REVIEW Erstwhile

erstwhile

Ketika mencintai seseorang, kita menjadi terlalu mencintainya. Sesuatu yang terlalu, apa pun itu, selalu menjadi tidak baik. Karena yang terlalu akan menjadi sesuatu yang sangat menyakitkan. (hlm. 75)

RAPHAEL HARIJONO, yang biasa dipanggil Rafa untuk kesekian kalinya jika bermalam di Singapura akan memilih kamar 777 di Hotel Fullerton, sebuah hotel yang dahulu kala berfungsi sebagai kantor pos pemerintahan kolonial Inggris di Singapura. Kemegahan Fullerton tertuang dalam rancang bangun yang kokoh dengan hamparan warna putih anggun dalam pseona sejarah yang terjaga rapi seakan tak lekang oleh waktu. Sebuah pertautan masa yang dapat disentuh dalam bentangan bangunan nan elok. Rafa tidak pernah mau menginap di hotel lain setiap berada di Singapura dan sejak 9 bulan lalu, ia tidak pernah mau menginap di kamar lain selain 777 untuk sebuah alasan sentimentil.

“Jadi, kapan aku boleh ketemu kamu lagi?”

“10 tahun lagi! Biar lama sekalian supaya banyak yang bisa kita ceritakan.”

“10 tahun?? Kamu pasti sudah jadi istri lain orang 10 tahun lagi!”

“Tidak akan! Aku tidak akan pernah mau menikah dengan orang lain!” (hlm. 37)

Picaro Donevante. Lahir tahun 1300 sebagai warga kota Florentia. Sebuah kota yang terbentuk sejak zaman Kekaisaran Romawi. Banyak bangunan sudut kota yang mencerminkan dengan jelas bahwa kotanya mencerminkan dengan jelas bahwa kota itu adalah salah satu bekas koloni Julius Caesar. Pada tahun 1312, Arrigo memasuki kota Florentia dan menghancurkan Guelf Hitam. Dengan cepat ayahnya segera membayar seorang komandan garnisun Arrigo untuk menjamin keselamatan rumah dan tempat-tempat usaha mereka. Mereka mulai terintimidasi oleh kekuasaan dan rekayasa para seteru ayahnya yang telah menjalin kesepakatan politik dengan penguasa baru. Persis seperti apa yang dilakukan ayahnya dengan Guelf Hitam.

“Anda tidak harus langsung mempercayai saya karena saya juga tidak mencari pengakuan. Saya tidak memiliki niat untuk mencari keuntungan dari pertemua kita ini. Tapi, satu yang pasti, jiwa kita berdua bukan tidak saling mengenal walau kita baru bertemu sekarang di kehidupan ini. Takdir telah menyatukan kita lagi pada hari ini.” (hlm. 97)

“Untuk beberapa kehidupan kita hanya kawan biasa, beberapa kehidupan yang lain kita berpasangan, beberapa kehidupan lain lagi kita adalah suami istri, tetapi sebagian besar… saya adalah ibumu.” (hlm. 99)

Biasanya cerita tentang reinkarnasi adalah sepasang kekasih. Tapi ini beda, tentang anak yang akan bertemu ibu dari masa ke masa. Untuk beberapa buku, saya pernah membaca tentang reinkarnasi sepasang kekasih, tetapi untuk ibu dan anak baru kali ini.

Dari cover dan judulnya, kita bisa menebak bahwa buku ini bertema sejarah. Mulai dari peradaban Eropa sampai masa era Majapahit. Banyak selipan pengetahuan sejarah yang dapat kita temukan dalam buku ini. Salah satunya ada penjabaran tentang Perang Salib yang lumayan lengkap di halaman 132-136.

Dan di separuh buku, penulis juga menyelipkan kehidupan Gajah Mada, seperti disebutkan di halaman 269 bahwa Gajah Mada begitu setia mengabdi. Ia adalah garda terdepan yang menjaga kehormatan dan wibawa keluarga kerajaan. Hasutan untuk makar terhadap keluarga kerajaan dijawab dengan hukuman mati ditempat tanpa pengadilan panjang. Jika membicarakan Majapahit, tentu tak lepas akan kisah Putri Dyah Pitaloka. Ya, kisah Hayam Wuruk dan Putri Dyah Pitaloka yang ceritanya terkenal dalam sejarah Indonesia juga diselipkan di halaman 364-370

“Saya suka orang yang membaca karena mereka bagaikan laut dalam yang harus diselami untuk dapat melihat keindahannya dan tak akan pernah ada batas untuk berhenti. Tidak seperti pantai dangkal yang walau indah dan jernih dengan karang dan ikan-ikan kecil berwarna, segalanya terbatas dengan lingkup yang terbatas.” (hlm. 56)

Oya, Rafa yang menjadi tokoh utama dalam buku ini semacam kolektor untuk benda-benda yang langka dan tentunya mahal. Suatu hari, dalam sebuah pelelangan, dia menemukan semacam harta karun. Bukan untuk menambah kekayaannya pribadi, tapi lebih ke rasa nasionalis dalam dirinya muncul. Ada sesuatu yang harus diselamatkan bagi sejarah Indonesia. Apakah itu?

“Saya harus mengaku bahwa kali ini saya tidak bisa menahan diri, James. Gulungan papirus itu bisa menjadi salah satu kekayaan nasional Indonesia, James!” (hlm. 158)

Menulis buku bersetting sejarah bukanlah hal mudah. Butuh riset yang mendalam. Terlebih dalam buku ini kita tidak hanya menemukan satu peradaban, tapi beberapa. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, mulai dari Eropa bahkan Asia. Hal yang agak rancu adalah tentang keberadaan Picaro yang sempat berkunjung ke Sriwijaya. Padahal menurut buku Sejarah, Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran di  tahun 1025, dan sejak 1183 Kerajaan Sriwjiwaya dibawah kendali Kerajaan Dharmasraya.  Sedangkan Kerajaan Majapahit di bawah kekuasaan Hayam Wuruk dengan rentang waktu tahun 1350-1389. Padahal dalam novel ini disebutkan jika Picaro setelah berada di Sriwijaya, sempat menetap di Majapahit selama lima bulan. Jika berdasarkan buku sejarah, rentang waktu antara Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majaphit amat lama, kan?!? X)) #MumetSendiri

Meski begitu, buku ini amat direkomendasikan bagi penyuka novel bersetting sejarah. Mungkin kalo ini difilmkan bakal keren, karena bakal banyak menguak sejarah dan peradaban dunia, juga Indonesia! 😉

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Mungkin karena ini satu-satunya cara yang kita tahu untuk bisa tetap saling memiliki. (hlm. 41)
  2. Ketika kita dicintai oleh orang yang kita cintai, ketika kita dapat berbagi pada sesama, ketika kita dapat mewujudkan apa yang kita inginkan. (hlm. 87)
  3. Kebenaran adalah sesuatu yang hakiki dan ilahi. Begitu banyak hal yang pada awalnya kita percayai sebagai suatu kebesaran Tuhan, secara perlahan mulai dapat dijelaskan dengan logika manusia. (hlm. 91)
  4. Tuhan menciptakan segala sesuatunya melebihi apa yang dapat dipikirkan manusia dan segala yang terlihat maupun yang tak terlihat. (hlm. 98)
  5. Kita harus tahu kapan saat memulai dan kapan saat berhenti. (hlm. 344)
  6. Masakan yang baik akan menghilangkan lapar, masakan yang hebat akan menggerakkan seluruh panca indra. (hlm. 362)
  7. Cinta sejati adalah abadi dan tiada akhir. (hlm. 388)
  8. Karena Tuhan membuat segalanya indah pada waktu-Nya. (hlm. 404)
  9. Cinta membuat segalanya berubah. (hlm. 405)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kamu jangan mulai naif. Kamu belum melihat dunia dan jangan kita terlalu yakin atas apa yang kita alami. (hlm. 38)
  2. Berhati-hati dalam memilih istri. (hlm. 46)
  3. Tidak ada artinya berkelakuan sempurna dalam tata perayaan agama apabila tidak dapat memperlakukan sesama manusia dengan baik. (hlm. 52)
  4. Tidak ada satu pun di dunia ini yang gratis atau setidaknya tanpa pamrih. (hlm. 159)
  5. Dikelilingi oleh pikiran-pikiran terbaik dunia tidak akan membuat kamu dapat menyentuh dunia. Saat kamu dikelilingi oleh pikiran-pikiran yang biasa-biasa saja atau malah mungkin di bawah rata-rata, maka kamu akan memiliki kekuatan yang menyentuh dunia. (hlm. 193)
  6. Seharusnya kamu tidak percaya akan indahnya dongeng. (hlm. 405)
  7. Dunia penuh dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk menipu kalau kamu begini lugu. (hlm. 405)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Erstwhile: Persekutuan Sang Waktu

Penulis                                                 : Joseph Rio Jovian Haminoto

Desain cover & ilustrasi                 : Enrico Soekarno

Tata letak                                            : gramata@Amanina Qonita

Editor cerita                                        : Carolina Kartika Widyastuti

Editor eksekutif                                                : Jenny Kartawinata

Editor                                                    : Arief Wicaksono

Penerbit                                              : Gramata Publishing

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 460 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-8986-82-3

Advertisements

3 thoughts on “REVIEW Erstwhile

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s