REVIEW Welcome to 305

img_20161224_101604

“Kan yang namanya teman sekamar sebenarnya mudah kena masalah walau perbedaan sifatnya cuma sedikit.” (hlm. 28)

Bagi sebagian orang, hidup terpisah dari orangtua dan keluarga adalah sesuatu yang diidamkan. Mandiri dan urusan hidup tidak ada campur tangan orang lain. Memang, menjadi anak kosan pasti diwarnai dengan pahit manisnya kehidupan. Begitu pula dengan Kim Junghyun dalam komik ini yang awalnya merasa bahagia hidup terpisah dari orangtua dan menempati sebuah kosan yang dia idamkan, ternyata nggak sesuai ekspetasi. Kalau punya teman kosan yang jorok dan pemalas aja bikin risih itu biasa. Yang dialami Kim Junghyun ini lebih epik. Teman sekosannya adalah gosipnya seorang penyuka sesama jenis. Yang lebih syok lagi, pertama kali ketemu, teman sekamarnya ini sedang menonton film blue, wkwkwk… x))

Meski buku ini tentang ciri-ciri penyuka sesama jenis, tapi tenang nggak bakal ada adegan yang membahayakan. Malah banyak kisah-kisah epik nan kocak yang dialami Kim Junghyun ini. Pokoknya banyak kisah Kim Junghyun yang bikin kita gemes, pengen getok, kasian juga bikin ngakak x))

Kisah Kim Junghyun dalam komik ini merupakan representasi kehidupan manusia pada umumnya yang nggak tahu harus bagaimana harus menghadapi manusia yang agak berbeda.

“Meski kita akrab dengan penyuka sesama jenis, bukan berarti kita harus menjadi seperti mereka.” (hlm. 177)

Sebenarnya buku ini lebih menitik beratkan kisah persahabatan antar laki-laki yang jarang kita temui dalam komik yang biasanya di dominasi akan kisah persahabatan antar perempuan.

Setelah melalui kehidupan kos, terkadang ada saat-saat kangen rumah. Saat bangun, pagi yang sunyi tanpa ada suara keluarga. Juga saat makan, cuci baju, cuci piring dan lain-lain. Nah, komik ini juga menyelipkan kehidupan yang berbeda antara tinggal di rumah bersama orangtua, tentu akan berbeda saat tinggal terpisah dari mereka. Kita dituntut mandiri.

Komik ini sudah diterjemahkan Penerbit Haru sampai jilid 2. Sarannya, terjemahannya rada bikin siwer, karena ada beberapa kalimat yang rada rancu alias nggak tersusun membentuk kalimat yang enak dibaca. Juga para tokohnya beberapa yang terkesan mirip, jadi terkadang rada bingung yang ini siapa ya x))

Selebihnya, komik ini layak dibaca. Konyolnya dapet. Dan bikin mesam-mesem bacanya. Oya, di belakang cover buku sudah ada peringatan label DEWASA. Jadi sepertinya saya mikir-mikir mau memasukkan ini menjadi koleksi perpustakaan sekolah, jadi koleksi perpustakaan pribadi aja deh x))

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Jaga kesehatan setiap saat. (hlm. 187)
  2. Kamu jangan terlalu berlebihan. (hlm. 136)
  3. Ngomong di belakang itu enak, kan? (hlm. 136)
  4. Kalian harus usaha sungguh-sungguh untuk cari kerja. (hlm. 194)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Welcome to 305

Penulis                                 : Wanan

Penerjemah                       : Achie Linda

Penyunting                         : Nona Aubree

Proofreader                       : Selsa Chintya

Layout                                  : Vanessa F.T.

Penerbit                              : Haru

Terbit                                    : Januari 2016

Tebal                                     : 244 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7742-59-8

img_20161224_101632 img_20161224_101649 img_20161224_101658 img_20161224_101722 img_20161224_101744

Advertisements

One thought on “REVIEW Welcome to 305

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2016 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s