REVIEW Blue Ocean Strategy

img_20161206_165242

Semua blue ocean pada akhirnya akan ditiru dan berubah menjadi red ocean, lalu bagaimana memperbarui blue ocean dari waktu ke waktu?!? Apa yang harus kita lakukan bila ocean blue kita berubah menjadi red ocean? Bagaimana menghindari perangkap red ocean?

Buku yang ditulis W. Chan Kim dan Renee Mauborgne ini pertama kali diterbitkan oleh Harvard Business School Publishing. Telah terjual sebanyak 3,5 juta eksemplar di seluruh dunia, diterbitkan dalam 44 bahasa. Termasuk dalam jajaran buku terlaris dari lima benua. Banyak penghargaan yang telah diraih buku ini. Satu dari tiga buku manajemen terbaik versi Diamond Harvard Business Review pada 2013 di Jepang. Satu dari 15 buku bisnis terbaik dalam dekade terakhir versi Cekpet pada 2013 di Rusia. Satu dari 10 buku manajemen terbaik dalam dekade terakhir versi Trend pada 2010 di Belgia. Satu dari 30 yang paling berpengaruh dalam 25 tahun ini pada 2007 di Taiwan. Satu dari 40 buku paling berpengaruh dalam sejarah orang-orang China versi China Daily dan The China Research Institute pada 2009.

Waktu pas dapat buku ini dari penerbit, saya langsung mikir. Apakah mampu membaca buku manajemen meskipun itu best seller? Ternyata setelah selesai membacanya, isi dari buku ini bisa diterapkan tidak hanya untuk perusahaan besar saja, tapi bisa kita aplikasikan dalam tempat kita berada, di mana pun berada, bahkan bisa diterapkan dalam perpustakaan tempat saya bekerja.

img_20161206_164237

Terdapat tiga ciri strategi yang baik:

  1. Setiap strategi hebat yang memiliki fokus, dan suatu profil strategis atau kurva nilai perusahaan harus dengan jelas menunjukkan fokus tersebut.
  2. Ketika strategi suatu perusahaan dibentuk secara reaktif dalam usaha mengikuti irama persaingan, strategi itu akan kehilangan keunikannya. Intinya melakukan perbedaan dengan pola dasar pada umumnya.
  3. Slogan yang menarik. Cara yang tepat untuk menguji keefektifan dan kekuatan sebuah strategi adalah dengan melihat apakah strategi itu mengandung suatu slogan yang kuat dan autentik.

Perbedaan red ocean strategy dan blue ocean strategy:

  1. Red ocean strategy; bersaing dalam ruang pasar yang sudah ada, memenangi persaingan, mengeksploitasi permintaan yang ada, melakukan tarik ulur nilai-budaya, dan memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dengan pilihan strategis antara diferensiasi atau biaya rendah.
  2. Blue ocean strategy; menciptakan ruang pasar yang belum ada pesaingnya, menjadikan persaingan tidak relevan, menciptakan dan menangkap permintaan baru, mendobrak tarik ulur nilai-biaya, dan memadukan keseluruhan sistem kegiatan perusahaan dalam mengejar diferensiasi dan biaya rendah.

img_20161206_170044

Prinsip blue ocean layak diterapkan tidak hanya pada awal bisnis, tetapi juga bisa menjadi landasan bisnis. Karen akita harus terus berinovasi. Sekedar contoh, saya mempromosikan perpustakaan tempat saya bekerja melalui internet khususnya media sosial awalnya sebuah blue ocean, lalu mulai banyak pustakawan yang mengikuti ini, upload kegiatan di perpustakaan salah satunya, tapi saya tidak pernah menganggap ini sebagai red ocean. Karena, kalau kita terus berinovasi, ketika red ocean itu mendekati, kita tetap berenang lurus ke blue ocean yang baru. Kekuatan tekad dan mental penting sekali dalam strategi blue ocean. Jangan kalah mental duluan. Karena meskipun berada di red ocean, kita tetap harus berjuang dan berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar menjadi pemenang dengan inovasi-inovasi yang baru.

Sesungguhnya blue ocean itu bukan sesuatu yang benar-benar belum ada, tetapi merupakan hasil dari kejelian membuat konsep, lalu melihat sesuatu at the right time dan at the right place, setelah mencermati dan mengikuti kebutuhan konsumen. Tokopedia atau detik.com dikatakan hebat karena memulai at the right place. Sementara, astaga.com memulai at the wrong place, at the wrong time. Bukan berarti tidak inovatif, melainkan justru penting, prinsip mereka mendahului zaman, lahir pada saat masyarakat belum membutuhkan.

BACA: 13 Hal Unik Perpustakaan SMA Negeri 2 Metro

Sebagai contoh yang saya alami pribadi dalam bekerja. Mungkin sebelum saya, sudah banyak pustakawan maupun perpustakaan yang memanfaatkan media sosial tapi kurang disorot. Kenapa? Karena yang ditampilkan masih bersifat formal bahkan pencitraan. Padahal melalui media sosial, perpustakaan maupun pustakawan bisa menarik minat pemustakaan untuk tertarik terhadap perpustaaan melalui program-program yang kekinian. Pencarian buku sudah tidak zaman lagi menggunakan katalog manual, karena sudah tergantikan sistem barcode yang sangat menghemat waktu. Promosi perpustakaan tidak perlu memerlukan dana yang banyak untuk pembuatan banner, brosur ataupun pameran. Promosi perpustakaan bisa melalui media sosial; minim dana dan langsung cepat menyebar ke sasaran.

BACA: Kegiatan Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial

Blue ocean adalah inovasi. Meskipun lingkupnya besar dan berada di red ocean, tetapi kalau percaya bahwa kita memiliki ide yang berbeda dari yang lainnya, silahkan dimulai untuk menuju blue ocean yang kita ciptakan sendiri. Starbucks misalnya, bahwa ada masalah-masalah konsumen yang belum terselesaikan, dan mereka pun membuka konsep baru, walaupun berada di tengah-tengah red ocean. Hasilnya bisa dilihat sekarang ini.

Jadi, pesan Kevin Mintaraga yang mendirikan Magnivate adalah untuk para muda, berpikirlah inovatif dan beranilah mencoba di waktu dan tempat yang tepat. Bukan tidak mungkin, di tengah-tengah red ocean yang luas, ada blue ocean yang menanti kita, atau bahkan kita ciptakan sendiri.

Prinsip utama setelah membaca buku ini adalah kalau bisa berenang di blue ocean, kenapa harus memilih ke red ocean?!? 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Blue Ocean Strategy

Penulis                                 : W. Chan Kim & Renee Mauborgne

Penerbit                              : Adi Toha

Penyunting                         : Kiki Sulistiyani

Penyunting ilustrasi        : elhedotz

Penyelaras aksara            : Lia Kagura, Novia Fajriani

Penata aksara                    : Nurhasanah

Perancang sampul           : Stephani Finks

Tebal                                     : 376 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-120-1

img_20161206_165304

Advertisements

One thought on “REVIEW Blue Ocean Strategy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s