REVIEW Juvenilia

img_20161201_090937

“Kita semua tahu ada begitu banyak orang yang tidak beruntung dalam perjalanan mereka di dunia, tetapi kita tidak tahu siapa saja yang mengalami kesusahan itu. Untuk mencari mereka, mempelajari kebutuhan mereka, dan membuat mereka tak lagi merasa kekurangan, merupakan kewajiban dan semestinya menjadi tugas setiap manusia. Namun, hanya segelintir yang memiliki waktu, lebih sedikit lagi yang memiliki keinginan, dan tak seorang pun memiliki keduanya untuk pekerjaan semacam itu.” (hlm. 159)

Pride and Prejudice atau Sense and Sensibily, dua karya Jane Austin yang melejitkan namanya dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di penjuru dunia. Bahkan, Lady Susan, karyanya yang ini diangkat ke layar lebar.

Dalam Juvenilia, Jane mencurahkan kreativitas yang serupa. Dengan apik, Jane mengulas cerita bertema tak hanya soal cinta, tetapi juga keluarga, bahkan pandangan politiknya kala itu.

Menurut pengantar dalam buku ini, awalnya Jane menulis karya ini tidak untuk dipublikasikan, semata didedikasikan untuk menghibur sanak keluarganya. Isinya pun beragam; ada cerpen, potongan adegan drama, surat menyurat dan puisi. Melalui Juvenilia bisa terlihat karakter awal tulisan Jane. Juvenilia juga merupakan karya penting Jane Austen, penanda pertama pengasahan bakatnya sebagai penulis. Sedemikian pentingnya bahkan pada edisi asli yang berbahasa Inggris, penerbit sangat mempertimbangkan keautentikannya. Kesalahan penulisan sekalipun tetap dibiarkan apa adanya. Sementara di edisi Bahasa Indonesia ini akan tampak bagian-bagian yang tidak rampung, juga plot yang unik.

img_20161201_131054

Dari sekian banyak karya yang ada dalam buku ini; cerpen, potongan drama, surat menyurat, dan puisi, berikut beberapa yang menjadi pilihan favorit. Jane Austen memang cerdas menulis isu kehidupan sehari-hari, mulai dari perjodohan sampai perselingkuhan yang ternyata sudah ada sejak zaman dulu.

BUNUH DIRI karena CINTA

Charlotte menyadari yang telah dia lakukan, bayangan akan kebodohannya tertanam begitu kuat dalam benak, hingga dirinya dicekam rasa bersalah yang begitu besar; pertunangan ganda yang diterimanya. Oelh karena itu, dia menerjunkan diri ke aliran sungai yang sangat dalam, yang mengaliri taman bibinya di Portland Place. Tubuhnya hanyut hingga Crankhumdunberry, tempat jasadnya kemudian diangkut dan dikuburkan.

CINTA yang DITOLAK

Alice Johnson adalah gadis malang yang hatinya tak sanggup menangkal kekuatan pesona Charles pasca Pesta Topeng. Namun, meski setiap upaya dikerahkan Alice untuk mencari tahu apakah Charles Adams tertarik kepadanya, hati pria yang dingin dan masa bodoh itu masih tampak bebas merdeka. Dia sopan kepada semua orang, tetapi tidak menaruh perhatian khusus kepada seseorang. Dia masihlah Charles Adams yang ramah, penuh semangat, tetapi acuh tak acuh. Pada akhirnya, dia meminta ayahnya mengajukan usulan pernikahan kepada Charles. Ayahnya setuju. Suatu pagi, pergilah sang ayah untuk membicarakan topik itu dengan sang pemuda.

Epiknya, lamaran itu ditolak oleh Charles yang mengatakan bahwa dia menginginkan pasangan yang sempurna sedangkan baginya Alice tidak sepadan dengan dirinya; tidak cukup cantik, baik, cerdas maupun kaya. Pas bagian ini rasanya pengen toyor Charles x))

CINTA BUTA

Cecil, kekasih Lady Harriet karena sering waktu menghabiskan waktu bersama Eliza, rasa cinta tumbuh di antara kedua belah pihak. Cecil, yang mengungkapkan rasa cintanya lebih dulu, meminta kepada Eliza untuk menyetujui sebuah pernikahan rahasia. Cecil dan Eliza melanjutkan pelarian ke daratan utama Eropa, yang mereka anggap lebih aman, dari dampak mengerikan kemarahan Dutchess yang pantas mereka takuti, dibandingkan tanah asal mereka. Mereka tinggal di Prancis selama tiga tahun. Selama masa itu mereka menjadi orangtua bagi dua orang putra, dan pada penghujung waktu itu Eliza menjadi seorang janda tanpa jaminan apa pun untuk menyokong hidup, baik dirinya maupun anak-anaknya.

MUDAH JATUH CINTA

Sir William Mountague waktu itu baru berumur 17 tahun saat ayahnya meninggal, dan mewariskan kekayaan yang begitu besar. Dia jatuh hati pada kepada ketiga kakak-beradik perempuan keluarga Clifton dari Kilhoobery Park. Karena tidak tahu mana yang akan dipilihnya, dia meninggalkan desa dan memilih tinggal di sebuah penginapan kecil dekat Dover.

Dalam pengasingan yang diharapkan memberikannya perlindungan dari derita cinta, dia terpikat oleh seorang janda muda yang begitu cantik. Perempuan itu datang ke desa untuk mencari perubahan suasana, setelah kematian suaminya. Setelah didesak dengan berapi-api oleh Sir William, Lady Percival memutuskan untuk menikah dengannya. Namun karena suatu hal, mereka gagal menikah.

Setelah tinggal di desa beberapa minggu lebih lama, Sir Willian meninggalkannya dan pergi menuju rumah temannya di Surrey. Mr. Brudenell seorang pria bijak, dan memiliki keponakan cantik yang langsung saja memikat hati Sir William. Namun, Miss Arundel bersikap dingin, dan lebih memilih Mr. Stanhope. Sir William menembak Mr. Stanhope.

Namun, saat suatu hari melihat seorang perempuan muda cantik memasuki kereta di Brook Street, dia kembali dimabuk kepayang. Saat mencari tahu nama gadis yang cantik ini, dia menemukan bahwa gadis itu merupakan saudari kawan lamanya, Lady Percival. Betapa senangnya Sir William mengetahui hal itu karena dia berharap dari perkenalannya dengan Lady Percival, dia bisa dengan muda mendekati Miss. Wentwoth. Duh…mas-mas ini nggak bisa dikit lihat perempuan cantik x))

DERITA MENIKAH

Kecantikan Catharine telah membuatnya mendapatkan suami begitu dia baru tiba di Bengal, dan kini dia telah menikah selama setahun. Menikah dengan sangat lancar, tetapi tanpa kebahagiaan. Dinikahkan dengan seorang pria dua kali umurnya, yang wataknya tidak ramah dan sikapnya tidak menyenangkan walau karakternya terhormat.

Kitty telah menerima kabar dua kali dari temannya itu sejak pernikahannya, tetapi surat-menyuratnya selalu tak memuaskan. Meskipun dia tidak mengungkapkan perasaannya terang-terangan, setiap kalimat yang dituliskannya membuktikan bahwa dirinya tidak bahagia.

Begitu pula dari surat-surat dari Marry, kakak Kitty. Isi suratnya pun mengisyaratkan tidak bahagia dalam hidupnya.

Tentang penulis. Jane Austen merupakan novelis besar Inggris pada era abad ke-18 sampai abad ke-19. Pada saat dia masih hidup, tidak sekalipun namanya dicantumkan pada novel yang ditulisnya. Semuanya hanya menyebut “Oleh Seorang Wanita”.

Jane Austen lahir dan besar dalam keluarga pecinta buku. Pada 1801, ayahnya mempunyai 500 judul buku dalam perpustakaan pribadinya. Seluruh keluarganya gemar membaca.

Beberapa kalimat favorot dalam buku ini:

  1. Apakah kau tidak pernah merasakan hambatan cinta yang membahagiakan? (hlm. 183)
  2. Kau terlalu konyol untuk diajak berdebat. (hlm. 183)
  3. Pria bukanlah penilai bagi ketampanan pria lainnya. (hlm. 253)
  4. Seorang perempuan cantik tak pernah dikatakan demikian oleh siapa pun dari sesama kaum perempuan, tanpa orang itu akan dicurigai entah sebagai musuhnya yang nyata atau penjilatnya. (hlm. 268-269)
  5. Buku-buku itu tidak bisa dibandingkan satu sama lain. (hlm. 382)
  6. Buku tidak memiliki keseimbangan yang begitu hebat dalam nilai kebaikannya. (hlm. 382)
  7. Kita semua manusia paling berharga di dunia. (hlm. 395)
  8. Seandainya kau dulu memiliki sahabat pena. Barangkali korespondensi bisa mengubahmu menjadi manusia yang berbeda. (hlm. 400)
  9. Tidak mengenakkna bila ada seseorang yang bertindak begitu lancang terhadap orang lain hingga cukup mengejutkan. (hlm. 423)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Juvenilia

Penulis                                 : Jane Austen

Penyunting                         : Jia Effendi

Penyelaras aksara            : Nunung Wiyati

Penata aksara                    : CDDC

Perancang sampul           : Muhammad Usman

Cetakan                               : Juni 2016

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 456 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-060-0

 

Advertisements

3 thoughts on “REVIEW Juvenilia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s