REVIEW Kedai Bianglala

Cinta seharusnya buta warna, tak bisa membedakan rona. (hlm. 91)

Ini adalah kumpulan cerpen yang ditulis Mbak Anggun Prameswari yang sebenarnya sudah tiga tahun lalu teronggok di timbunan. Tapi saya bertekad untuk membacanya seperti beberapa buku kumpulan cerpen lainnya yang juga belum saya baca. Nah, biasanya saya akan membaca buku-buku kumpulan cerpen secara bersamaan. Jadi, selain membaca buku ini, selanjutnya saya membaca buku lainnya yang berjenis kumpulan cerpen juga.

Dari daftar isinya, bisa kita lihat bahwa sebagian besar cerpen yang disajikan pernah dimuat dibeberapa majalah dan surat kabar ternama. Ya, karya-karya penulisnya sering dimuat di majalah Kawanku, Aneka Yess!, Gadis, Ummi, Muslimah, Cinta, Horison, Chic, Femina, Esquire, Tabloid Nova, Harian Rau Mandiri, Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, dll.

Salah satunya adalah Dosa-dosa yang Manis, yang pernah dimuat di majalah Chic no.96 tahun 2011. Bercerita tentang cinta. Bukan cinta biasa. Cinta yang dipendam diam-diam. Cinta seorang adik yang mencintai kakak iparnya, tanpa sepengatahuan kakak kandungnya.

Kita tidak akan menemukan cerita-cerita bahagia dan riang. Kita akan menemukan kehidupan dengan sisi yang berbeda. Cinta yang berpusat pada perselingkuhan, pengkhianatan, kenangan pahit, kehilangan, belajar melepaskan, masa lalu yang kelam, cinta tak sampai sampai cinta karena perbedaan.

Dari sekian banyak cerpen yang disuguhkan, Mengecup Engkau yang didekasikan untuk ayah penulis ini justru yang paling favorit. Ikutan terharu saat membacanya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tapi bukankah cinta harus diperjuangkan? (hlm. 17)
  2. Fotografer hebat bisa menangkap momen dengan tepat, dalam situasi apa pun, tanpa memedulikan suasana hatinya. (hlm. 44)
  3. Orang bilang, rumah adalah tempat hatimu berada. (hlm. 64)
  4. Manusia itu sebenarnya hanya anak-anak, dengan bumi sebagai ibunya dan langit ayahnya. (hlm. 77)
  5. Itulah ibu. Selalu memikirkan anaknya di mana saja. (hlm. 130)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Mungkin kita sama-sama jatuh cinta. Atau sama-sama terluka. Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin. (hlm. 29)
  2. Jangan remehkan waktu. (hlm. 31)
  3. Kau kau selalu memperumit sesuatu yang sederhana? (hlm. 34)
  4. Jangan sakiti dirimu sendiri. (hlm. 45)
  5. Orang dewasa banyak berpikir dan tenggelam dalam bicara, padahal mendengar jauh lebih penting. (hlm. 54)
  6. Kalau mau bilang sesuatu, bilang saja. (hlm. 57)
  7. Kamu bukan superman yang bisa menolong semua orang. Kamu manusia. Sama seperti aku. (hlm. 61)
  8. Perasaan di antara kita nggak segampang itu dihapus. (hlm. 67)
  9. Kita nggak mungkin sama-sama lagi. Kalau kamu menyimpannya, kamu akan lebih lama lagi memelihara harapan kalau kita sama-sama lagi. (hlm. 69)
  10. Siapa yang butuh romantis, jika kau menemukan kepingan terakhir yang menggenapi hatimu? (hlm. 83)
  11. Menikah itu bukan sekedar baju pengantin. Menikah itu penyatuan dua hal yang berbeda. (hlm. 90)
  12. Pernikahan lebih dari sekedar sejago apa istri memasak. (hlm. 100)
  13. Kita memilih jalan untuk membuatnya tidak ada. (hlm. 122)
  14. Jangan mengejar sesuatu yang indah, karena indah itu seringkali palsu. (hlm. 125)
  15. Bukankah manusia sudah dirancang untuk menahan beban yang terberat sekalipun? (hlm. 128)
  16. Karma biasanya akan datang kepada orang yang paling kita sayangi. Orang yang terakhir kita harapkan menderita. Karma rasanya dua kali lebih sakit. (hlm. 151)
  17. Kadang, kalau kamu terlalu rindu, tubuhmu akan tergerogoti rasa sedih yang luar biasa, lalu mati merana pelan-pelan. (hlm. 157)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Kedai Bianglala

Penulis                                 : Anggun Prameswari

Editor                                    : Anin Patrajuangga

Desainer                              : Sapta P Soemowidjoko & Lisa Fajar Riana

Penata isi                             : Yusuf Pramono

Penerbit                              : PT Grasindo

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 178 hlm.

ISBN                                      : 978-602-251-364-3

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW Kedai Bianglala

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s