REVIEW Bridge to Terabithia

terabithia-1

Dirimu adalah dirimu, bukan orangtuamu.

Adalah Jesse Aarons, berasal dari keluarga menengah kebawah dengan keluarga besar; memiliki dua kakak dan dua adik. Keempat saudaranya ini perempuan semua. Kebayang kan betapa tersiksanya dia? Salah satu efeknya adalah ketika sepatunya rusak dan sudah tidak layak pakai, mamanya membuangnya dan menggantinya dengan sepatu pink kakaknya. Ayahnya bilang bahwa harusnya Jess harus dibelikan sepatu baru, sementara mamanya berbisik bahwa mereka tidak ada uang lebih untuk membelikan sepatu bagi Jess.

Salah satu cara agar tidak malu ke sekolah adalah mewarna sepatu kakaknya, yang mulanya pink berubah menjadi hitam. Itupun sedikit luntur saat di perjalanan menuju sekolah. Setiap harinya, Jess dan adiknya, May Belle ke sekolah dengan menaiki bus yang melintasi rumah mereka. Yup, rumah mereka di pinggiran hutan. Wajar saja jika Jess kesepian, rumah jauh dari pemukiman dan saudaranya perempuan semua. Ditambah lagi dia memiliki tugas tambahan untuk membantu ayahnya untuk mengurusi kebun kaca di pekarangan rumah mereka.

Balik lagi ke sepatu. Bagi Jess, sepatu ini sangat berpengaruh karena dia akan mengikuti perlombaan lari di sekolahnya yang hanya diikuti anak-anak laki di sekolahnya. Ternyata, anak baru di kelasnya, Leslie yang terlihat tomboy mengikuti kompetisi ini dan mengalahkan semua anak laki-laki. Keren!

Sejak itu, Jess dan Leslie sering terlihat bersama. Ditambah lagi, ternyata keluarga Leslie pindah ke seberang rumah Jess. Setiap pulang sekolah, mereka bermain di hutan. Di sana, mereka akan menyeberangi sebuah sungai kecil dan ketika melompatinya, mereka akan berpindah ke sebuah tempat ajaib yang mereka namakan Terabithia. Awesome!

Dari Leslie, Jess banyak belajar bahwa hidup harus mencoba sebuah tantangan dan hal-hal yang baru. Ibarat kita harus keluar dari zona nyaman. Kehidupan kita adalah apa yang dipikirkan kita. Suka sekali dengan keluarga Leslie. Mungkin karena ayah dan ibunya seorang penulis, Leslie tumbuh sebagai anak yang pikirannya terbuka. Oya, di rumah Leslie tidak ada televisi, meskipun itu sempat ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya saat suatu hari guru mereka menyuruh menonton sebuah acara di televisi dan merangkumnya. Yup, kalau dipikir-pikir, televisi seperti racun yang menggeorogoti otak manusia jika berlebihan.

terabithia-2

Dari sekian banyak tokoh, justru paling suka dengan May Belle, adik Jess. Unyu, meski cengeng. Paling miris waktu Janice mengganggunya dan Jess sebagai kakaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagai balasannya, Leslie mengajak Jess untuk merencanakan hal jahil untuk Janice yang juga kerap mengganggu Leslie dan yang lainnya. Di sepertiga akhir cerita, kita bisa melihat bahwa Janice sebenarnya representasi anak yang haus kasih sayang. Realitanya memang begitu, anak-anak yang kerap berbuat ulah di sekolah, biasanya memiliki masalah di keluarganya. Anak-anak seperti ini harus dirangkul, bukan dijauhi.

Meski endingnya cukup pilu dan nyesek, tapi banyak sekali hikmah yang bisa kita petik dari hidup Jess maupun Leslie. Mereka adalah representasi anak-anak kesepian dengan masalah yang berbeda. Meski saling memiliki kekurangan, mereka sebenarnya melengkapi satu sama lain.

Pokoknya suka, suka banget ama buku ini. Begitu juga dengan versi filmnya pun juga suka banget! Cocok buat anak-anak! 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Bridge to Terabithia

Penulis                                 : Katherine Paterson

Penerjemah                       : Rina Wulandari

Penyunting                         : Shinta, Nurahdiansyah

Penyelaras aksara            : Lian Kagura

Penata aksara                    : CDDC

Ilustrasi sampul                 : Alvinxki

Perancang sampul           : Alvinxki

Penerbit                              : Noura Books

Terbit                                    : Desember 2016

Tebal                                     : 234 hlm.

ISBN                                      : 978-602-385-172-0

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW Bridge to Terabithia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s