAH

Ini adalah kumpulan materi khutbah Jumat oleh Cak Nur di Paramadina. Dalam menyampaikan khutbahnya, Cak Nur tidak pernah membaca teks, sehingga apa yang tertuang dalam buku ini merupakan hasil transkripsi yang disunting di sana-sini. Namun begitu, penyusun & pihak penerbit tetap berusaha mempertahankan bahasa lisannya untuk memudahkan para pembaca masuk ke dalam suasana Jumatan yang sesungguhnya, atau bahkan yang ingin menggunakannya untuk kepentingan khutbah di tempat lain.

Ada puluhan khutbah yang dimuat dalam buku ini. Ada dua tema yang menjadi favorit setelah membacanya karena berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari.

ORIENTASI PRESTASI, BUKAN PRESTISE

Dalam agama kita, yang penting adalah kerja. Mengapa kalender Islam tidak dimulai dari kelahiran Muhammad? Karena Muhammad waktu lahir tidak punya prestasi apa-apa. Mengapa tidak dimulai dengan kematian? Kematian tidak sewajarnya diperingati sebagai suatu hal yang abadi. Oleh karena kematian adalah akhir dari suatu kerja. Maka diambilah suatu peristiwa yang paling penting dalam riwayat Muhamad, yang merupakan permulaan dari suatu kerja, suatu aktivitas, suatu kegiatan yang membuat beliau ketika wafat menjadi manusia yang paling sukses sepanjang sejarah dunia ini.

Oleh karena itu, dalam memperingati 1 Muharram, kita sebaiknya merenungkan apa sebetulnya agama kita mengenai kerja itu. Manusia ialah apa yang dikerjakan atau manusia ialah kerjanya. Al-Quran mengatakan bahwa badan kita itu menjadi perekam dari seluruh perbuatan kita, adalah suatu hal yang sama sekali tidak mustahil. Karena badan kita ini terdiri dari miliaran gen. Dan itu semuanya nanti akan berbicara pada Allah Swt. Melalui tangan dan kaki kita. Ilustrasi-ilustrasi yang sangat kuat ini sebenarnya mengingatkan agar kita hidup dengan serius. Jangan mudah menyerahkan tanggung jawab kepada orang lain. Kalau memang merasa bahwa kitalah yang memiliki tangung jawab itu, hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Hidup hanya satu kali.

Karena itu, yang berdampak panjang dari manusia adalah reputasinya. Dan, reputasi tidak hanya kerja. Reputasi itu jauh lebih panjang umurnya daripada umur pribadi. Sampai sekarang kita masih menyebut tokoh-tokoh rubuan tahun yang lalu hidupnya. Dan mereka itu rata-rata hidupnya pendek, kurang lebih 40 atau 50-an tahun. Tapi mereka meninggalkan hal-hal yang luar biasa bagi umat manusia. Oleh karena itu reputasi, seperti digambarkan Al-Quran, sebetulnya merupakan cerminan dari apa yang nanti kita alami di akhirat. Reputasi buruk itu berarti adalah sebagai cerminan bahwa kita sengsara. Dan reputasi baik adalah cerminan daripada kebahagiaan kita. Sekalipun yang terakhir, yang mengetahui hanyalah Allah Swt. Kita, manusia tidak tahu sesama kita apa yang bakal terjadi, bahkan Rasulullah pun diajari oleh Allah Swt.

Bahwa akhirnya yang tahu siapa masing-masing kita hanyalah Allah Swt. Sebab memang sekalipun amal itu menyangkut orang lain, oleh karena itu bisa dilihat, namun niat dan keikhlasan itu tidak bisa dilihat dan tidak bisa dikontrol oleh orang lain. Hanya Allah yang tahu.

TAKWA DAN IKHLAS

Berbekal takwa dan tawakal, maka kita berani hidup sendirian, berani menjadi diri kita sendiri. Be our self. Tidak mencoba menjadi orang lain, tidak mencoba untuk berpura-pura, tidak mencoba untuk menempuh hidup imitatif-artifisial. Dan itu adalah salah satu dimensi dari ketulusan. Be your self, jadilah seperti diri sendiri. Dengan menjadi diri sendiri, dengan sendirinya juga berarti berarti kesediaan untuk menerima bahwa setiap orang itu bisa benar dan salah, termasuk diri kita.

Implikasi takwa adalah kesadaran bahwa Allah selalu beserta kita. Membuat kita menjadi manusia yang berani. Ada istilah yang baik sekali, yaitu menjadi manusia yang berkarakter. Tapi lebih dari itu kalau kita bertakwa, yaitu menyadari adanya Allah Swt, selalu hadir dalam hidup kita, bahkan lebih dekat daripada urat leher kita sendiri, kemudian kita menempuh hidup dengan mempertimbangkan kehadiran Allah itu, maka dengan sendirinya kita akan dimbimbing ke arah budi pekerti luhur. Secara logika biasa, kalau orang menyadari bahwa Tuhan selalu melihat dia, selalu menyertainya, maka tentu dia tidak akan melakukans sesuatu yang tidak mendapat perkenan Tuhan. Perkenan itulah yang dalam Al-Quran disebut ridha Tuhan.

Oleh karena itu, dengan takwa, kita menempuh kehidupan dengan berusaha sedemikian rupa. Sehingga ada kemantapan dalam hati bahwa kegiatan kita itu mendapat perkenan ridha Tuhan. Secara negatifnya, tidak dimurkai Tuhan. Lalu dari mana kita menyadari bahwa sesuatu itu tidak dimurkai oleh Allah? Al-Quran mengatakan bahwa kita sebetulnya sudah diberi petunjuk secara primordial oleh Tuhan.

Maka kalau kita bertakwa, hati kita akan menjadi terang. Karena dibuat terang oleh Allah Swt dengan ilham primordial tadi. Tetapi hati kita ini bisa menjadi gelap kalau sudah terlalu banyak berbuat dosa. Dan puncak kegelapan itu akan tercapai apabila kita berbuat kesalahan, dosa, atau kejahatan, tetapi kita tidak merasa. Seolah-olah apa yang kita kerjakan itu baik-baik saja. Inilah kebangkrutan spriritual. Inilah kebangkrutan ruhani yang diganbarkan dalam Al-Quran.

Keterangan Buku:

Judul                                     : 32 Khutbah Jumat Cak Nur

Penulis                                 : Nurcholish Madjid

Penyunting                         : Asrori S. Karni & Lina Sellin

Penyelaras aksara            : Nurjaman

Penata aksara                    : Aksin Makruf

Desain sampul                   : Paerstud

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : April 2016

Tebal                                     : 409 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-069-3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s