REVIEW Unrequited Love

photogrid_1486012540531

“Jangan berhenti, jangan berhenti menyukaiku.” (hlm. 180)

Aya mengenal Kendra akibat teman masa kecilnya, Misa, yang mengagumi pemuda itu. Seorang mahasiswa jurusan hukum yang tampan, cerdas, dan popular. Dan kebetulan Kendra bersahabat dengan Ruli, kakak lelaki Aya. Suatu hari, Aya memergoki Kendra tengah mencium Ruli, yang sedang tertidur. Aya terkejut. Siapa sebenarnya Kendra?

“Jangan-jangan dia menyukaimu ! Wah, aku setuju sekali kalau kamu jadi adik iparku.”

“Tidak mungkin!”

“Memangnya kenapa? Adikku cukup manis kok!”

“Tapi bukan tipeku dan sudah pasti aku juga bukan tipenya.”

“Terus tipemu itu seperti apa?”

“Seperti Nabila JKT48 mungkin…” (hlm. 31)

Dari sinopsisnya, bisa ditebak jika buku ini bertema LGBT. Ini bukanlah buku bertema LGBT pertama yang saya baca. Untuk buku terjemahan, ada Wil Grayson, wil grayson yang ditulis oleh John Green. Dan untuk buku lokal, saya pernah membaca Will of Song yang ditulis oleh Jason Abdul. Belum lama ini juga saya sudah membaca Above the Stars yang ditulis oleh D. Wijaya.

Sama seperti buku sebelumnya yang saya baca tentang LGBT, buku ini juga tidak menyajikan hal-hal yang membuat kita merinding. Dikemas seperti novel pada umumnya. Yang sedikit membedakan adalah di novel ini nggak berfokus pada si tokoh utama yang mengalami LGBT, tapi justru dari sisi luar. Ayu adalah representasi masyarakat yang menghadapi seseorang yang LGBT. Mereka tidak perlu dijauhi, tapi dirangkul. Kalau bisa diberikan solusi, siapa tahu ada jalan pemecahannya.

“Kamu belajar apa?”

“Mencari referensi untuk menyembuhkanmu.”

“Kamu serius?”

“Tentu saja! Aku kan sudah bilang, aku akan menyembuhkanmu!”

“Dengar, aku tidak gila! Memang aku punya orientasi seksual yang berbeda, tapi selain itu aku normal! Aku tidak butuh pengobatan apa pun!” (hlm. 61)

Perlu diingat, seseorang yang mengalami LGBT tidak perlu diceramahi, apalagi sampai membawa-bawa agama. Mereka hanya ingin didengarkan, mereka pun tidak ingin ditakdirkan seperti itu. Mereka yang mengalami LGBT biasanya memiliki rasa trauma yang cukup berat di masa lalu hingga menimbulkan luka yang cukup mendalam di masa depan. Seperti yang dialami Kendra.

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Aku bukan orang yang mudah jatuh cinta sepertimu. (hlm. 13)
  2. Justru itu tantangannya. Semakin sulit didapat semakin menarik! (hlm. 15)
  3. Apa kamu percaya gossip itu? (hlm. 18)
  4. Angka pengangguran meningkat, kita tidak boleh diam! (hlm. 19)
  5. Masa kamu mau tidur sebelahan sama cowok yang bukan keluargamu? (hlm. 24)
  6. Jangan melakukan tindakan asusila di wilayah kampus. (hlm. 35)
  7. Kenapa kamu melihatku terus? Terpesona dengan ketampananku? Pasti kamu berpikir sayang wajah seganteng seganteng ini homo, kan? (hlm. 50)
  8. Pintar juga kamu mengarang cerita! (hlm. 109)
  9. Jangan sembarangan. Menikah itu bukan permainan! (hlm. 187)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Unrequited Love

Editor                                    : Ananda Nizma

Layout                                  : LL

Cover                                    : RW

Penerbit                              : Rafferty Publishing House

Terbit                                    : 2016

Tebal                                     : 219 hlm,

ISBN                                      : 978-602-74908-6-4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s