REVIEW Let Me Be With You

let-me-be-with-you

Cinta adalah sebuah rasa yang terkadang mengguratkan luka hingga menyisakan air mata. Rasa yang terkadang menciptakan senyum dan tawa bahagia. Rasa yang terkadang menciptakan senyum dan tawa bahagia. Namun, meski terkadang mengguratkan luka, cinta akan mengalirkan bahagia pada orang-orang yang tulus merasakannya karena keindahan cinta akan memulihkan segalanya. (hlm. 346)

KINANTI. Menjadi perempuan dewasa, 27 tahun memasuki masa kritis dan krisis dengan pertanyaan kapan kawin oleh keluarganya. Apalagi kakaknya sudah bertunangan, makin kian gencar keluarganya menanyakan kapan dia menyusul, padahal pacar pun nggak ada.

“Kamu kapan nyusul, Kin?”

“Nanti nyusul sebentar lagi.”

“Iya dong, Kin. Tante pengin banget lihat kamu pakai kebaya pengantin.”

“Kalau mau lihat, besok aku pakai kebaya kok pas acara tunangan Mas Harlan.”

“Kamu itu, paling susah kalau diajak ngomong soal beginian.” (hlm. 9)

RIVAN. Entah sejak kapan dia suka menulis. Mungkin sejak pertama kali ia mendapat honor dari sebuah majalah Kanada. Jika ada yang mengatakan ia menulis demi uang, ia tidak akan menyangkalnya. Ia mendapatkan banyak hal, termasuk bisa meninggalkan Kanada dan kembali ke Indonesia sebagai Rivan Arya yang bisa mengangkat wajah untuk menatap yang ada di depannya.

“Kamu harus menikah jika ingin histeria atas dirimu berkurang. Kamu laki-laki lajang, tampan dan pandai merangkai kata-kata romantis. Jangan salahkan mereka jika mereka seperti itu.” (hlm. 49)

Sama-sama masih single, mereka terlibat dalam perjodohan. Jika biasanya seseorang dijodohkan akan berusaha mengelak bahkan menolak, tidak dengan Kinanti maupun Rivan. Kinanti yang terus menerus ditanya kapan kawin dan Rivan yang kewalahan memiliki banyak fans yang merupakan pembaca bukunya yang best seller, mereka memutuskan untuk menerima perjodohan tersebut. Setelah menikah, barulah cerita kehidupan mereka dimulai.

“Kakak bisa menolak kalau kakak keberatan dengan upaya perjodohan kita. Saya pernah coba untuk menolak tapi gagal. Mungkin kalau kakak yang bicara mereka akan dengar. Kakak mau bilang itu ke Bunda sama Harlan? Kalau kakak merasa keberatan dan terganggu, kakak bisa bilang dan menolak.”

“Kakak tanya kamu, apa kamu mau menolak kakak? Apa kamu keberatan kalau kita coba mengikuti rencana mereka?” (hlm. 38)

Ini bukan sekedar bertema perjodohan, tapi juga keluarga. Terutama dari sisi Rivan, kita bisa melihat bagaimana imbas masa lalunya yang masih menghantuinya di masa depan. Lewat pribadi Rivan, penulis juga menyelipkan pengetahuan seputaran kehidupan penulis, yang meski bukunya best seller tapi juga memiliki beban karena banyak pembaca yang ingin mengetahui sisi kehidupannya. Ya, di zaman sekarang ini, penulis seperti bintang film atau penyanyi yang naik daun, fans akan selalu ingin tahu kehidupan idolanya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Masing-masing orang kan punya hobi yang beda. (hlm. 30)
  2. Terkadang perjodohan itu menyenangkan. (hlm. 46)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Santai tapi sewot ngomongnya! (hlm. 10)
  2. Kamu ini cewek apa bukan, sih? (hlm. 11)
  3. Gaya lu ngebut, di Jakarta mana bisa ngebut, jalan dikit aja sudah kepentok macet. (hlm. 20)
  4. Kalau iseng tapi sukses sih bukan iseng lagi. (hlm. 30)
  5. Pinter banget ngeles lu, kayak bajaj. (hlm. 40)
  6. Laki-laki tidak akan pernah mengerti apa yang kaum kam pikirkan, walaupun selama ini mereka mengaku mengerti. (hlm. 45)
  7. Sebenarnya sampai sekurus apa perempuan baru merasa puas? (hlm. 45)
  8. Aku masih mahluk sosial, mana mungkin aku tidak punya teman. (hlm. 46)
  9. Jangan seenaknya bikin rencana. (hlm. 46)
  10. Kamu seharusnya bilang kalau kamu nggak ngerti apa yang tadi kami bicarakan. (hlm. 59)
  11. Ada ya nikahan dadakan. (hlm. 91)
  12. Jangan suka memuji kelebihan. (hlm. 225)
  13. Jadi kamu akan menyerah? (hlm. 292)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Let Me Be With You

Penulis                                 : Ria N. Badaria

Editor                                    : Nuriyah Amalia

Desain cover                      : Marcel A. W.

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Januari 2015

Tebal                                     : 352 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1326-9

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW Let Me Be With You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s