[BLOGTOUR] REVIEW A Place You Belong + GIVEAWAY

img_20160928_081011

Awalnya hidup idealis, tapi akhirnya terpaksa menyerah juga pada tuntutan kehidupan. (hlm. 9)

AKHYAR. Menjadi pendongeng dalam komunitas bernama Satriacarita yang terbentuk karena adanya orang-orang dewasa yang khawatir pada anak-anak zaman sekarang, khususnya anak-anak usia dini. Globalisasi telah mencekoki mereka dengan asupan-asupan yang tidak tepat; kartun penuh kekerasan, lagu cinta-cintaan, sinetron yang tidak mendidik. Satriacarita, sesuai namanya berarti pejuang cerita. Komunitas ini berjuang agar anak-anak, khususnya yang dipelosok, bisa mendengarkan berbagai cerita inspiratif. Baik itu fabel, cerita rakyat, dongeng internasional, maupun biografi tokoh. Dan Akhyar menikmati profesinya dan tergabung dalam komunitas ini.

HELIA. Dulu sewaktu menjelang lulus sekolah, dia yang paling ngotot ketika pakdenya (yang merupakan pengganti almarhum ayahnya untuk menafkahi keluarganya) menentang cita-citanya untuk masuk jurusan yang memang ia idamkan sesuai keinginan dan hobinya; Jurusan Ilm Perpustakaan. Setelah lulu dan mengalami pergolakan batin dan realita hidup yang sesungguhnya, idelalisme yang dibawanya saat dibangku kuliah mulai pudar.

img_20160928_081028

“Jurusan Ilmu Perpustakaan?”

“Mau jadi apa kamu?”

“Pustakawan.”

“Jaga buku dari pagi sampai siang? Mending kamu masuk Hukum. Bisa jadi pengacara, duitnya banyak. Atau akuntansi. Komunikasi juga bagus. Lha, ini masuk jurusan nggak jelas begitu.” (hlm. 7)

“Masa peraih nilai UAN tertinggi di sekolah unggulan mau masuk jurusan Ilmu Perpustakaan? Seolah-olah dia nggak mampu masuk jurusan lain yang lebih bergengsi?”

“Prospek jurusan itu bagus, Pakde. Aku udah cari di Google. Banyak perusahaan dan intansi pemerintah yang butuh pustakawan. Kesempatan kerjanya nanti…”

“Tapi, berapa sih, gajinya? Paling-paling di bawah UMR. Gimana mau hidup?”

“Aku nggak kepingin belajar Hukum atau Akuntansi, Pakde. Aku suka baca buku, aku suka perpustakaan. Aku maunya belajar itu.”

“Pakde tahu. Pakde bukannya melarang kamu meninggalkan hal yang kamu suka. Pakde cuma ingin kamu mengambil jurusan yang menjanjikan sebagai bekal kamu di masa depan. Kalau kamu ambil jurusan Hukum atau Akuntansi, kesempatan kerjamu akan lebih banyak dan lebih luas. Kamu tinggal pilih mau kerja di perusahaan mana yang menawarkan gaji lebih tinggi. Lagi pula, kalau kamu jadi pengacara atau akuntan, kamu masih bisa ke perpustakaan dan baca buku. Kamu kamu bisa belih lebih banyak buku kalau uangmu lebih banyak. Malah bisa bikin perpustakaan sendiri.”

“Aku hidup bukan cuma untuk mencari uang, Pakde. Jadi pustakawan itu pekerjaan mulia. Aku pengin bisa membuat orang Indonesia lebih sering baca buku.”

“Kamu ini naif seperti almarhum ayahmu.” (hlm. 8)

Kalimat tersebut memang sering terjadi ketika seseorang akan memutuskan kuliah di jurusan (yang katanya) termasuk anti mainstream ini. Banyak orang yang meremehkan dengan jurusan dan profesi ini. Dulu sewaktu saya masuk kuliah jurusan ini juga banyak yang mencibir dengan kalimat, ngapain jauh-jauh kuliah kalau lulus nanti cuma jaga buku. Saya pun bertekad, tunggu setelah lulus nanti, siapa yang sukses duluan…dan terbukti… x)) #TjurhatDiMulai

BACA: 13 Hal Unik Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Beruntungnya, meski banyak yang menganggap remeh ketika masuk jurusan ini, orangtua sangat mendukung. Karena mereka tahu banget kalau anaknya ini hanya demen ama buku, buku dan buku. Kalau dulu ke perpustakaan malah jarang, bisa dikatakan hampir nggak pernah. Jadi, zaman SMA dulu, saya pernah dimarahi seorang penjaga perpustakaan (bukan pustakawan) tanpa alasan yang jelas. Dan bersumpah nggak akan mau lagi masuk perpustakaan sekolah. Sakit ati banget. Etapi sekarang malah kerja di perpustakaan sekolah #MungkinIniNamanyaKarma

img_20160928_081002

BACA: Kegiatan Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial

Berawal dari pengalaman pahit tersebut, sebisa mungkin saya berusaha untuk nggak menyakiti perasaan pemustaka. Padahal dulu sempet keder juga kerja di perpustakaan sekolah, karena saya ini sebenarnya cerewet akut, takut menyakiti hati anak orang. Siapa sangka, beberapa bulan pertama kerja di sekolah langsung akrab murid-murid. Untuk keseharian selama menjadi pustakawan di sekolah, selalu saya tulis lengkap rangkumannya di postingan dengan judul label pustakawan.

BACA: LABEL PUSTAKAWAN

Jurusan Ilmu Perpustakaan, bahkan sampai sekarang masih terdengar asing di telinga. Memang sih, jurusan ini hanya di kampus-kampus besar macam UI, UGM, UNPAD, UNDIP, dll. Kalo dipikir-pikir, jurusan ini ekslusif, karena ngak semua kampus memiliki jurusan ini😀

BACA: Jurusan Ilmu Perpustakaan di Indonesia

Saking anehnya jurusan ini, bahkan dulu teman sesama KKN (yang artinya satu universitas pun) juga baru tau jurusan ini. Tapi saya malah senang dengan keanehan ini, terkesan beda sendiri gitu alias anti mainstream. Bahkan sampai sekarang pun jika mendengar kata-kata ‘perpustakaan’ atau ‘pustakawan’ langsung ingetnya ke saya, padahal di dunia ini banyak loh yang juga pustakawan, nggak hanya saya x))

img_20160928_083244

“Gunakan jiwa pustakawanmu. Jika pustakawan yang ingin memperkenalkan sebuah dunia imajinasi penuh warna untuk memunculkan minat baca anak-anak.” (hlm. 15)

“Terapkan Ilmu Perpustakaan ini di bidang-bidang lain yang kita senangi. Misalnya kamu suka nulis. Kamu bisa nulis novel atau skenario yang bisa memperbaiki citra jelek perpustakaan di mata masyarakat. Atau kamu suka fotografi. Kamu bisa memotret berbagai perpustakaan di Indonesia dan mengadakan pameran bertema foto perpustakaan. Ada banyak banget cara kreatif untuk mengabdi ilmu di bidang kita.” (hlm. 57)

“Cari bidang lain yang kamu kuasai selain perpustakaan. Gabungkan keduanya, terus berjuanglah di sana. Lanjutkan tekadmu untuk membuktikan ke pakdemu kalau kamu bisa sukses di bidang ini.”

“Nggak ada bidang lain yang aku suka selain buku dan perpustakaan. Makanya, aku merasa kehilangan arah banget.” (hlm. 58)

Nah, Akhyar dan Helia ini representasi mahasiswa Ilmu Perpustakaan yang sudah lulus kuliah dan memasuki gerbang kehidupan yang sesungguhnya. Akhyar meski nggak menjadi pustakawan, bukan berarti dia melupakan tujuan hidupnya yaitu mencerdaskan anak bangsa, panggilan jiwanya menjadi pendongeng.

Sedangkan Helia selepas kuliah masih terombang-ambing mau memilih kemana tujuan hidupnya. Ada beban moral karena dulu dia kuliah dibiayai pakdenya tapi dia belum bisa membuktikan apa yang dulu pernah diucapkannya. Saya tahu banget rasanya masa-masa kritis setelah lulus kuliah seperti yang dialami Helia ini. Begitu pulang kampung, saya nggak berusaha mencari pekerjaan yang penting bisa kerja dan bisa punya uang sendiri. Nggak mau hidup dengan prinsip seperti itu. Butuh satu tahun akhirnya bisa kerja sesuai jurusan, itupun di perpustakaan kampus. Setahun kemudian sampai sekarang menetap sebagai pustakawan sekolah yang memberikan dampak luar biasa dan sebagai pembuktian bahwa hidup bisa bahagia dengan memilih sesuatu yang kita sukai, contohnya memilih pekerjaan. Saking sukanya ama pekerjaan ini, banyak orang mikir kenapa saya betah sekali kerja bahkan hampir tiap hari pulang sore banget lewat jam kerja. Sesungguhnya kerja sesuai bidang yang kita sukai itu seperti hobi yang dibayar.

img_20160928_081041

Novel ini sebenarnya nggak hanya terpaku pada jurusan Ilmu Perpustakaan, tapi lebih ke pilihan hidup mau memilih apa yang kita inginkan atau mengikuti apa kata orang lain. Pesan moral dari buku ini adalah hidup boleh saja idealis, tapi juga musti realistis.

Beberapa selipan tentang dunia perpustakaan dalam buku ini:

  1. Tentang UU Perpustakaan keluar tahun 2007, tapi sampai sekarang belum ada PP-nya. Perdebatan antara Akhyar dan Helia tentang ini amat menarik.
  2. Skripsi Akhyar yang membahas tentang perpustakaan SD. Salah satu program rutinnya adalah 30 Minutes Storytelling untuk anak kelas 1 sampai 3, tiap hari kamis sepulang sekolah.
  3. Tentang pelayanan sirkulasi saat ada pemustaka yang ingin meminjam buku, Helia membantu mencari referensinya. Jadi kalau kamu ke perpustakaan terus disuruh ambil buku sendiri, toyor aja pustakawannya yaa… x))
  4. Koleksi buku. Di halaman 44-45 memang representasi perpustakaan daerah di Indonesia. Udah koleksinya sedikit, jadul-jadul pula. Klasik, karena masalah dana. Padahal perpustakaan bisa berkembang tanpa dana yang besar. Perlu diketahui, anggaran dari komite sekolah untuk perpustakaan sekolah tempat saya bekerja dalam setahunnya hanya tiga juta. Darimana mendapatkan koleksi-koleksi unyu? Dari penulis maupun penerbit yang mengirimkan buntelan, setelah saya baca dan review, bukunya 70% saya jadikan koleksi perpustakaan sekolah. Kenapa? Agar buku tersebut semakin banyak yang baca. Lebih baik buku rusak dibaca daripada rusak dimakan rayap x))
  5. Suka ama paper-nya Helia tentang Urgensi Penanaman Rasa Cinta terhadap Jurusan Ilmu Perpustakaan di Kalangan Mahasiswa Baru Ilmu Perpustakaan. Helia mengangkat tema ini berawal dari fenomena bahwa kebanyakan anak kelas XII memilih masuk jurusan ini bukan karena keinginan sendiri sehingga sangat penting bagi pengajar untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta mereka pada Ilmu Perpustakaan.
  6. Penggunaan komputer. Sekarang ini, semua sudah serba digitalisasi, termasuk pelayanan perpustakaan. Jadi, kalau perpustakaannya masih sistem konvensional alias peminjaman dan pengembalian buku dicatat secara manual di buku besar, pasti pustakawannya hidup di zaman batu. Sekarang ini, sudah ada program SLIMS (yang bisa diunduh gratis dan sangat mudah penggunaannya). Jadi nggak alasan lagi kalau perpustakaan masih konvensional karena keterbatasan dana. Tinggal kemauan dari pustakawannya untuk mau berubah. Mengkonversi data dari manual ke sistem komputerisasi memang menguras waktu dan tenaga, tapi setelahnya kita mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam hal administrasi yang lebih tertata.

BACA: Manfaat SLIMS untuk Perpustakaan

Buku ini nggak hanya ditujukan bagi pembaca yang kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan ataupun yang mencintai buku. Tapi juga buat siapa pun yang sedang mengalami masa galau dalam menentukan pilihan hidup, terutama yang baru lulus sekolah ataupun kuliah.

img_20160928_081054

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Nggak ada manusia yang nggak berubah. (hlm. 13)
  2. Orang memang selalu punya keterikatan hati pada kota tempat kuliahnya. (hlm. 13)
  3. Lebih baik bergerak dulu dengan apa yang sudah ada, daripada diam saja menunggu yang belum ada. (hlm. 20)
  4. Pokoknya kamu jangan menyerah dulu. (hlm. 58)
  5. Semua orang berhak diberi kesempatan. (hlm. 97)
  6. Pilihan selalu ada kalau kamu memperluas sudut pandang. (hlm. 104)

img_20161015_185156

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Banyak orang yang pekerjaannya tidak sesuai dengan jurusan kuliahnya. (hlm. 10)
  2. Yang kita pelajari di kampus ini cuma teori. Gambaran ideal. Realitasnya sih jauh banget. (hlm. 29)
  3. Lebih baik sedini mungkin terjun ke lapangan, biar setelah lulus nanti nggak kaget sama dunia nyata. (hlm. 29)
  4. Sok sibuk banget sih. Memang biasanya kamu ngapain pas weekend? (hlm. 29)
  5. Tolong jangan teriak-teriak. (hlm. 47)
  6. Makanya kita harus berjuang. Mana ada sih perjuangan yang gampang? Tapi berjuang di bidang yang kita senangi lebih enak, kan? (hlm. 58)
  7. Ya semua ada asyiknya ada nggaknya. (hlm. 63)
  8. Mana mungkin sih teman tapi sampai rangkul-rangkulan mesra gitu. (hlm. 88)
  9. Kadang kita memang harus kena batunya dulu baru bisa kapok. (hlm. 138)

Keterangan Buku:

Judul                                     : A Place You Belong

Penulis                                 : Nicco Michi

Penyunting naskah         : Deasy Serviana

Penyelaras aksara            : Refa Annisa

Perancang sampul           : Eslc Project

Penerbit                              : Jendela O’ Publishing House

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 141 hlm.

cstgcaaviaagcqc

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs , @JOPHouse dan @Nicco_Machi. Jangan lupa share dengan hestek GA #APYB dan mention via twitter.

3. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

4. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan? Mudah kan?😉

5. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek GA #APYB yaaa…

Event ini gak pake helikopter, eh Rafflecofter yang ribet itu. Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya yaaa… ( ‘⌣’)人(‘⌣’ )

GA #APYB ini berlangsung seminggu saja: 17-24 Oktober 2016. Pemenang akan diumumkan setelahnya.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pengumuman Pemenang Giveaway A Place You Belong

Terima kasih dengan keantusiasan teman-teman untuk mengikuti Giveaway A Place You Belong. Sekali lagi, makasih banyak ya buat semua!😉 #PeyukSatuSatu

Pemenang giveaway kali ini adalah:

nama: cintantyo yosi putri
twitter: @cintantyo
domisili: yogyakarta

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway A Place You Belong. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh saya ya.

Terima kasih buat Nicco Michi dan Jendela O’ Publishing House atas kerjasamanya, sekali lagi terima kasih banyak atas kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

44 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW A Place You Belong + GIVEAWAY

  1. Nama : Heni Susanti
    Akun twitter : @hensus91
    Kota tinggal : Pati – Jawa Tengah

    Pustakawan : pecinta buku, hobi baca buku, setiap hari berada diantara ribuan buku dengan wajah sumringah. Seseorang yang setiap hari berada diantara sumber kebahagiaannya. Seseorang yang cerdas dan berwawasan luas.Seseorang yang bikin iri karena bisa menikmati banyak buku gratis yang ada di perpustakaan.

    Dulu pernah bermimpi jadi pustakawan. Sayang takdik berkata lain.😀

    Demikian dan terima kasih🙂

  2. nama: Umi Marfa
    akun twitter: @umimarfa
    kota tinggal: Purwokerto

    Kalo boleh jujur2an mah malah inget kak Luckty, karena selama ini taunya ya penjaga perpus, itu juga giiran dari guru2😀 Kak Luckty ini kayanya seneng deh dapet buku ini yang kak Luckty banget, blognya juga sepadet perpustakaan. Jadi ikut semangat lah buat siapa yang sukses duluan😀

  3. Nama: Rohaenah
    Akun twitter: @rohaenah1
    Kota tinggal: Jakarta
    Jawaban: yg pertama terlintas kalo denger kata pustakawan yaitu laki-laki penjaga perpustakaan. Bener ngga sih??😮 pastinya berhubungan dengan buku2 yg banyak dan berbagai genre. Cuma biasanya identik dengan introvert kali yaa atau kutu buku,biasanya tipe yg memang ngga bisa jauh dari buku.
    Demikian pendapat saya,terimakasih☺

  4. Irfan Rizky
    @irfansebs
    Bogor-Jawa Barat

    Kalau mendengar kata Pustakawan begitu, saya langsung teringat dengan Keiko Ishida, seorang protagonis yang juga pustakawati di novel Winter In Tokyo (Ilana Tan). Dan jujur, usai membaca buku tersebut, saya langsung kepengen untuk menjadi seorang penjaga perpustakaan. Bayangin aja, sebanyak itu buku, dan saya boleh membacanya GRATIS!!! Kalau bukan surga dunia, apa coba namanya?

    Tapi, yha, persis Helia di buku A Place You Belong ini, saya harus realistis terhadap segala beban yang harus saya pikul jika benar ingin menjadi seorang pustakawan. Mengapa? Menurut sumber (http://www.gajimu.com/main/tips-karir/kiat-pekerja/jalani-pekerjaan-dengan-semangat-dan-cinta) gaji seorang pustakawan +/- Rp. 2.600.000,-/bulan, memang untuk seorang bujang gaji segitu tergolong besar dan cukup untuk menghidupi diri sendiri. Tapi bagaimana jika suatu saat bujang ini menikah? Beranak-pinak? Setahu saya, kebutuhan hidup setiap tahunnya itu meningkat. Apalagi ditambah biaya pendidikan yang selangit dan kesehatan yang bukan main mahalnya.

    Namun, dengan realitas yang sebegitu pahitnya bukan berarti saya melepas keinginan saya untuk bekerja di perpustakaan. Sampai sekarang saya telah menyicil buku sedikit demi sedikit yang niatnya akan saya jadikan perpustakaan mini milik pribadi. Dan jikalau nanti sudah layak untuk dinikmati khalayak ramai, bolehlah perpustakaan saya (insya Allah) bisa go public. Hehehe…
    Terima kasih kesempatannya Mba Luckty!

  5. Nama: Feby Aulia Ayundita
    Twitter:@febyaulia316
    Kota: Bogor
    Mendengar kata pustakawan yg terlintas diaku adalah penjaga perpustakaan😂, orang yg galak kalo pasa berisik di perpus, orang yg tegas kalo pada belom ngembaliin buka yg dipinjam, orang yg kejam saat nagih denda*ini pengalaman😂. Terus org yg suka buku dan kesunyian karna perpus kan sunyi jadi cocok sama org yg suka sepi. Itu aja si yg terlintas dibenakku saat dengar kata pustakawan😊

  6. Nama : Nani Rohyani
    twitter : @nani_rohyani
    domisili : Bandar Lampung

    yang terlintas saat denger kata pustakawan itu adalah pasti orang yang suka baca buku, pengetahuannya luas, kerja di perpustakaan dan sudah banyak buku yang dibaca.

    eh abis baca review kak luckty jadi penasaran sama pustakawan dehh😅😂

  7. Nama : Tri
    Twitter : @tewtri
    Domisili : Ciamis

    Pustakawan? Orang yang anteng dan ketimbun buku. Nah loh! Yah, tapi bayangan saya memang begitu. Seseorang yang setiap harinya ngadepin bertupuk-tumpuk atau rak-rak buku, yang ngecek-ngecek buku, yang suka negur kalau ada yang ribut-ribut bikin berisik juga sih kayaknya.

  8. nama: insan gumelar ciptaning gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    kota tinggal: surakarta, jateng

    Pertanyaannya adalah apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan?

    Perpustakaan. Kenapa? Karena disanalah seorang pustakawan berada. Kalo dipikir lebih keras lagi, baru akan muncul pikiran mahluk asing yang hidup di dalam buku. Juga tentang keiko, temanku yang lagi magang, atau tugas presentasi ilmu perpustakaan.

  9. Nama : Jasmine Fadhila
    akun : @justsun29_
    domisili : sokaraja,banyumas

    Ketika mendengar kata “pustakawan”, yang langsung terlintas di otakku adalah perpustakaan sekolahku,ruangan yg didalamnya berjejer rak-rak buku–yang entah masih terawat atau tidak,dengan kepala perpus yg usianya sudah lumayan,suasana yang sepi,hawanya lembab gelap gimana gitu, sering banyak yang bilang perpus itu tempat angker,mungkin itu jadi salah satu alasan anak jaman sekarang malas baca buku di perpus,selain karena udah ada internet. Di perpustakaan sekolahku ada komputer ,hanya saja karena koneksi yg tidak secepat 4G dan banyak virusnya,novel yang ceritanya ga berat(it’s my own opinion),semakin menambah deretan panjang alasan malas ke perpustakaan. Ampun deh,apa nggak kasihan sama pustakawannya? Kasihan kan,dia sehari-hari cuma duduk ngopi main kompi ngegosip sama tukang bersih2 sekolah atau guru2 yang jamnya kosong.. Perpus sekolahku harusnya ganti suasana biar kesannya ga angker,misal mengganti korden biru dengan korden putih atau krem..trus cat temboknya diganti peach biar lebih ceria..dibuat ber’AC..pencahayaan diusahakan tanpa lampu biar ga kebayang scene lampu kedip2 gaje..dll :v

  10. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Kota: Batubara-Sumut

    Jawaban:

    Kutu buku, perpustakaan sekolah dan buku itu sendiri. Sering bertanya-tanya apa sih enaknya jadi pustakawan? Dan setelah dicari tahu, baca dari blog Mbak Luckty juga, ternyata pustakawan itu ibarat Malaikat Ridwan penjaga pintu surga. Dan surga seorang pustakawan itu adalah perpustakaan. Bergelut dengan buku-buku dan menutrisi otaknya dengan membaca. Jadi banyak tahu deh karena buku adalah jendela dunia…selain Mbah Google😀

    Thank You..

  11. Nama: Usup Supriyadi
    Twitter: @usupsupriyadi_
    Kota: Bogor

    Ada dua hal yang perlintas, pertama dan yang ini adalah murni dalam bayanganku adalah sebuah profesi yang sangat menyenangkan mengapa tidak karena dirinya ada di surga buku, jadi pustakawan itu manusia yang beruntung, yang kedua ini terlintas karena apa yang ada pada realitas: pustakawan itu nyebelin. utamanya yang sudah saya temui, kebanyakan terlalu abai pada pengunjung, seperti enggak semangat, dan jarang senyum atau antusias untuk ngobrolin buku kan aneh. Selebihnya, aku pikir pustakawan itu profesi yang mulia.

  12. Nama : Gilang Maulani
    Twitter : @gemaulani
    Domisili : Bandung
    Jawaban : orang yang kesehariannya dikelilingi banyak buku, suka baca buku dan sayang sama buku. Bisa membaca buku kapanpun dan bisa mengenal buku berbagai jenis di perpustakaannya. Selalu merawat buku dan perpustakaan dengan sebaik-baiknya. Bahkan rela menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengubah perpustakaan yang awalnya seperti gudang menjadi tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk dikunjungi. Ada yang ramah ada juga yang pelit senyum. Beberapa selalu berusaha menjaga perpustakaannya agar tetap tenang, ssst dilarang berisik. Suka agak nyeremin kalau ada yang telat mengembalikan buku, membuat lecet buku apalagi mencorat-coret buku. Dan pustakawan yang baik hati menurutku itu yang kayak kak luckty rela membagi buku bacaan terbarunya di perpustakaan sekolah untuk pada murid unyu di sekolah dan mengapresiasi murid yang datang ke perpus, pinjem buku, baca buku😀 jadi pengen sekolah lagi.

  13. Bismillah
    Nama : Mohamad Rifandi Harun
    twitter : @justikal
    Kota asal : Gorontalo

    Pustakawan itu sebenarnya adalah orang yang bergerak di bidang perpustakaan, atau ahli perpustakaan..
    namun dalam kondisi kekinian definisi pustakawan sedikit mengalama degradasi. banyak yang seenaknya bilang pustakawan itu penjaga perpustakaan, dst. padahal sejatinya Pustakawan adalah profesi yang membanggakan karena mnjadi ahli perpustakaan, yang notabene profesi ini sudah jarang dilirik oleh para kaula muda. semoga Indonesia bisa mencetak banyak pustakawan hebat.
    aamiin🙂

  14. Nama : Vena Dwi Masfiyah
    Twitter : @venadwim
    Domisili : Tulungagung
    Jawaban :
    Kalau dengar kata pustakawan, pasti langsung keinget sama perpustakaan yang suasananya adem, tenang dan banyak deretan rak buku.

  15. Nama: Bety Kusumawardhani
    Akun twitter: @bety_19930114
    Domisili: Surakarta

    Pustakawan adalah seseorang yg mendedikasikan diri pada perpustakaan, menghabiskan waktunya bersama buku, merawat buku-buku dengan kasih sayang seperti anaknya sendiri (buktinya kalo ada yang telat ngembaliin, langsung kena denda).😁

  16. Elsita F. Mokodompit
    @sitasiska95
    Gorontalo

    Dengar pustakawan yang teringat tentu saja buku. Tapi nggak hanya itu, ada hal2 lain yang mengikuti di antaranya:
    1. Cerdas dengan wawasannya yang luas
    2. Teratur dan rapi, juga pengingat yang baik. Kebayang kan kalau perpustakaan nggak punya pustakawan, pasti akan sangat berantakan. Nggak semua orang bisa mengatur buku dengan baik tapi pustawakan sudsh tentu bisa
    3. Punya daya tarik yang berbeda. Rata2 yang mendominasi adalah cerdasnya si pustakawan

  17. nama: Aulia
    twitter: @nunaalia
    kota tinggal: Serang

    Apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan?

    Langsung terlintas Luckty Si Pustakawin😀
    Sebelumnya yg ku tahu ttg pustakawan hanya penjaga perpustakaan. Tapi setelah nemu blog Mba Luckty jadi tahu lebih banyak, karena ulasan dan pengalaman Mba Luckty sangat seru dan menarik, juga inspiratif.

  18. nama: mariyam
    twitter: @mariyam_elf
    domisili: surabaya

    yg terlintas di pikiranku saat mendengar kata pustakawan adalah seseorang yg berkutat dengan aktivitas yg ada di perpustakaan. bukan hanya menjaga perpustakaan, tp seorang pustakawan menangani berbagai hal tentang buku, salah satunya pengadaan buku di perpustakaan, perawatan bukunya, dll. ya semua ttg buku di perpustakaan di tangani lgsg oleh pustakawan yg memiliki keahlian masing”. misalnya di bagian referensi ya pastinya pustakawan referensi yg ada di bagian itu, begitupun dengan bagian pengadaan bahan pustaka, dll.
    jdi intinya pustakawan adalah org yg menangani tentang bahan pustaka yg ada di perpus..

    kedua, yg terlintas dipikiranku adalah ‘aku’, karena aku punya cita” jdi pustakawan. jdi bayangannya ya ttg aku yg nantinya jdi pustakawan. amin

  19. nama: cintantyo yosi putri
    twitter: @cintantyo
    domisili: yogyakarta
    apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan?
    pustakawan itu seperti lupus
    bukan salah satu tokoh yang terkenal tapi yang dimaksud disini adalah salah satu nama penyakit, penyakit ini terkenal dengan istilah penyakit seribu wajah. Begitupula dengan pustakawan bisa menjadi berbagai profesi seperti artis, arsitek, guru, dokter, konselor dll
    artis
    pustakawan bisa seperti artis yang memainkan peran, bisa jadi antagonis ketika pemustakannya tidak mematuhi kesepakatan yang ada di perpustakaan. bisa juga menjadi protagonis ketika menebarkan virus membaca.
    arsitek
    pustakawan membuat desain tata letak perpustakaan sesuai kebutuhan pemustaka dan tentunya sesuai stylenya. agar pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan.
    guru
    tak harus bergelar sarjanan pendidikan lo, pustakawan juga bisa mengajar seperti guru. pustakawan dapat mengajarkan tentang kemampuan literasi informasi dan juga library skills sesuai dengan bidang yang dikuasi tinggal menyesuaikan materi yang akan disampaikan.
    dokter
    dokter diibaratkan sebagai pustakawan dan pasien adalah pemustaka. maksudnya, pada dasarnya dokter mengobati keluhan yang diderita pasien. Tetapi bila diperpustakaan pasienya adalah pemustaka. Seperti dokter pustakwan bertugas membantu keluhan pemustaka, saat pemustaka mengalami kesulitan untuk menemukan buku yang dicari. Inilah tugas pustakwan untuk memberikan solusi dan menyarankan refernsi yang dibutuhkan oleh pemustaka.
    konselor
    pustakawan juga bisa menjadi konselor, ketika banyak pemustaka yang galau baik dalam kehidupan ataupun saat disekolah (jika menjadi pustakawan sekolah). bisa menjadi tempat curhat atau bahkan memberi masukan.
    *oh ya semua yang kupaparkan di atas hanya analogi, karna untuk menjadi profesi diatas harus menepuh pendidikan tertentu atau mengikuti beberapa audisi

  20. Nama : Nandia A
    Twitter : @nandia_ann
    Domisili : Sidoarjo

    Q : apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan?
    A : kakek2 atau nenek2 yang suka jagain buku di perpustakaan. Itu yang bakal terlintas di pikiran aku yang dulu tapi, hehe.. Korban nonton film luar..
    Kalau aku yang sekarang setiap mendengar kata pustakawan pasti langsung ingat orang yang kerja di surga dunia. Iya tumpukan buku yang menggunung di rak-rak yang tinggi itu adalah surga dunia buat aku. Mereka itu orang-orang yang beruntung karena dipercaya untuk mengurus dan merawat gudang ilmu itu. gak semua orang bisa jadi pustakawan kan, jadi aku selalu kagum sama mereka. Bisa bekerja di tengah-tengah buku, merawat mereka, membantu orang-orang menemukan buku-buku yang diperlukan, dan banyak hal lagi yang hanya bisa dilakukan oleh seorang pustakawan. Jadi intinya pustakawan itu orang yang selalu sukses bikin aku iri, karena aku pengen seperti mereka, tapi aku gak bisa,hikss..

    Makasih Kak buat GAnya, sukses terus buat kakak..^^

  21. Oktabri – http://twitter.com/irbatko – Prabumulih, Sumsel.
    Apa yang terlintas saat mendengar kata pustakawan?
    Tangguh. Menyusun buku berdasarkan kategori, sub-kategori, bahkan ke alfabet judul. Belum lagi harus menulis laporan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Menjaga kebersihan, menyusun buku yang sudah dibaca kembali ke raknya semula, sampai memastikan kelengkapan koleksi perpustakaan. Bayangkan sendiri seperti apa tanguhnya seorang pustakawan itu.

    Sejujurnya, aku tidak tahu jika profesi semacam ini ada. Sejak SMP, bisa dibilang aku adalah pengunjung rutin perpustakaan sekolah, tetapi yang aku tahu bahwa penjaga perpustakaan adalah seorang guru biasa yang ‘kebetulan’ tidak kebagian jam mengajar (entah memang karena sekolah tengah kelebihan guru atau beliau merupakan guru baru) sehingga ditugaskan menjaga perpus sekolah. Barulah ketika kuliah, aku mengenal jurusan kuliah Ilmu Perpustakaan yang memang belum ada di kampusku sendiri. Sejak usia belasan, hingga kini, seorang pustakawan yang kukenal (yang resmi sampai pustakawan dadakan) semuanya begitu tangguh melakukan semuanya sendirian. Namun, di tengah masyarakat kita yang berada di urutan 60 dari 61 The World’s Most Literate Nations yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 lalu, tugas seorang pustakawan sudah lumayan berat. Apa yang akan terjadi jika Indonesia berada di peringkat sepuluh besar? Terbayangkah seberapa tangguh seorang pustakawan dituntut untuk melakukan tugasnya? Tapi, meski demikian, pekerjaan yang berat itu akan selalu menyenangkan buat para pustakawan tangguh karena tidak ada lang lebih membahagiakan melihat masyarakat yang berjiwa literasi tinggi dan menghargai buku seperti mereka menghargai gawai mereka masing-masing, bahkan lebih.

  22. nama: ahmad azwar avisin a
    twitter: @azwaravisin
    domisili: sidoarjo

    pertanyaan: apa yang ada di benakmu mendengar kata pustakawan?

    jawab : pustakawan adalah saya sendiri. saya adalah mantan kepala perpustakaan dan bahkan tidur juga di perpustakaan. karena saya amat sayang dengan buku buku – buku. saya mengajukan diri pada kepala sekolah untuk bantu bantu di perpustakaan juga. dengan tugas utama mengajar dan bantu admin.

    kisah saya di mantan tempat saya mengajar dulu itu membuat saya jadi terobsesi buat perpustakaan sendiri. jadilah di rumah buku bapak buku ibuk buku kakak dan buku saya sendiri yang jumlahnya ratusan. saya tata sedemikian rupa di rak – rak seadanya di rumah. entah kapan bisa menjadikannya satu dalam satu ruangan dan menyatu dengan ruang kerja gitu seperti yang saya lihat di film – film. seru sekali.

    kembali ke pustakawan. menurutku pustakawan sekarang ini gak semuanya adalah book lover. ada yg memang karena terpaksa atau apalah. sehingga kecintaan terhadap buku amat minim. saya jadi miris dengan pustakawan yang seperti itu. kalau memang sudah terjun di perpustakaan sudah seharusnya mencintai buku dan juga dunia tulis menulis. dari pustakawan juga minat baca bisa digenjot naik. dengan program program. dulu semasa saya jdi kepala perpustakaan. saya buka perpustakaan saya persilahkan pinjam buku dll. dan saya usul ke kepala sekolah untuk mengadakan program yang meningkatkan budaya literasi seperti mading perpustakaan dan baca buku seminggu satu buku. walau hasilnya tidak jalan setelah bulan kedua. heheh.

  23. Nama: Hapudin
    Akun twitter: @adindilla
    Kota; Cirebon
    Link share: https://twitter.com/adindilla/status/789080474442346496

    Jawaban: Pustakawan itu penjaga perpustakaan. Sepanjang sejarah saya sekolah dan jadi anggota perpustakaan, pustakawannya bukan pecinta buku. Aneh kan? Apalagi kalau saya tanya soal buku, pustakawan sering nyuruh nyari sendiri. Ditambah, pustakawan itu sukanya ngantuk. habis perpustakaan jarang dikunjungi. Terus jarang bersih-bersih sehingga bukunya banyak yang lapuk dan penuh debu. Ini gambaran pustakawan di sekolah saya sejak saya SD, SMP, hingga SMA.

    • Nama : Shelly Ferawati
      Akun Twitter : @shelly_fw
      Kota Tinggal : Bandung
      Jawaban : Pustakawan mengingatkanku pada orang yang dikelilingi buku. Baik dalam artian harfiah, maupun dari segi ilmu. Pokoknya selalu dikelilingi buku. Aku bahkan sangat ingin mengalami bagaimana rasanya menjadi pustakawan. Hehe.

  24. Nama: Damar
    Domisili : Yogyakarta
    Akun twitter : @Damar_BookComa
    Link share : https://twitter.com/Damar_BookComa/status/789176081660076034

    Pustakawan adalah pekerjaan yang tidak biasa karena memang pasti menjadi passion nya untuk menyukai buku. Di tengah realitas dunia yang lebih cenderung bekerja sebagai penghasil materi, namun pustakawan lebih memilih bekerja sesuai impiannya. Pustakawan membantu merawat, mengarsipkan, dan menata buku-buku agar memudahkan para pembaca dan pengunjung perpustakan. Selain tugas-tugas tersebut, pustakawan juga mengemban tugas penting untuk menumbuhkan minat baca setiap orang.

  25. Nama: Ainhy Edelweiss
    Twitter: @PrinceesAsuna
    Domisili: Makassar

    jawaban:

    saat mendengar pustakawan, banyak hal yang terlintas dalam benak saya. Pertama, profesi ini adalah salah satu profesi yang saya kagumi. Memang benar, apa yang di bahas melalui buku ini sangat sarat dengan kehidupan nyata. Banyak banget yang memandang sebelah mata profesi ini, padahal bagi saya, profesi ini sangat penting. Yang akan mengelola buku dan membuatnya terlihat nyaman adalah pustakawan. Minta seseorang mengunjungi perpustakaan juga sangat bergantung besar kepada pustakawan. Karena, profesinya yang kurang dianggap oleh beberapa orang, justru membuatnya anti mainstream, dan menurut saya ini setingkat dengan guru yang tugasnya memang mulia dan merupakan panggilan jiwa. Kedua, saat mendengar pustakawan, saya teringat saat masih SMP. Pustakawan yang ada, sangat galak, disiplin, dan terlihat cuek. Aku berharap, masa saat ini nggak ada lagi pustakawan seperti itu. Karena, minat baca dan kenyamanan perpustakaan sangat bergantung pada pustakawan. Dan saya sangat bangga kalau kak lucky adalah pustakawan, melihat foto2 dan post di blog kk, memang itu pustakawan yang saya impikan, kita dibuat nyaman dan mencintai buku. Semoga aja calon pustakawan lain bsa seperti itu, nggak boring, galak, dan terlalu kaku. thanks🙂

  26. Nama: Farikhatun Nisa
    Akun Twitter: @littlepaper93
    Kota Tinggal: Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

    Jawaban: Pustakawan? Pertama dengar kata itu langsung terpikir tentang seseorang yang menjaga buku, merawat buku, melayani pembaca. Tapi menurutku, yang paling penting adalah, seorang pustakawan adalah seseorang yang berjasa besar dalam mencerdaskan generasi bangsa lewat membaca. Karena tanpa ada pustakawan, perpustakaan tidak akan berjalan lancar, dan tanpa ada perpustakaan, membaca menjadi kegiatan yang paling mahal. Karena tidak semua orang bisa membeli buku. Dan dengan ada perpustakaan dan pustakawan, membaca menjadi salah satu kunci bahwa bisa cerdas dengan membaca buku dan bisa berkeliling dunia hanya dengan membaca:)

  27. Nama : regita desi
    Akun twitter : @regitadika1
    domisili : Sragen, Jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Regitadika1/status/789357021858439168
    Jawaban:

    yang pertama kepikiran adalah sosok kak luckty. kenapa?/ karena tadi sempet baca kata “Luckty si Pustakawan”. tapi waktu di cek ke atas lagi tenyata bukan “pustakawan” tapi malah “pustakawin”. hahhaha……entah typo atau emang di sengaja?!

    Pustakawan itu setauku adalah orang yang jaga di perpustakaan dan ngebantu pengunjung perpustakaan untuk nyari buku atau melayani peminjaman/pengembalian buku. menurutku pustakawan itu sangat berpengaruh bagi banyak sedikitnya pengunjung dan kenyamanan perpustakaan itu sendiri. coba aja kalo pustakawannya judes + galak. uhhh…ketemu aja udah males, apalagi mau berkunjung ke perpustakaan. tapi berbeda dengan pustakawan yang ramah + murah senyum. yakin deh, bakal pada betah lama-lama di perpustakaan. jujur aja…, ini cerita pengalamanku. makanya aku sering ke perpus pada hari hari tertentu, biar gak ketemu si pustakawan galak. /maaf/

    Yapss…itulah pandanganku tentang pustakawan. jadi pustakawan itu harus baik dan ramah, biar banyak pengunjung yang dateng ke perpustakaan. Kalo kak “Luckty si pustakawin” sih, keliatannya adalah pustakawan yang ramah. Kok bisa tau?/ … liat aja fotonya! wajahnya terlalu manis dan cantik untuk jadi galak, jadi menurutku dia adalah pustakawan yang baik.

  28. Nama : regita desi
    Akun twitter : @regitadika1
    domisili : Sragen, Jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Regitadika1/status/789357021858439168
    Jawaban:

    yang pertama kepikiran adalah sosok kak luckty. kenapa?/ karena tadi sempet baca kata “Luckty si Pustakawan”. tapi waktu di cek ke atas lagi tenyata bukan “pustakawan” tapi malah “pustakawin”. hahhaha……entah typo atau emang di sengaja?!

    Pustakawan itu setauku adalah orang yang jaga di perpustakaan dan ngebantu pengunjung perpustakaan untuk nyari buku atau melayani peminjaman/pengembalian buku. menurutku pustakawan itu sangat berpengaruh bagi banyak sedikitnya pengunjung dan kenyamanan perpustakaan itu sendiri. coba aja kalo pustakawannya judes + galak. uhhh…ketemu aja udah males, apalagi mau berkunjung ke perpustakaan. tapi berbeda dengan pustakawan yang ramah + murah senyum. yakin deh, bakal pada betah lama-lama di perpustakaan. jujur aja…, ini cerita pengalamanku. makanya aku sering ke perpus pada hari hari tertentu, biar gak ketemu si pustakawan galak. /maaf/

    Yapss…itulah pandanganku tentang pustakawan. jadi pustakawan itu harus baik dan ramah, biar banyak pengunjung yang dateng ke perpustakaan. Kalo kak “Luckty si pustakawin” sih, keliatannya adalah pustakawan yang ramah. Kok bisa tau?/ … liat aja fotonya! wajahnya terlalu manis dan cantik untuk jadi galak, jadi menurutku dia adalah pustakawan yang baik. hehehe….

  29. Nama : regita desi
    Akun twitter : @regitadika1
    domisili : Sragen, Jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Regitadika1/status/789357021858439168
    Jawaban:

    yang pertama kepikiran adalah sosok kak luckty. kenapa?/ karena tadi sempet baca kata “Luckty si Pustakawan”. tapi waktu di cek ke atas lagi tenyata bukan “pustakawan” tapi malah “pustakawin”. hahhaha……entah typo atau emang di sengaja?!

    Pustakawan itu setauku adalah orang yang jaga di perpustakaan dan ngebantu pengunjung perpustakaan untuk nyari buku atau melayani peminjaman/pengembalian buku. menurutku pustakawan itu sangat berpengaruh bagi banyak sedikitnya pengunjung dan kenyamanan perpustakaan itu sendiri. coba aja kalo pustakawannya judes + galak. uhhh…ketemu aja udah males, apalagi mau berkunjung ke perpustakaan. tapi berbeda dengan pustakawan yang ramah + murah senyum. yakin deh, bakal pada betah lama-lama di perpustakaan. jujur aja…, ini cerita pengalamanku. makanya aku sering ke perpus pada hari hari tertentu, biar gak ketemu si pustakawan galak. /maaf/

    Yapss…itulah pandanganku tentang pustakawan. jadi pustakawan itu harus baik dan ramah, biar banyak pengunjung yang dateng ke perpustakaan. Kalo kak “Luckty si pustakawin” sih, keliatannya adalah pustakawan yang ramah. Kok bisa tau?/ … liat aja fotonya! wajahnya terlalu manis dan cantik untuk jadi galak, jadi menurutku dia adalah pustakawan yang baik. hehehe…..

  30. Nama : regita desi
    Akun twitter : @regitadika1
    domisili : Sragen, Jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Regitadika1/status/789357021858439168
    Jawaban:

    yang pertama kepikiran adalah sosok kak luckty. kenapa?/ karena tadi sempet baca kata “Luckty si Pustakawan”. tapi waktu di cek ke atas lagi tenyata bukan “pustakawan” tapi malah “pustakawin”. hahhaha……entah typo atau emang di sengaja?!

    Pustakawan itu setauku adalah orang yang jaga di perpustakaan dan ngebantu pengunjung perpustakaan untuk nyari buku atau melayani peminjaman/pengembalian buku. menurutku pustakawan itu sangat berpengaruh bagi banyak sedikitnya pengunjung dan kenyamanan perpustakaan itu sendiri. coba aja kalo pustakawannya judes + galak. uhhh…ketemu aja udah males, apalagi mau berkunjung ke perpustakaan. tapi berbeda dengan pustakawan yang ramah + murah senyum. yakin deh, bakal pada betah lama-lama di perpustakaan. jujur aja…, ini cerita pengalamanku. makanya aku sering ke perpus pada hari hari tertentu, biar gak ketemu si pustakawan galak. /maaf/

    Yapss…itulah pandanganku tentang pustakawan. jadi pustakawan itu harus baik dan ramah, biar banyak pengunjung yang dateng ke perpustakaan. Kalo kak “Luckty si pustakawin” sih, keliatannya adalah pustakawan yang ramah. Kok bisa tau?/ … liat aja fotonya! wajahnya terlalu manis dan cantik untuk jadi galak, jadi menurutku dia adalah pustakawan yang baik. hehehe…

  31. Nama : regita desi
    Akun twitter : @regitadika1
    domisili : Sragen, Jawa tengah
    link share : https://twitter.com/Regitadika1/status/789357021858439168
    Jawaban:

    yang pertama kepikiran adalah sosok kak luckty. kenapa?/ karena tadi sempet baca kata “Luckty si Pustakawan”. tapi waktu di cek ke atas lagi tenyata bukan “pustakawan” tapi malah “pustakawin”. hahhaha……entah typo atau emang di sengaja?!

    Pustakawan itu setauku adalah orang yang jaga di perpustakaan dan ngebantu pengunjung perpustakaan untuk nyari buku atau melayani peminjaman/pengembalian buku. menurutku pustakawan itu sangat berpengaruh bagi banyak sedikitnya pengunjung dan kenyamanan perpustakaan itu sendiri. coba aja kalo pustakawannya judes + galak. uhhh…ketemu aja udah males, apalagi mau berkunjung ke perpustakaan. tapi berbeda dengan pustakawan yang ramah + murah senyum. yakin deh, bakal pada betah lama-lama di perpustakaan. jujur aja…, ini cerita pengalamanku. makanya aku sering ke perpus pada hari hari tertentu, biar gak ketemu si pustakawan galak. /maaf/

    Yapss…itulah pandanganku tentang pustakawan. jadi pustakawan itu harus baik dan ramah, biar banyak pengunjung yang dateng ke perpustakaan. Kalo kak “Luckty si pustakawin” sih, keliatannya adalah pustakawan yang ramah. Kok bisa tau?/ … liat aja fotonya! wajahnya terlalu manis dan cantik untuk jadi galak, jadi menurutku dia adalah pustakawan yang baik. hehehe….

  32. Esti
    @estiyuliastri
    Mojokerto

    Pustakawan?
    Langsung terlintas seorang guruku SMP, Bu nur namanya. Yang selalu siap sedia melayani para siswa di perpustakaan serta merangkap mengajar bahasa Indonesia. Dari beliau aku mengenal “Lupus”. Dan jadi ketagihan baca, hampir semua koleksi Lupus yg ada di perpustakaan.
    Beliau sudah sepuh saat itu, namun tak mengurangi rasa sayangnya terhadap buku-buku yg ada di perpustakaan kami. Beliau merawat, menyampul & memberinya kode satu persatu.
    Beliau seorang yg pendiam, tak banyak cakap. Namun jika ada siswa yg tidak mengembalikan buku tepat waktu, beliau akan memasang wajahnya super duper jutek! Hihiii 😂
    Sekarang beliau sudah meninggal, namun aku akan selalu mengingat jasa & kebaikan bu Nur, yg namanya selalu terlintas di kepalaku jika ada yg menyebut kata “pustakawan” 😊

  33. Nama : jawahirul arifah
    Akun twitter : @jawarifah
    Domisili : kudus
    Link share : https://twitter.com/jawarifah/status/789433567050805249

    Jawaban : jika mendengar pustakawan, kamu langsung kepikiran apa ??

    Aku kepikiran langsung sama bapake. Karena bapake guru sekaligus kepala perpustakaan di sekolahnya. Kepala perpustakaan bisa disebut sbg pustakawan juga kan ka ?

    Padahal bapake guru kimia lhoo, aku heran aja kok bisa ke pilih gitu ya ??

    Iseng aku bertanya sama bapake, kok bisa pak jadi kepala perpus kan bapake guru kimia ?? Apa hubungannya ??,

    kata beliau gara gara kepseknya tau kalo bapake di rumah itu langganan koran dan sering nulis nulis opini dan sejenisnya masuk majalah Rindang (majalah yg tiap bulan dibagi ke guru guru).

    Selain itu bapake juga ketua tim majalah tahunan sekolah. Jadi kepsek makin mantep buat milih bapake sbg kepala perpustakaan. Ngga ada background pustakawan tp bisa jd kepala perpustakaan. Alhamdulillah yaa ☺☺

    Sekian dan terima kasih

  34. Nama : Shofiullah
    Twitter : @esfiu
    Domisili : Bekasi

    stelah mendengar kata pustakawan yang terlintas dalam pikiranku adalah manusia buku. si kutu buku, dan si mata empat karena kebanyakan orang gemar membaca ada yang pakai kacamata.
    orang pustakawan itu hidupnya lebih asik bersama tumpukan buku dari pada kumpul-kumpul yang nggak jelas, nggak ketemu buku sehari saja gelisahnya sudah setengah mati. hehe

  35. Nama : Sapta Resita Putri
    Twitter ; @sapta_resita
    Tempat Tinggal : Denpasar

    Yang terlintas kalau dengar kata pustakawan itu adalah ibuk-ibuk galak di perpustakaan. Jujur, awalnya saya sempat kesel banget sama pustakawan, karena kesan pertama saya tentang pustakawan itu nggak terlalu bagus. Jadi bayangan ibuk-ibuk yang judes dan galak cenderung menominasi pikiran saya kalau dengar tentang pustakawan. Karena untuk beberapa tempat, pustakawannya itu judes dan galak, ditanyain tentang buku pun ketus banget. Makanya perpustakaannya juga jadi sepi dan jarang yang datang.

    Makanya waktu tahu kalau kak luckty itu pustakawan, dan ada jurusan khususnya juga. Juga kalau baca postingan di blog ini itu rasanya seru banget kalau jadi pustakawan. Apalagi kalau memang pecinta buku kelas berat kayak kak luckty pustakawannya. Tapi ya begitulah, kalau dengar pustakawan saya pasti pikirannya ke ibuk-ibuk yang galak dan judes xD walaupun sekarang udah nggak se’kekeh’ itu. Tapi yang jelas, walaupun pustakawan (kebanyakan yang saya temui) itu galak, mereka adalah orang yang tugasnya paling berat sekaligus keren banget. Dari segi pengetahuan pun, pustakawan menurut saya pastinya bener-bener paham tentang buku, dari segi genre atau apapun itu.

    Intinya, kalau ngga ada pustakawan, perpustakaan juga nggak akan ‘hidup’.

  36. Nama : Fakhrina FM
    Twitter : @fakhrina_fm
    Domisili : Kraksaan, Probolinggo
    Jawaban : Sosok yang erat kaitannya dengan perpustakaan. Sosok yang membuat perpustakaan itu hidup dan maju 😊😊

  37. Nama: Leny
    Akun twitter: @Lynlainy17
    Kota tinggal: Rantau, Kalimantan Selatan

    Yang terlintas dipikiranku saat mendengar kata pustakawan adalah orang yang bekerja diperpustakan dan sangat erat kaitannya dengan buku. Orang yang mencintai buku, merawat buku, dan memperkenalkan buku ke orang banyak agar semakin banyak yang suka baca buku. Dan pustakawan itu profesi yang mulia.

  38. Nama : Aldila Lestari
    Akun Twitter : @DiraRalle
    Domisili : Kota Batu
    Yang terlintas pertama kali dalam benak tentang pustakawan adalah (cuma) petugas perpustakaan. Ya… petugas yang nerima buku hibah, ngolah buku (sampai harus pulang sore #curcol), negur pemustaka yang ramai, bantuin nyari referensi, dan kegiatan yang kadang seperti ga ada hasilnya. Tapi yang paling menyenangkan bisa ngebantu pemustaka nemuin bahan/ sumber yang kadang pustakawan (*saya sendiri) belum pernah baca.
    Itulah yang terlintas dalam benak saya….
    Tapi setelah baca-baca blognya mbak Luckty jadi lebih semangat lagi punya pekerjaan sebagai pustakawan (Petugas Perpustakaan) biar bisa mengelola perpustakaan menjadi tempat rekreatif dan ga dianggap sebagai “gudang” buku. Makasih Mbak Luckty inspirasinya🙂🙂

  39. Nama: Ayu Calista
    Akun twitter: @ayucalista18
    Kota tinggal: Jakarta

    Yang terlintas dipikiranku adalah orang yang mencintai setiap lembar wangi kertas dan tumpukkan buku yang menggunung. Sehingga ia memutuskan bekerja untuk menjadi pustakawan. Memilih jalan yang berbeda mengikuti panggilan hatinya. Orang yang berani.

  40. Nama: Muhammad Rifqi Saifudin
    Twitter:@Rifqi_MULovers
    Kota: Tangerang Selatan

    Yang terlintas di pikiranku itu…

    seorang yang menghabiskan banyak waktunya dengan tumpukan buku, mencium wewangian tiap lembar kertas, dan… tiap hari berlayar mengarungi lautan kata🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s