[Blogtour] Ask Author with Eve Shi

img_20161102_085536

Kendalikan amarahmu, jangan amarah yang justru mengendalikan kamu. (hlm. 18)

Kak Eve Shi identik dengan tulisannya yang bergenre horor. Dan dia salah satu penulis genre horor favorit saya. Yang saya suka dari tulisan Kak Eve Shi adalah memoles tulisan mencekam tanpa adanya penampakan ala-ala hantu yang berlebihan seperti kebanyakan buku horor lokal pada umumnya. Hal yang paling kuat dari tulisan Kak Eve Shi setelah membaca beberapa bukunya adalah terletak pada kekuatan tokoh utamanya, kita serasa diajak ke dunia sang tokoh utama.

Dalam rangkaian blogtour buku terbarunya, saya mendapat kesempatan untuk memberikan lima pertanyaan yang dijawab langsung oleh Kak Eve Shi. Apa saja? Yuk disimak:

1.      Apakah judul buku horor favorit Kak Eve Shi?
Salah satu novel horor favorit saya sebetulnya adaptasi dari film, The Omen. Ceritanya tentang anak yang lahir sebagai anti-Kristus. Novel dan film sama-sama seram! Satu lagi adalah Dark Water, kumpulan cerpen Koji Suzuki, penulis Jepang yang dikenal lewat serial Ring.
2.      Dalam menulis genre horror, berdasarkan pengalaman hidup, riset atau pengalaman orang lain?
Riset dan pengalaman orang lain. Kalaupun ada pengalaman sendiri, cuma unsur kecil.
3.      Sebelumnya, saya sudah membaca tiga novel Kak Eve Shi yang juga bergenre horror, kesulitan apa yang dihadapi saat menggarap novel genre ini?
Bikin pembaca takut atau minimal merasakan suasana mencekam. Di semua genre, respons pembaca sangat bervariasi. Solusi saya, membayangkan situasi yang menyeramkan bagi saya sendiri.
4.      Sebelumnya juga saya sudah membaca satu novel Eve Shi yang nggak bergenre horror, apakah tertarik kembali menulis di luar genre horror?
Ya! Sampai sekarang saya masih ingin menerbitkan novel silat (di luar Wattpad).
5.      Adakah penulis panutan Kak Eve Shi sebagai referensi atau patokan dalam menulis genre horor?
Prinsip Stephen King dalam menulis: buat pembaca peduli pada tokoh, baru ceburkan tokoh dalam situasi horor. Prinsip itu saya pegang, sebab sengeri apapun ceritanya, percuma kalau pembaca tidak peduli atau justru sebal dengan tokoh.
Nah, penasaran kan ama buku terbarunya Kak Eve Shi? Simak juga postingan berikutnya!😉
img_20161102_091720

23 thoughts on “[Blogtour] Ask Author with Eve Shi

  1. Idem sama ini “Bikin pembaca takut atau minimal merasakan suasana mencekam” bagi penulis adalah tantangan. Yah, seperti Mbak Eve bilang respon setiap pembaca berbeda dari kadar ketakutan yang dimiliki.

  2. Pingback: [BLOGTOUR] Giveaway The Bond | Luckty Si Pustakawin

  3. “Sengeri apa pun ceritanya,percuma kalau pembaca tidak peduli atau justru sebal sama tokoh.” ini nggak cuma berlaku di horror sepertinya🙂 tapi kalau di horror emang jadi ngaruh banget yaa. Kalau sebel duluan sama tokohnya jadinya mengurangi kengerian dari cerita

  4. Jadi penasaran dengan pengalaman mbak Eve yg seperti apa yg menjadi inspirasi nulis genre horor? Meskipun cuma unsur kecil. #kepo

  5. Bener banget. Bikin pembaca takut saat baca tulisan kita yang bergenre horror juga aku rasa adalah bagian tersulit. Namanya juga horror kan, nggak afdal rasanya kalau nggak ikut memunculkan kesan mencekam pada pembaca. Berasa horrornya gagal gitu kalo aku
    Walaupun tujuan nulisnya bukan untuk menakut-nakuti, siapa sih yang nggak seneng kalau tulisannya bisa ikut membawa perasaan pembaca ke dalamnya

  6. “sebab sengeri apapun ceritanya, percuma kalau pembaca tidak peduli atau justru sebal dengan tokoh”
    setuju mba. kalau ceritanya udah ngeri dan tokohnya menyebalkan bisa-bisa malah berhenti membaca/nonton😀

  7. Aku belum pernah baca novelnya Eve Shi. Tapi aku selalu suka baca genre misteri, thriller, horror. Salut buat yang pinter banget nyampein pesan mistisnya.

  8. belum pernah baca buku karya kak Eve sih, jadi gak ada rekam jejak feel horror tulisan kak Eve seperti apa.. Tapi cukup tertarik ingin mengenal karya kak Eve, setelah mengetahuinya si penulis tak terlalu dominan menampilkan hantu sedangkan genrenya sendiri horror.. Karena kebiasaan sih, nggak novel-nggak film yang namanya horror terkadang hantunya terlalu dilebih-lebihkan..

  9. Wah! Baru tau klo Kak Eve Shi ternyata punya keinginan terpendam untuk bikin cerita silat >.< Can't wait!

    Anyway, "Prinsip Stephen King dalam menulis: buat pembaca peduli pada tokoh, baru ceburkan tokoh dalam situasi horor" ini bisa banget dijadikan prinsip dalam membuat semua genre cerita deh! Intinya ya itu, buat pembaca peduli dulu pada tokoh cerita kita, baru setelah itu kita mainkan emosi pembaca dengan berbagai peristiwa yang menimpa sang tokoh (sedih, senang, marah, celaka, sakit, dll)

  10. Wahhh kak Eve Shi hebatt mah! Aku aja pernah biki buku cerita yang misteri gitu nggak kelar-kelar. Aku penasaran bangett nih, pengen baca. Kayaknya seru banget/

  11. Dark water itu memang seram apalagi yang buat orang jepang.
    Pasti sulit untuk membangun mood pembaca saat membaca novel horor. Soalnya aku juga pernah hampir membuat cerpen horor, susahnya minta ampun. Aku takutnya cerpen yg aku buat gak seram. Tapi, untungnya gak jadi. Kalau misalnya jadi, mungkin udah masuk museum. Menyusun kata2nya itu loh yg bikin geger otak.
    Dan kemarin aku baru aja nonton film korea-jepang yang judulnya the silenced. Ini juga termasuk film horor.
    Aku suka kata2 sindiran halus yg dibuat kak eve shi di novel The Bond. Fighting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s