REVIEW Tips Sukses Meresensi Buku di Koran

img_20161127_143033

Kata resensi itu berasal dari bahasa Latin, revidere, atau recensere yang berarti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Belanda, resensi itu dikenal dengan sebutan recensie. Sedang dalam bahasa Inggris, resensi dikenal dengan review.

Dalam KBBI, resensi berarti pertimbangan atau pembicaraan tentang buku dan sebagainya. Arti itu tak jauh berbeda dengan apa yang dijelaskan J.S. Badudu (2007) bahwa resensi itu adalah pembicaraan mengenai buku (biasanya kupasan atau komentar mengenai buku baru yang baru terbit).

Jadi, resensi buku itu bisa diartikan memberikan penilaian, membahas, mengungkap kembali (isi buku), atau mengkritik sebuah buku. Pendek kata, resensi buku itu tidak lebih sebagai pendapat atau penilaian pembaca (peresensi) tentang sebuah buku. Pendapat (atau penilaian) itu bisa saja berupa kesan, komentar, bahkan analisis kritis. Tidak berlebihan, kalau dalam resensi buku itu, pembaca atau peresensi tidak semata-mata memuji sebuah buku tertapi disertai pula dengan kritik.

Menulis resensi buku di koran itu bisa disebut sebagai jembatan yang mudah dan gampang untuk dilalui bagi penulis baru. Selain terus berlatih, tidak ada jalan pintas untuk menjadi penulis, kecuali harus banyak membaca. Tentu, juga berlatih menulis. Karena itu, Stephen King pernah berkata, “Kalau engkau ingin menjadi penulis, ada dua hal yang harus kamu lakukan, yaitu banyak membaca dan menulis.”

Setiap penerbit memiliki kebijakan yang berbeda-beda terkait dengan hadiah buku gratis. Sebab, ada penerbit yang memberikan hadiah hanya satu buku dari pemuatan resensi yang berhasil dimuat di koran, ada yang memberikan dua buku, dan bahkan ada penerbit yang memberikan empat buku. Penerbit yang memberikan banyak buku hingga empat itu biasanya tidak memberikan honor sebagai tambahan.

Tidak semua orang bisa mendapatkan buku (baru), gratis dari penerbit. Karena itu, bagi peresensi, hal itu adalah anugerah besar. Kadang, peresensi malah diminta oleh penerbit untuk menjadi pembaca pertama buku baru yang akan terbit di pasar. Jadi, selama buku itu terbit, ada penerbit yang meminta peresensi membaca terlebih dulu dan dimintai pendapat.

BACA: Serba-serbi Blogger Buku

Kini, bahkan penerbit tidak hanya melihat halaman koran sebagai ruang untuk promosi tetapi telah menjadikan blog seorang peresensi sebagai bentuk promosi. Berdasarkan pengalaman pribadi, semenjak memiliki blog khusus buku dan menjadi blogger buku, sudah banyak sekali mendapat ratusan buku gratis baik dari penerbit maupun penulisnya langsung. Bahkan tak jarang selain buku juga mendapatkan berbagai merchandise unyu, voucher buku, bahkan berbentuk uang. Menulis resensi di blog lebih fleksibel dibandingkan di koran yang setiap tempat memiliki pakem atau aturan yang berbeda sesuai visi misi koran tersebut.

BACA: Serba-serbi Giveaway + Blogtour Buku

Selain mendapatkan buku gratis, salah satu efek memiliki blog khusus buku adalah seringnya digandeng penulis maupun penerbit untuk kerjasama mengadakan giveaway maupun blogtour buku terbaru. Kita bakal dikirimkan buku yang terbaru, bahkan di toko buku belum ada.

BACA: Serba-serbi Buntelan Buku

Seorang penulis buku itu sejatinya bukan malaikat. Jadi, bukan satu jaminan bahwa buku yang terbit atau beredar di pasaran itu pasti sempurna. Maka dengan membaca (seluruh) isi buku, peresensi bisa menemukan, misla jika ada satu bagian atau bab yang kurang sempurna, bahkan bisa pula menemukan jika ada kesalahan tulis, kutip, atau bahkan kekurangan data.

BACA: Serba-serbi Review Buku

Tujuan meresensi itu beda dengan membaca buku pada umumnya. Dalam membaca buku untuk tujuan meresensi, peresensi dituntut jeli, cermat, bahkan kritis. Sebab tujuan membaca buku untuk meresensi itu adalah menangkap roh, poin penting, bahkan inti sari dari buku tersebut. Jika gagal menemukan poin penting, roh atau inti sari dari isi buku tersebut, bisa bahaya. Resensi yang dihasilkan tidak menutup kemungkinan, akan melenceng dari buku yang justru diresensi.

Tugas peresensi itu, selain memberikan informasi seputar buku yang diresensi, pada intinya juga memberikan penilaian dan pendapat kita tentang buku yang diresensi. Maka, hasil bacaan kita menentukan seberapa kuat resensi yang akan kita tulis. Kian kuat kita membaca, akan semakin berbobot hasil resensi yang kita hasilkan.

Ada banyak cara dan teknik yang bisa dipilih oleh perensi untuk menjelaskan secara singkat isi buku yang sedang diresensi. Pada bagian ini, peresensi dituntut piawai dan cerdas dalam menyajikan isi buku. Jadi, meskipun pada bagian ini peresensi dituntut untuk mengulas atau mengemukakan isi buku, bukan berarti harus menjelaskan atau menceritakan jalinan cerita dalam buku atau novel itu dengan detail. Setidaknya, untuk jenis novel, peresensi bisa menceritakan alur utama, dan menyembunyikan ending cerita. Adapun untuk buku umum, peresensi dapat mengemukakan pikiran, ide ataupun gagasan penting dari buku tersebut.

Adapun setumpuk keuntungan dari meresensi buku yang dijabarkan dalam buku ini:

  1. Kepuasan batin (jiwa) – berdasarkan pengalaman pribadi, ada kepuasan tersendiri jika selesai berhasil menyelesaikan satu postingan tentang review buku. Dan semacam kebutuhan, bukan lagi kewajiban. Kebutuhan lebih kepada kepuasan batin jika sudah menunaikannya.
  2. Mendapatkan penghasilan (honor) berlipat-lipat – apa yang kita tanam, pasti akan kita dapatkan hasilnya. Begitu juga dengan menulis resensi.
  3. Mendapatkan buku gratis tanpa membeli – sebenarnya ini poin kedua yang saya rasakan setelah kepuasan batin. Mendapatkan buku (bahkan yang terbaru) tanpa harus merogoh kantong. Tak jarang kita bisa memilih buku apa yang dinginkan.
  4. Jaringan penerbit: jalan untuk menjadi editor –
  5. Jaringan redaktur: jalan untuk menjadi wartawan
  6. Menjalin relasi dengan penulis – meskipun belum pernah bertemu dengan penulis-penulis yang bukunya saya review, tapi rasanya sudah akrab dengan mereka melalui dunia maya. Semua itu berawal dari buku-buku yang kita review.
  7. Jalan untuk menjadi penulis buku – ini semacam list harapan yang belum kesampaian. Saya malah lebih tertarik menulis genre personal literature dan juga non fiksi populer. Pengennya sih yang nyambung ama bidang yang dikuasai; perpustakaan
  8. Jalan untuk menjadi pembicara –tahun lalu, sempat tiga kali menjadi pembicara di workshop dan membahas tentang resensi via blog. Berharapnya tahun-tahun mendatang bisa lebih baik lagi dalam berbagi ilmu dan sama-sama belajar.

Begitu tahu buku ini di toko buku, saya langsung bawa ke kasir. Ini mengingatkan mimpi saya untuk belajar menulis resensi koran, karena selama ini hanya fokus menulis resensi via blog. Karena penulisnya merupakan peresensi senior, buku ini ditulis dengan santai tapi detail. Di awal bab, kita akan disuguhi cerita penulis tentang awal mulanya menulis resensi hingga menjadi peresensi yang sudah tembus hampir ke semua media massa ternama.

Untuk yang tertarik mencoba menulis resensi buku di koran, buku ini menjadi pilihan yang tepat! 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Tips Sukses Meresensi Buku di Koran

Penulis                                 : N. Mursidi

Ilustrator                             : Nunuk Lupiyanti

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 240 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-7791-2

img_20161127_143024

Advertisements

7 thoughts on “REVIEW Tips Sukses Meresensi Buku di Koran

  1. Gara-gara sebelumnya Mbak Lucty menunjukkan hasil belanjaan yang salah satunya buku ini, saya ikuan beli juga. Sangat bermanfaat sekali untuk mendampingi membuat resensi yang tujuan surat kabar. Saya merasa mendapatkan banyak ilmu dengan membaca buku ini.

    • Sepertinya ini buku wajib bagi yang mau mencoba menulis resensi untuk tembus koran ya, selama ini aku juga belum pernah nyoba, baru sebatas via blog.. 😉

  2. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2016 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s