REVIEW Flow di Era Sosmed

img_20160902_121504

“Membaca itu seperti melatih otot, semakin sering dilakukan, maka otot membaca kita akan semakin kuat. Oleh karena itu, mulailah membaca buku yang membuat kita tertarik untuk membacanya. Apabila otot membaca kita sudah menguat, kita akan dapat membaca dengan variasi tema dan bobot yang berbeda. Dengan begitu, minat membaca akan meningkat seiring dengan banyaknya materi bacaan yang dapat kita peroleh.” –Dee-

Semakin derasnya kepungan media sosial seperti facebook, twitter, instagram, snapchat, path, whatapps, line, kakaotalk dan masih banyak yang lainnya, tentunya menjadi tantangan diri sendiri untuk meningkatkan minat baca pada buku. Ya, kita sering berkeluh kesah bahwa dengan banyaknya kegiatan dan pekerjaan yang seabrek mengakibatkan tidak ada waktu untuk membaca. Tapi, nyatanya justru kita punya banyak menghabiskan waktu mengecek akun sosmed kita. Dari hal penting sampai yang nggak penting. Dari hal berita gempa sampai berita hoax pun kita baca.

“Apa yang kami coba lakukan di facebook adalah menolong manusia untuk saling berhubungan dan komunikasi.” –Mark Zuckerberg-

Kita tidak perlu menyalahkan keberagaman masuknya informasi, terutama melalui akun-akun sosmed yang kita miliki. Kenapa kita tidak memanfaatkannya untuk menarik minat baca bagi diri sendiri dan juga orang lain?

BACA: Kegiatan Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial

Kalau saya pribadi, menerapkannnya untuk promosi perpustakaan sekolah dimana saya bekerja. Bahkan best practise yang saya bawa untuk pemilihan tenaga perpustakaan sekolah yang diadakan oleh Kemendikbud mewakili Lampung di tingkat nasional juga mengambil tema yang berhubungan dengan sosial media.

BACA: Penerapan & Dampak Promosi Perpustakaan Melalui Media Sosial di SMA Negeri 2 Metro

Bapak Hernowo, penulis buku ini pun juga menerapkannya di kampus-kampus tempat beliau mengajar. Membuat grup facebook yang isinya para mahasiswanya bertujuan untuk berinteraksi dalam hal pembelajaran. Tugas-tugas kuliah dikirim via e-mail. Titik tekan beliau dalam memberikan tugas menulis via e-mail adalah memberikan kesempatan kepada setiap mahasiswa untuk mengeluarkan pikiran orisinalnya dengan kemauan untuk berlatih menulis.

Kenapa buku-buku diktat kuliah serasa berat dan membosankan untuk kita baca? Membaca buku-buku kuliah memang tidak dapat dilakukan secara nyaman dan menyenangkan apabila kita tidak memiliki ketrampilan membaca atau pengalaman membaca yang menyenangkan di masa kecil. Membaca buku-buku kuliah tentu saja dapat dilakukan secara nyaman dan menyenangkan apabila kita memang memiliki passion akan ilmu yang disajikan oleh buku-buku kuliah tersebut dan ditambah dengan kepemilikan ketrampilan membaca yang kita kumpulkan semasa kecil.

“Untuk bisa membaca banyak buku, diperlukan dua hal, yang uang dan waktu tidak termasuk di antaranya. Dua hal tersebut adalah gairah dan kerendahan hati bahwa kita menjadi banyak tak tahu.” –Helvy Tiana Rosa-

Ada tiga kegiatan membaca yang baik:

  1. Membaca yang baik adalah semacam kemampuan membaca yang di dalamnya terdapat kesiagapan menemukan buku yang baik.
  2. Membaca yang baik juga berarti memanfaatkan kegiatan membaca sebagai kegiatan belajar.
  3. Membaca yang baik adalah tentu saya membaca yang efektif – sebuah kegiatan membaca yang memiliki efek atau pengaruh terhadap peningkatan kualitas diri.

“Buku seperti makanan, tetapi makanan untuk jiwa dan pikiran. Buku adalah obat untuk luka, penyakit, dan kelemahan-kelemahan perasaan dan pikiran manusia. Jika buku mengandung racun, jika buku dipalsukan, akan timbul bahaya kerusakan yang sangat besar.” –Ali Syari’ati-

Tips membaca untuk memperkaya diri dengan kata-kata dan meningkatkan kualitas pikiran:

  1. Membaca untuk kesenangan. Membaca itu berat. Yang menyebabkan membaca itu berat adalah kita tidak mampu memahami apa yang kita baca. Atau, kadang membaca itu kita anggap berat karena kita mempersepsi bahwa membaca itu memang berat. Untuk itu, langkah pertama dalam upaya kita dapat memasuki dunia membaca dan membiasakan membaca dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan melakukan kegiatan membaca yang menghadirkan rasa senang.
  2. Mulai memilih dan mengumpulkan bacaan yang bergizi. Tak ada buku yang menarik untuk dibaca. Apabila tidak ada buku yang menarik untuk dibaca, jangan menyerah. Kita dapat mulai membaca artikel atau tulisan-tulisan pendek yang banyak tersebar di dunia maya. Biasakanlah setiap hari menemukan satu tulisan pendek yang menarik perhatian kita.
  3. Membaca secara ngemil. Tidak ada waktu untuk membaca. Kesibukan waktu telah membuat waktu membaca kita menjadi hilang. Jika demikian, lakukanlah membaca secara ngemil. Agar kegiatan membaca ngemil ini efektif, jangan lupa menjalankannya bersama poin ketujuh (menulis mengalir bebas untuk mengeluarkan atau menunjukkan hasil membaca ngemil).
  4. Membaca untuk memasukkan kata-kata. Untuk apa membaca? Apa gunanya? Mengapa perlu membaca teks? Membaca teks adalah cara terampuh untuk memperkaya koleksi kata di dalam diri kita. Dengan memiliki beragam dan banyaknya kata, komunikasi kita (baik secara lisan maupun tertulis) akan lebih lancar dan tidak membosankan pendengar kita.
  5. Membaca untuk memasukkan sesuatu yang penting dan berharga. Ada banyak kegiatan lain selain membaca yang dapat memberi kita hal-hal penting dan berharga. Kegiatan lain itu kadang lebih mudah dilakukan ketimbang membaca. Apa pentingnya membaca? Memang, membaca tidak lantas menjadikan seseorang sukses dalam menempuh studi, karier atau menjalankan kehidupannya di dunia. Namum, tak sedikit orang yang sukses gara-gara kegemarannya membaca. Hanya dengan membaca bukulah kita dapat memasukkan sesuatu yang penting dan berharga. Kita tak hanya akan tahu sebuah ilmu dalam bentuk ‘kulitnya’-nya, tetapi juga ‘jeroan’-nya.
  6. Menulis untuk menunjukkan sesuatu yang penting dan berharga yang diperoleh dari membaca. Kemungkinan besar, membaca menjadi berat karena usai membaca, kita tidak memperoleh apa-apa. Mungkin saja ada yang kita peroleh, tetapi yang kita peroleh itu tidak tersusun secara baik dan mudah sekali hilang, akhirnya kita lupakan. Apabila kita tidak ingin sia-sia membaca, lanjutkan kegiatan membaca dengan menuliskan secara bebas apa saja yang ada di pikiran sesuai membaca.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Flow di Era Sosmed

Penulis                                 : Hernowo Hasim

Penyunting                         : Budhyastuti R.H.

Proofreader                       : M. Eka Mustamar

Desainer sampul              : Wirastuti

Penerbit                              : Kaifa imprint PT Mizan Pustaka

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 228 hlm.

ISBN                                      : 978-602-0851-48-8

Advertisements

One thought on “REVIEW Flow di Era Sosmed

  1. Pingback: Daftar Bacaan tahun 2016 | Luckty Si Pustakawin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s