REVIEW Imaji Terindah

“Apa artinya kalau seseorang hadir terus dalam mimpi kita?”

“Itu artinya elo sayang dia, bodoh. Dan elo nggak bisa membiarkan dia pergi.” (hlm. 260)

CHRIS. Diantara ratusan wajah di sekolah, dia cukup populer di kalangan adik kelas. Beberapa kali mampir ke kelas lain, selalu ada siswi yang langsung mencuri pandang. Bagi Aki, tidak banyak cowok seumurannya yang cocok memakai kacamata. Tak jarang mereka malah terlihat seperti kutubuku. Chris benar-benar sebuah pengecualian. Jika suatu saat nanti Chris berniat menggantinya dengan softlens, mungkin Aki akan jadi orang pertama yang protes. Chris berprinsip, jika ingin menjadi cool seperti Reno seharusnya tidak banyak berpikir, apalagi paranoid. Yang ia lakukan pada Aki adalah hal wajar.

KIANTI atau biasa dipanggil AKI. Sentuhan kecil yang membuat seluruh tubuh Aki seperti tersetrum dan segala logika di kepala hampir hilang karenanya. Karena Chris. Orang yang baru Aki sadari rela ditolaknya berkali-kali dan tetap menawarkan persahabatan yang sama dengannya. Dan orang ini terlihat begitu menawan dibingkai bayangan matahari senja. Tubuh ramping dan tingginya membuat Aki merasa kecil, namun terlindungi, bukan terintimidasi. Aki pernah memiliki teman-teman terbaik di Jepang; Satsuki, Rin dan Kei. Mereka tinggal berdekatan. Satsuki dan Rin sebaya dengannya, sedangkan Kei lebih tua dua tahun. Walau seumuran, Satsuki dan Rin selalu menganggapnya sebagai adik kecil yang harus mereka jaga.

KEI. Besar di keluarga Kaminari yang tidak seperti keluarga Jepag kebanyakan. Mereka menjunjung tinggi adat lokal, tetapi selalu bersetelan jas lengkap dengan ragam koleksi dasi Ike Behar yang bahkan mengalahkan isi lemari perempuan. Mereka menjamu tamu dengan sado (upaya minum teh untuk menjamu tamu dalam budaya Jepang), tetapi juga mampir ke Starbucks sebelum menjalani rutinitas kerja di landmark tersibuk Minami, Kaminari Tower.

“Kamu mau kan jadi sahabatku?”

“Hanya sahabat? Jadi, kamu beneran nolak aku, ya?”

“Kamu kayaknya juga nggak sakit hati.”

“Hahaha. That’s me. Emotionally involved itu cuma bikin pusing aja.”

“Terus, kenapa nembak aku?”

“Karena kamu buat aku penasaran sama apa yang namanya terikat.”

“Terikat? Kamu bahkan bukan pacarku.”

“Dan sifat setengah polos dan setengah jutek kamu itu bikin aku makin penasaran.” (hlm. 55)

Seperti di kebanyakan sekolah pada umumnya, selalu saja ada semacam genk seperti gerombolan lebah yang selalu mengganggu lebah lainnya. Seperti Rimbi dan anak buahnya yang merasa terancam dengan keberadaan Aki, anak baru pindahan dari Jepang yang cepat melejit melebihi mereka. Apalagi Chris yang merupakan cowok popular di sekolah, justru malah mendekati Aki. Rimbi yang dekat Chris, merasa posisinya tergantikan Aki. Padahal selama ini, Chris memang tidak pernah menganggapnya lebih dari sekedar sahabat. Tapi Rimbi ingin lebih. Cewek mah gitu, gampang bapernya x))

“Percaya sama aku; nggak ada cowok yang deketin cewek semenarik kamu karena kasihan. Termasuk aku, Aki. Makin kamu nolak aku, makin penasaran aku jadinya. Dan apa yang aku dengar di ruang guru, saat bokap kamu ngomong sama Coach Dharma, itu nggak mengubah pandanganku.” (hlm. 123)

Dari awal, Aki sudah menolak Chris. Seperti yang dilakukannya dulu terhadap Kei. Aki merasa tidak pantas untuk dicintai, apalagi memiliki. Baginya, dia tidak mau merepotkan orang lain, juga tidak mau menyakiti orang lain. Semakin Aki menolak, semakin Chris berusaha mendekatinya.

Selain hubungan asmara antara Chris-Aki-Kei, juga persahabatan antara Chris-Rimbi, juga ada masalah keluarga yang dibahas dalam buku ini. Rimbi adalah representasi korban kekerasan keluarga yang dilakukan ayahnya. Seringkali menemukan siswa seperti ini, sebagai pelampiasannya biasanya mereka tipe-tipe pemberontak’ di sekolah. Percayalah, bahwa siswa tipikal Rimbi yang disegani teman-temannya di sekolah, justru merasa ‘kecil’ di lingkungan keluarga. Remaja seperti ini harus dirangkul, karena jika dibiarkan akan mengakibatkan depresi yang fatal.

Berbeda sekali dengan ayah Aki yang sangat perhatian dengan anaknya meski porsinya hanya sedikit ditampilkan dalam buku ini. Rimbi sama seperti Aki. Sama-sama sudah tidak memiliki ibu. Bedanya, ayah Aki memperlakukan anaknya seperti putri, sedangkan ayah Rimbi tetap si petinju yang kini malah menjadikan anaknya samsak.

“Di antara hari-hari gue yang penuh hukuman, elo ibarat penghargaan yang layak gue dapatkan.”

“Gue bukan penghargaan. Gue sahabat elo.”

“Apa gue kurang kesakitan biar elo kesakitan?”

“Gue sahabat elo. Maka itu, gue akan bantu.” (hlm. 139)

Meski ini berakhir sad ending, tapi banyak pesan moral yang bisa diambil baik dari kehidupan sisi Chris maupun sisi Aki. Kisah Chris dalam buku ini merupakan bagian dari seri keluarga Hanafiah yang ditulis oleh Sitta Karina.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ada waktunya hidupmu akan dan hanya di temani kopi. (hlm. 8)
  2. Jadilah pelopor dalam kehidupanmu sendiri. Lakukan hal berbeda tanpa mengeluh! (hlm. 10)
  3. Kita masih muda, banyak hal dan kejutan bisa terjadi. (hlm. 54)
  4. Tiap orang yang bahagia pasti memiliki seseorang yang membuat dirinya merasa penting dan berarti. (hlm. 218)
  5. Orang yang tidak menyerah terhadap persahabatan yang sudah porak-poranda, apalagi namanya kalau bukan pahlawan terhadap persahabatan itu sendiri? (hlm. 242)

Banyak sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kalau memang bodoh, lantas kenapa malah disegani? (hlm. 17)
  2. Belum pernah jatuh cinta ya? Hati masih perawan? (hlm. 38)
  3. Jangan jatuh cinta kalau nggak berani sakit hati. (hlm. 41)
  4. Kejutan nggak selalu menyenangkan. (hlm. 54)
  5. Punya pacar, tapi juga punya banyak sahabat cowok, terus punya temen deket cowok, bahkan masih dikelilingi temen-temen cowok lainnya. Bener-bener pelecehan laki-laki. (hlm. 70)
  6. Pastikan rasa kesalmu ini nggak membiarkan kamu jadi bersikap nggak adil. (hlm. 74)
  7. Perempuan kerap gagap dan salting saat berhadapan dengan laki-laki menawan. (hlm. 98)
  8. Sahabat selalu bicara dari hari ke hati, bukan kabur melulu, apalagi pas ada masalah. (hlm. 124)
  9. Kalo elo punya niat baik dan ingin melakukan sesuatu yang baik, lakukan. Nggak perlu umbar dengan kata-kata. Perbuatan sudah cukup jadi bukti yang jelas. (hlm. 142)
  10. Kamu nggak bisa atur perasaan orang. (hlm. 163)
  11. Kamu bersikap baik kepada seseorang dan ia akan mengembalikannya dengan kebaikan yang sama atau malah hal yang menyakitkan. Tapi, apa kamu bisa mencegahnya saat ia membalasmu dengan cinta? (hlm. 163)
  12. Jangan coba-coba ikut campur urusan orang. (hlm. 236)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Imaji Terindah

Penulis                                 : Sitta Karina

Editor                                    : Siti Nur Andini

Penata letak                       : Rizal Rabas

Desainer sampul              : Sitta Karina

Foto sampul muka           : Andra Alodita

Penerbit                              : Literati imprint Lentera Hati

Terbit                                    : Desember 2016

Tebal                                     : 290 hlm.

ISBN                                      : 978-602-8740-60-9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s