REVIEW The Cuckoo’s Calling

 dekutburungkukukcover

Bunuh diri memang kejadian yang sulit diterima. (hlm. 40)

Liputan peristiwa itu telah menyisihkan berita-berita politik, perang serta bencana, dan tiap versi dihiasi foto-foto wajah sempurna wanita yang telah mati itu, tubuhnya yang ramping dan indah. Dalam beberapa jam saja, sedikit fakta yang diketahui telah menyebar bagaikan virus ke jutaan orang: pertengkaran dengan sang pacar yang tersohor di depan banyak mata, perjalanan pulang seorang diri, teriakan yang terdengar, dan kejatuhannya yang final dan fatal.

Berita itu dinyatakan peristiwa bunuh diri, dan setelah jeda singkat yang mencengangkan, berita kembali meruap kendati tidak gegap gempita seperti sebelumnya. Mereka menulis bahwa gadis itu tidak stabil, tidak siap memasuki dunia gemerlap yang telah dia peroleh melalui keliaran dan kecantikannya; bahwa dia bergaul dengan kalangan berduit dan amoral yang telah menggerogotinya; bahwa dekandensi kehidupan barunya telah menjerumuskan kepribadian yang memang sudah rapuh sejak semula. Dia menjadi contoh kisah moralitas yang dibebani schadenfreude- kesenangan di atas penderitaan orang lain. Kemudian, akhirnya kegemparanitu mereda sendiri hingga menjadi basi, dan bahkan jurnalis kehabisan bahan untuk diberitakan –namun itu sudah menjadi basi karena terlalu sering diucapkan.

Orang akan memperhatikan segala macam omong kosong kalau ada hubungannya dengan selebriti. (hlm. 423)

Lula Landry diadopsi oleh Sir Alec dan Lady Yvette Bristow pada umur empat tahun. Dia dibesarkan dengan nama Lula Bristow, tapi kemudian mengambil nama gadis ibunya ketika mulai berkarier sebagai model. Dia memiliki kakak laki-laki bernama John, pengacara. Yup, Lula Landry ini adalah gadis yang dinyatakan berita telah tewas bunuh diri.

Begitulah yang mereka lakukan terhadap kesuksesan; mereka memburumu, mereka mencabikmu. (hlm. 80)

Tiga bulan kemudian, John Bristow, kakak laki-lakinya ini penasaran dengan peristiwa dibalik bunuh diri adiknya ini. oleh karena itu, dia menemui Strike, seorang detektif untuk mengungkap kasus ini karena dia merasa yakin jika adiknya tewas dibunuh, bukan bunuh diri seperti yang diberitakan media massa.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Sungguh, dalam setiap perubahan nasib baik, yang paling tidak bahagia adalah golongan orang-orang malang yang dulu pernah bahagia. (hlm. 17)
  2. Barangkali akan membantu kalau mengingat kembali hal-hal yang telah lampau. (hlm. 189)
  3. Berbahagialah orang yang memahami sebab musabab segala sesuatu. (hlm. 477)

Beberapa selipan kalimat sindiran halus dalam buku ini:

  1. Sungguh celaka orang yang cacat celanya menjadi ikut terkenal karena ketenarannya.(hlm. 9)
  2. Orang yang menghabisi nyawanya sendiri bisa saja pura-pura menaruh minat pada masa depan yang tidak akan mereka jalani. (hlm. 38)
  3. Tidak ada gunanya berpura-pura mengerti. (hlm. 43)
  4. Gadis-gadis cantik telah berhasil membantu penjualan surat kabar. (hlm. 73)
  5. Ketertarikan kita, bahkan dukacita yang tidak proporsional ini patut dipertanyakan. (hlm. 74)
  6. Kalau diminta menyebutkan nama palsu secara spontan, orang biasanya memilih nama dengan huruf awal ‘A’. (hlm. 213)
  7. Dan yang paling baik, sebagaimana kata pepatah, adalah mengambil keuntungan dari kegilaan orang lain. (hlm. 287)

Buku setebal 515 halaman ini (fiuhhh….buku bantal…) penuh dengan para tokoh yang berhubungan dengan si model yang tewas ini, Lula Landry. Mulai dari pacarnya, sopirnya, tetangga apartemen, sahabat modelnya, orangtuanya, dan ada beberapa orang dari masa lalunya. Saking banyaknya tokoh, saya sampai mencatat siapa saja nama-nama dalam buku ini. Ada satu di antaranya adalah tersangka yang merupakan dalang dari pembunuhan ini. Pas udah baca buku dengan halaman beratus ratus lembar ini, begitu endingnya baru terungkap siapa tersangkanya rasanya #PLAAAKKK. Capek baca muter-muter sampe mengingat semua nama-nama tokoh dalam buku ini, ternyata tersangkanya tokoh itu… x) #GigitBantal

Dari semua tokoh yang ada, saya paling suka tokoh Robin Ellacot yang merupakan pegawai sementara Cormoran Strike. Robin tetap bekerja pada Strike meski gaji yang diterimanya kecil, belum lagi larangan dari tunangannya. Gemes deh, padahal di ending ngarep Robin bakal jadian ama Strike. Etapi kalo mereka jadian, Matthew tunangan Robin mau dikemanain?!? #DitendangMatthew

Novel ini berlabel detektif. Tapi setelah membacanya, saya justru lebih banyak melihat dari sisi hidup Strike yang bisa dikatakan mengalami galau akut; banyak hutang yang menagih untuk segera di bayar, diputuskan pacarnya, belum lagi luka yang dideritanya pasca menjadi veteran perang. Strike memang digolongkan tidak sempurna. Tapi justru inilah salah satu kekuatan buku ini. Yup, bisa dikatakan novel detektif dengan campuran romance di dalamnya.

Keterangan Buku

Judul                                     : The Cuckoo’s Calling: Dekat Burung Kukuk

Penulis                                 : Robert Galbraith

Alih bahasa                         : Siska Yuanita

Alih bahasa puisi               : M. Aan Mansyur

Desain sampul                   : Marcel A. W.

Penerbit                              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 520 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0062-7

 

Advertisements

5 thoughts on “REVIEW The Cuckoo’s Calling

  1. Salam kenal mbak Luckty. Sama mbak kayak perasaanku. Pas tau ternyata pembunuhnya adalah….. Ooh,ternyata uang bikin mata gelap dan kesombongan adalah awal kejatuhan nyata adanya.

    • Bangeett…..lelah abis bacanya. Gegara abis baca ini aku kapok baca tulisan Robert Galbraith lainnya, meski dia ini a.k.a J.K. Rowling x))

  2. Aku kira, karna penulisnya j.k rowlling, trus ceritanya bakalan keren kayak bukunya yang genre fantasi. Mana blurp di sampul belakang menggoda banget. Aku nggak bisa greget kayak lagi baca conan, sherlock, atau karya Agatha Christy. Menyesal beli buku itu mahal mahal 😯

  3. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2016 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s