REVIEW Tahajud Cinta di Kota New York

Apakah ada orang yang mampu menentukan pada siapa dirinya akan jatuh cinta atau tidak jatuh cinta? (hlm. 305)

DARA PARAMITHA. Gadis berusia dua puluh satu tahun itu tak menyangka suatu saat ia bisa dengan tegas mengambil keputusan seperti ini, justru setelah ia tinggal di New York selama setahun. Di Negara paling multikutural di seluruh dunia, di mana sebagian besar gadis-gadis muda susianya memilih bersenang-senang dan menikmati kebebasan hidup serta kebebasan berpenampilan.

Selama hidupnya di Jakarta dulu Dara dikenal memiliki banyak kenalan penting dan paling eksis dalam pergaulan remaja kelas atas. Sebagai anak dari seorang pergaulan remaja kelas atas. Sebagai anak dari seorang pengusaha salah satu perusahaan property besar di Indonesia, Dara biasa hidup bergelimang kecukupan. Dalam lingkungan pergaulannya, ia juga dikenal sebagai seorang fashionista. Pakaian yang dipilihnya selalu bermerk mahal. Bukan hanya hasil rancangan designer pakaian kelas dunia, juga rancangan designer pakaian terkenal di Indonesia. Terkadang ia mendesain sendiri apa yang ingin dipakainya. Keputusannya untuk berubah jelas akan menjungkirbalikkan semua imej fashionista modern yang melekat pada dirinya selama ini.

“Are you sure? Kamu yakin dengan keputusanmu ini, Dara?”

“I’m really really sure about this. Aku ingin sepertimu, Aisyah.”

“Ini bukan keputusan yang suatu saat bisa kamu ubah sembarangan, Dara. Ini adalah komitmen seumur hidup. Dan kamu… jangan sekali-kali memutuskan ini hanya karena ingin seperti aku.” (hlm. 17)

Kedekatan Dara dan Aisyah berawal saat Dara membela Aisyah yang dipermainkan oleh teman sekelasnya sendiri, Brian, hanya karena penampilannya. Brian memang sering kali meledek cara berpakaian Aisyah. Sejak ekjadian itu Dara mulai dekat dengan Aisyah. Awalnya ia hanya ingin membantu agar gadis itu lebih terbuka dan bergaul dengan banyak teman.

Keadaan kini berbalik. Awalnya Dara ingin membuat Aisyah menjadi gadis yang lebih gaul dan bergaya sedikit modern. Kenyataannya, Aisyah tidak bisa berubah. Ia tetap pendiam dan caranya memakai kerudung tetap sederhana. Justru kini Dara mulai terpengaruh Aisyah. Ia mulai tertarik dengan cara hidup Aisyah yang sangat Islami. Ia ingin merasakan juga ketenangan yang dirasakan Aisyah. Dara memutuskan ingin berpakaian serba tertutup dan tampil bersahaja. Ini bukan keputusan yang ia buat hanya karena emosional sesaat. Dara sudah menyelaminya secara serius tepatnya sejak empat bulan lalu.

“Kau memutuskan ingin menjadi seorang muslim karena kau benar-benar yakin dengan agama ini? Apakah kau sudah benar-benar yakin dengan agama ini? Apakah kau sudah benar-benar paham tentang Islam? Apakah kau sudah tahu dengan persis apa saja kewajiban seorang muslim? Kau sudah paham tentang rukun iman dan rukun Islam?” (hlm. 341)

Membaca kisah Dara dalam buku ini seperti membaca tulisan-tulisan penulisnya dalam serial Around the World with Love. Sama seperti serial tersebut, buku ini juga memuat unsur islami tapi tanpa terkesan menggurui.

Berikut beberapa selipan islami dalam buku ini, terutama perihal hijrahnya Dara menjadi pribadi yang lebih baik:;

  1. Untuk memulai hijrahnya, Dara menyicil membeli baju yang sesuai syariah; baju-baju panjang dan longgar. Saya pun dulu begitu. Nggak perlu punya baju banyak, yang penting sedikit demi sedikit membeli baju panjang sebelum berhijab. Dengan seiring waktu, penampilan mulai berubah. Semua butuh proses, tidak bisa instan.
  2. Di halaman 31 disebutkan jika proses hijrahnya Dara, dia menghapus semua fotonya di FB saat belum mengenakan hijab.
  3. Dara tetap berpuasa meski sedang merantau di negara lain yang jam puasanya lebih lama dibandingkan di Indonesia. Belum lagi lingkungan sekitarnya yang menatapnya heran karena tidak makan dan minum seharian.
  4. Islamphobia yang terjadi di Negara yang penduduk Islamnya minoritas. Sebagai umat muslim, kita harus menunjukkan pribadi yang menyenangkan, bukan pribadi yang justru membuat kaum non muslim makin takut dan beranggapan bahwa Islam adalah agama berbahaya. Kita harus menunjukkan bahwa Islam tidak sama dengan teroris.
  5. Disebutkan di halaman 351 adalah dalam Islam diajarkan untuk menghormati orangtua. Walaupun berbeda agana dengan orangtua, sang anak harus menghormati dan menghormati mereka. Memang begitulah seharusnya semua manusia di dunia ini. Saling menghargai dan menghormati apa pun perbedaan keyakinan dan pandangan di antara kita.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jahat atau tidaknya seseorang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama yang dianut seorang itu. (hlm. 73)
  2. Setiap orang boleh berubah menjadi lebih baik, kan? (hlm. 241)
  3. Perasaan cinta tidak sembarangan jatuh pada setiap orang. (hlm. 320)
  4. Cinta tak bisa dijelaskan, cinta hanya bisa dirasakan. (hlm. 321)
  5. Hidup tak semudah teori. Ada banyak pertimbangan yang membuat seseorang memilih kenyataan yang tidak sesuai teori. (hlm. 326)
  6. Apalah arti sebuah nama? Yang penting adalah kepribadian pemilik namanya. (hlm. 350)
  7. Lakukan saja yang paling sesuai dengan kata hatimu. (hlm. 409)
  8. Tak ada manusia yang sempurna. Aku pun tidak sempurna. Jika kita bersama, maka kita akan sama-sama belajar menjadi manusia yang lebih baik. (hlm. 388)
  9. Bukankah salah satu kewajiban seorang muslim adalah percaya pada takdir yang telah ditetapkan untuk kita? (hlm. 389)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Seorang wanita itu bukan ‘hanya’. Kita juga bisa tak kalah hebatnya dengan laki-laki mana pun jika kita mau sungguh-sungguh berusaha. (hlm. 10)
  2. Jangan menuduh orang lain yang belum tentu benar. (hlm. 29)
  3. Kenapa kau sembarangan menuduh orang hanya dari penampilannya? (hlm. 103)
  4. Jangan pernah mabuk! Jika kau mabuk, kau bisa kehilangan akal sehatmu. (hlm. 46)
  5. Kenapa kamu tidak bisa berhenti berpikir negative? (hlm. 168)
  6. Jangan menuduh orang jika kau belum yakin benar. (hlm. 241)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Tahajud Cinta di Kota New York

Penulis                                 : Arumi E.

Cover designer                 : Oesmanovski

Layout                                  : Mustofa

Editor                                    : A. Latief

Penerbit                              : Zettu

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 420 hlm.

ISBN                                      : 978-602-7735-53-8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s