REVIEW Memento

Mereka yang pergi tidak bertanggung jawab atas sisa kenangan yang tidak mereka bawa serta. (hlm. 42)

SHALOM. Belum satu tahun bergabung dengan Sonya Clothing, tetapi ia sudah dipercaya untuk menduduki posisi manajerial. Meski pintar dalam mendesain, tidak banyak orang yang menyukainya. Jadi tidak heran jika dia tidak memiliki sahabat dekat. Dalam hidupnya tanpa disadari selalu berambisi untuk menjatuhkan bahkan menyingkirkan orang lain yang meremehkannya. Padahal, jika kita hidup hanya untuk menunjukkan kemampuan diri karena ingin unggul dari orang lain, hidup pasti akan terasa melelahkan. Seperti halnya hidup Shalom. Untungnya dia memiliki bapak yang selalu mengingatkannya.

HARMEIN. Adalah seorang web-developer yang tergabung dengan sebuah organisasi kecil. Ia bisa mengerjakan pekerjaannya di mana pun. Ia hanya perlu berkumpul satu kali seminggu, setiap hari Selasa, di kantornya yang terletak di luar kota. Satu-satunya pekerjaan yang mengikatnya adalah jam mengajarnya di fakultas desain dan snei rupa di sebuah institut teknologi swasta di kota. Itu pun hanya empat kelas dengan empat SKS.

WIRA. Shalom tidak menyangka jika Wira akan terobsesi dengannya. Dulu Shalom mendekatinya hanya untuk membalaskan ‘dendamnya’ pada Dayu. Bagi Shalom, Dayu terlalu angkuh. Dan mendekati Wira sebagai pelampiasannya. Awal yang buruk, juga akan berakhir buruk, Wira terus mendekatinya hingga tanggal pernikahannya makin dekat.

DIKA. Shalom adalah anak yang diadopsi oleh sepasang orangtua yang belum memiliki anak. Selang beberapa tahun kemudian, sang ibu melahirkan. Meski begitu, bapak dan ibu tetap menyayanginya seperti mereka menyayangi Dika, anak kandung mereka.

MOHAESA. Di Indihiang 1, dia membawahi seorang staf legal, seorang staf administrasi, seorang staf accounting, seorang staf pemasaran, seorang kasir dan empat puluh pekerja. Shalom, sang owner baru, bertugas memastikan Indhiang 1 tetap berjalan dan tidak runtuh. Ia bisa memosisikan dirinya sebagai GM atau apa pun yang dia suka.

ELGAR. Dia merasa terkekang oleh keinginan-keingina ibunya. Sang ibu, menginginkan Elgar mengelola perusahaan katering, tetapi Elgar lebih memilih menjadi reporter. Ia cinta jurnalistik. Untuk mendekati kembali ibunya yang dingin, seminggu atau dua minggu sekali, ia menyempatkan diri untuk pulang dari Jakarta dan membantu mengurus katering.

Orang yang pernah dibuang akan selalu merasa tidak diinginkan. (hlm. 22)

Tanpa disadari, Shalom yang dingin kepada siapa saja justru dikelilingi banyak lelaki yang menyayanginya. Dari awal sampai akhir, merasakan bahwa betapa dinginnya Shalom dalam menjalani kehidupan ini. Hidupnya datar banget. Memang, masa lalu seseorang tanpa disadari mempengaruhi pribadi seseorang, seperti yang dialami Shalom ini. Pesan moral dalam buku ini adalah belajar melepaskan apa yang sudah digariskan untuk kita dan menatap masa depan dengan semangat.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Manusia memang adalah apa yang mereka kerjakan. (hlm. 16)
  2. Untuk menjadi tidak biasa adalah dengan berusaha lebih keras dari mereka yang memiliki kemampuan setara. Dan berusahan lipata kali lebih keras dari mereka yang berkemampuan lebih tinggi. (hlm. 24)
  3. Otak memang akan mendata siapa pun dan kejadian apa pun yang hadir. (hlm. 48)
  4. Orang yang paling bijaksana adalah orang yang tahu bahwa ia tidak tahu. (hlm. 113)
  5. Makan adalah salah satu sumber kebahagiaan. (hlm. 118)
  6. Tidak selamanya seseorang memiliki kesempatan untuk memperlakukan pasangannya dengan baik. (hlm. 145)
  7. Memaafkanlah bukan hadiah yang kita berikan pada orang lain. Memaafkan adalah pembebasan bagi diri kita sendiri. (hlm. 258)
  8. Terkadang Tuhan memiliki cara untuk membuat kita belajar memahami orang lain. Salah satunya adalah memutar balikkan keadaan kita. (hlm. 263)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kau terlalu PD. Kalau kau mulai sadar kau butuh bantuan, bilang aja. (hlm. 14)
  2. Kau tidak perlu menghancurkan orang lain yang merendahkanmu. (hlm. 17)
  3. Jika kau terus menerus berganti pekerjaan, kau memang bisa mengerjakan banyak bidang. Tapi hanya sekadar beginner. Fokuslah satu, dan kau akan pro. (hlm. 18)
  4. Kemudaan adalah kesenangan. Kenangan itu diambil perlahan-lahan oleh waktu untuk menjadi renta. (hlm. 32)
  5. Tidak mungkin seseorang mengetahui baik dan buruk tanpa membandingkan keduanya. (hlm. 124)
  6. Semua orang pernah membangkang. Diam-diam maupun terang-terangan. (hlm. 176)
  7. Twitter, teman untuk mereka yang kesepian. Walau terkadang menambah sepi. Seperti mengamati orang yang berbincang-bincang tetapi tidak dilibatkan. (hlm. 193)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Memento

Penulis                                 : Wulan Dewatra

Editor                                    : Alit Tisna Palupi

Proofreader                       : Jia Effendie

Penata letak                       : Gita Ramayudha

Desain sampul                   : Amanta Nathania

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 266 hlm.

ISBN                                      : 979-780-646-4

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s