[BLOGTOUR] REVIEW Man’s Defender: Distinguished Trilogy #1 + GIVEAWAY

Keluarga adalah dasar hidup manusia. Awal hidup manusia. Sumber hidupnya yang pertama. Dari situlah semua berawal. (hlm. 91)

Sebenarnya dulu Alex suka sekolah. Dulu, di tahun-tahun awalnya bersekolah, dia mengikuti pelajaran di sekolah internasional. Di sekolah itu murid-muridnya memang terdiri atas dari anak-anak ekspatriat dari berbagai bangsa. Jadi, Alex dan teman-temannya memang sama dan senasib –anak-anak dari para orangtua yang bekerja dan tinggal tidak tinggal di negaranya sendiri.

Tapi, sekolah mulai tidak menyenangkan baginya sejak di India. Sejak tinggal di India, orangtuanya selalu mendaftarkan Alex ke sekolah lokal, meskipun Alex sudah berkali-kali memohon supaya mengikuti home schooling saja. Baik ayahnya maupun ibunya, mereka ingin Alex bisa membaur dengan anak-anak setempat. Alaex tahu alasan itu tidaklah sepenuhnya benar. orangtuanya menempatkan dia di sekolah lokal karena biaya sekolah internasional mahal. Selain itu, Alex berasumsi ini adalah cara ayahnya untuk membuatnya ke luar rumah. Alex tahu, ayahnya butuh konsenstrasi bekerja di rumah dan keberadaannya di rumah dirasa mengganggu. Jadi, kalau pengganggu bisa disingkirkan beberapa jam dalam sehari dengan dititipkan ke sekolah, kenapa tidak?

Di mana pun mereka tinggal, Alex selalu aneh, selalu salah, selalu punya kekurangan. Selalu berbeda. Negara demi negara, Alex makin menutup diri.

“Ini…. pekerjaan Papa inilah sumber masalahnya! Kita terus berpindah… Indonesia, Malaysia, Thailand, India, China, Jepang, terus saja, Australia, Timur Tengah… Aku bahkan tak sempat betah di rumah, tak sempat punya teman di sekolah.. Aku sampai tidak bisa melakukan apa-apa. Tidak ada yang menyukaiku! Aku selalu menjadi anak yang aneh di sekolah! Aku selalu berbeda di mana-mana, aku benci itu! Dan sama seperti mama, aku tidak tahan lagi!” (hlm. 68)

“Apa pun itu, papa egois. Papa hanya memikirkan diri Papa, pekerjaan Papa, dan membiarkan kami terlunta-lunta, sampai aku terus jadi anak aneh dan berbeda di sekolah, sampai akhirnya Mama pergi. Pekerjaan Papa itu sampah, tidak ada artinya!” (hlm. 72)

Alex bukannya tidak tahu orangtuanya sedang kesulitan keuangan. Kepindahan mereka yang terakhir ini pun karena Marco, ayahnya ingin berada di dekat keluarganya. Marco mengandalkan bantuan keluarganya. Alex juga mengetahui hal ini. Diam-diam, dia merasa ayahnya hanya mencari gampangnya saja, meski pun Marco tentu tidak pernah mengatakannya. Alasan kepindahan Marco kali ini adalah pekerjaannya membawa mereka ke Eropa. Selalu begitu, pekerjaan Marco merupakan hal terpenting dalam kehidupan keluarga mereka. Maya dan Alex hanyalah warga kelas dua.

“Marco, kalau saja kau mau membuang harga dirimu sedikit dan melihat kenyataan ini. Apa yang kita butuhkan? Apa yang Alex butuhkan… Alex makin besar Marco!” (hlm. 44)

Ada dua masalah besar yang dialami Alex dalam hidupnya. Pertama, nasibnya menjadi anak eskpatriat yang hidupnya berpindah-pindah. Tidak semua orang bisa beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi negara baru. Seperti halnya Alex, pasti akan mengalami yang namanya gegar budaya, mulai dari tipikal teman-temannya sampai makanan yang harus disantapnya, karena beda negara tentu berbeda pula adat istiadatnya. Kedua, nasibnya memiliki orangtua, terutama ayahnya yang memiliki sikap idealisme yang tinggi. Idelisme memang diperlukan, tapi dalam hidup juga harus realistis. Bayangkan, selama hidupnya, kurang lebih lima belas tahun, Alex dan ibunya harus berpindah tempat hanya untuk mengikuti kemana ayahnya pergi. Itu pun belum cukup. Secara materi pun terkuras, pekerjaan ayahnya ini bukannya memberikan kehidupan yang sejahtera, yang ada gaji ayah dan ibunya selama ini terkuras untuk penelitian yang dilakukan ayahnya selama belasan tahun ini.

Ini adalah buku lokal pertama yang saya baca tentang virtual reality. Sedikit bocoran, segalanya berubah ketika Alex memasuki kamar kerja ayahnya dan berkenalan dengan CAASI – Culture Art Application and Simulation Interface. Di sanalah dia bertemu Viska, sang gadis avatar. Viska membawanya keliling dunia dan memperkenalkan Alex pada keunikan budaya-budaya dunia.

Buku yang memiliki cover serba biru ini merupakan buku pertama dari trilogi yang dipersiapkan penulisnya. Lewat buku ini, terutama melalui tokoh Viska, kita mendapatakan pengetahuan kebudayaan dan peradaban dunia, salah satunya adalah saat runtuhnya perpustakaan Alexandria yang melegenda itu.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Perbedaan itu harus dihargai. (hlm. 75)
  2. Budaya dibangun di sekitar sumber makanan. (hlm. 93)
  3. Kau harus memperlakukan dirimu seperti bonsai. Cobalah hidup selaras dan terbuka dengan lingkunganmu. (hlm. 107)
  4. Tuhan memberi kita bakat, kita bukanlah sesuatu yang sia-sia. (hlm. 108)
  5. Masing-masing orang itu unik. (hlm. 119)
  6. Budaya bercerita sangat baik untuk menyampaikan nilai-nilai luhur pada generasi berikutnya. (hlm. 128)
  7. Persahabatan murni yang benar-benar berdasarkan keinginan untuk berbagi. (hlm. 136)
  8. Mimpi itu ada dalam alam bawah sadarmu. Pada akhirnya, kau sendiri yang bisa mengerti artinya. (hlm. 138)
  9. Kita tidak bisa mengubah orang lain. Tapi, kita bisa mengubah diri kita sendiri. (hlm. 143)
  10. Hidup yang tenang adalah hidup yang seimbang. Dalam kesenangan ada kesedihan. Dalam kekuatan ada kelemahan. Dan semua itu harus dioalah. (hlm. 205)
  11. Menjadi dewasa adalah berani menghadapi tantangan, berani mengambil risiko, berani bertanggung jawab. (hlm. 211)
  12. Semua ada dalam pikiranmu. Kau yang memegang kendali. (hlm. 269)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tidak semua pelajaran mengerikan. (hlm. 54)
  2. Anak tidak boleh memaki orangtuanya. (hlm. 71)
  3. Mimpi tidak selalu buruk. (hlm. 137)
  4. Terlalu banyak tahu kadang-kadang malah mengundang orang lain untuk mengerjaimu. (hlm. 143)
  5. Jangan memikirkan hal-hal negatif begitu. (hlm. 156)
  6. Hidup tidak pernah berjalan seperti yang diharapkan. Hidup selalu penuh kejutan. (hlm. 259)

Keterangan Buku:                       

Judul                     : Man’s Defender: Distinguished Trilogy #1

Penulis                 : Maisie Junardy & Donna Widjadjanto

Editor                    : Hetih Rusli

Cover                    : Eduard Iwan Mangopang

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2017

Tebal                     : 288 hlm.

ISBN                      : 978-602-03-3983

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia.

2. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

3. Follow akun twitter @lucktygs . Jangan lupa share dengan hestek GA #MansDefender dan mention via twitter. (Jika punya twitter, nggak wajib)

4. Follow akun IG @lucktygs (Jika punya IG, nggak wajib)

5. Isi di kolom komentar di bawah berupa nama, akun twitter/ IG dan kota tinggal. Nggak ada pertanyaan ya, cukup itu aja 😉

GA #MansDefender ini berlangsung lima hari saja: 1-5 Mei 2017. Pemenang akan diumumkan tanggal 6 Mei 2017

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama: Muhammad Zaini
Akun Twitter/Instagram: mzaini30
Kota tinggal: Samarinda

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway Man’s Defender. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mbak Maisie Junardy & Mbak Donna Widjadjanto atas kerjasama dan  kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

Advertisements

38 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Man’s Defender: Distinguished Trilogy #1 + GIVEAWAY

  1. NAMA :
    SITI FATIMATUS ZEHRO

    TWITTER :
    @Chocoqueeny

    DOMISILI :
    Kabupaten/Kecamatan Pamekasan, Madura, Jawa Timur

  2. nama: Insan Gumelar Ciptaning Gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    kota tinggal: surakarta

  3. Nama : Delasyahma Amari
    Akun IG : @delasyahmaamari_
    Akun Twitter : @Syahmaamari_
    Domisili : Jonggol – Bogor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s