Pegiat Literasi Diundang ke Istana

Di Hari Pendidikan Nasional, tepatnya tanggal 2 Mei 2017 ini, 38 pegiat literasi dari berbagai daerah di undang makan siang di istana. Bukan sekedar undangan makan siang biasa. Para pegiat literasi ini bertemu dengan presiden kita, Bapak Jokowi. Duduk bersama membahas literasi di Indonesia dan segala permasalahannya.

38 pegiat literasi ini nggak hanya berasal dari berbagai daerah, tapi juga beragam profesi. Uniknya, perpustakaan yang mereka kelola adalah perpustakaan bergerak, mulai dari motor, angkot, perahu, kuda, bemo, bahkan pedati.

BACA: Serba-serbi Minat Baca

Untuk posting tulisan ini perjuangan banget. Pengennya terposting pas dekat momen acarnya, apalah daya malah speedy mati beberapa hari. Trus, udah ngumpulin data ama foto, ngetik di ms. word udah panjang lebar (lebih dari empat halaman) hampir selesai, tiba-tiba laptop mati, dan yang bikin kesel adalah ternyata tulisan yang harusnya tersimpan otomatis di ms. word sama sekali nggak ada. Butuh perjuangan buat ngumpulin mood untuk tulis (ulang) yang akhirnya cuma singkat aja ini x))

Berikut beberapa pegiat literasi yang berkesempatan bertemu dengan Pak Jokowi:

Firman Venayaksa – Rumah Dunia

Kiswanti – WARABAL

Sugeng Hariyono – Motor Pustaka Roda Andalas

Nursyda Syam – Klub Baca Perempuan

Ridwan Sururi – Kuda Pustaka Gn. Slamet

Muhammad Ridwan Alimuddin – Perahu Pustaka

Muhammad Pian Sopian & Elis Ratna – Angkot Pustaka

Misbah – Noken Pustaka

Wahyudi – Endhok Dadar Pustaka dan Burger Pustaka

Robianto – Pedati Pustaka

Sutino/ Kinong – Bemo Pustaka

Rudhiat/ Mang Yayat – Motor Tahu Pustaka

Eko Sanyoto Nugroho – Motor Pustaka Cakruk Baca

Eko Cahyono – Perpustakaan Anak Bangsa

Togu Simorangkir – Kapal Belajar

Fauzi Baim – Taman Ilmu Masyarakat

Lutfi Kurnia dan Firmansyah/Demes – Pos Pintar

Mereka adalah orang-orang yang luar biasa, yang mau berbagi koleksi bukunya dengan orang lain, nggak khawatir rusak, apalagi hilang. Kalau mau meningkatkan minat baca, bukan lagi dengan wacana apalagi berkeluh kesah. Ini tugas kita semua, meningkatkan budaya baca adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Buat yang masih pelit atau enggan meminjamkan buku untuk orang lain, coba disimak kisah-kisah mereka dalam menebarkan budaya baca, tanpa pamrih dan hanya berharap minat baca meningkat 😉

8 Bulir Pesan Literasi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia:

  1. Kami tidak percaya minat membaca masyarakat Indonesia rendah. Ketersediaan dan akses terhadap bukulah yang menjadi kendala. Karena itu, kami berharap agar pemerintah mengoptimalkan ketersediaan dan akses buku yang merata sampai ke desa-desa dan daerah terpencil.
  2. Gerakan literasi hendaknya menjadi gerakan nasional. Karena itu, kami mendorong Presiden mengeluarkan sebuah Instruksi Presiden (Inpres) terkait literasi agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah, termasuk pemerintah/aparat desa, berperan serta aktif dalam mendukung dan mengembangkan gerakan literasi serta bersinergi dengan para pengelola TBM dan pegiat literasi di setiap daerah.
  3. Mendorong pemerintah mengeluarkan regulasi khusus yang memungkinkan agar harga buku bisa menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat luas, seperti penghapusan pajak untuk komponen-komponen terkait dengan buku serta regulasi khusus untuk biaya pengiriman buku hingga ke daerah-daerah. Selain itu, juga upaya mendirikan toko-toko buku kecil di daerah-daerah.
  4. Pemerintah mendorong penerbitan buku-buku berkaitan dengan penumbuhan budi pekerti dan nilai-nilai integritas oleh berbagai pihak, termasuk penerbit, agar Indonesia bisa menciptakan generasi muda yang kelak dapat menjadi pemimpin tangguh dan berkarakter yang terbebas dari korupsi dan penyakit-penyakit sosial lainnya.
  5. Mengoptimalkan layanan perpustakaan dan pusat layanan pengetahuan masyarakat di ruang-ruang publik dan fasilitas umum agar memudahkan warga negara mendapatkan ilmu pengetahuan dan informasi yang bisa meningkatkan kecakapan hidup sebagai pembelajar sepanjang hayat.
  6. Mendorong BUMN dan perusahaan-perusahaan swasta mengalokasikan dana CSR untuk pengembangan konten program literasi dan pengadaan buku bagi taman bacaan masyarakat dan perpustakaan sekolah di Tanah Air.
  7. Mendorong perusahaan penerbitan memberikan donasi buku kepada TBM serta komunitas literasi dan menjadikan donasi buku dari penerbit ini sebagai faktor pengurangan pajak perusahaan penerbit.
  8. Presiden memberikan penghargaan atau apresiasi kepada pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang terus berupaya mengembangkan gerakan literasi di daerahnya secara berkelanjutan.

Demikian pesan sebagai harapan kami. Semoga Bapak Presiden diberikan kemudahan dan kekuatan untuk bersama-sama kita mewujudkan masyarakat Indonesia yang literat.

Salam Literasi

Firman Hadiansyah

Ketua Umum Forum TBM

Advertisements

7 thoughts on “Pegiat Literasi Diundang ke Istana

  1. Senang sekali membaca artikel ini. Semoga literasi kita semakin baik, akses buku makin mudah dan upaya-upaya untuk itu terus didukung berbagai kalangan. Tidak parsial. Pemerintah, swasta, pegiat literasi dan masyarakat bahu-membahu membentuk budaya baca 😀.

    Oot, Mbak Luckty diundang juga ya?

    1. Nah ini aku setuju banget, tugas membangkitkan minat baca itu bukan hanya tugas pemerintah, tapi pemerintah, swasta, pegiat literasi dan masyarakat saling bersinergi 😉

  2. Poin-poin yang di sampaikan sungguh luar biasa ya.. Semoga benar2 ditindaklanjuti oleh pak Presiden.
    Iya saya jd penasaran, Luckty diundang jg kah? Soalnya sama keren dengan undangan-undangan lain heheheh

    1. Iya, poin-poinnya menurutku juga ‘dapet’ banget, dan Pak Jokowi juga kece badai karena dalam waktu dekat akan merealisasikan yang poin 2 & 3 😉

  3. Wah, senang sekali bisa tahu acara ini lewat tulisan kk. Makasih ya kk udah berletih juga berupaya mengumpulkan moodnya, tapi bener kk makasih untuk info acara ini terutama udah ngumpulin dokumentasinya. Semoga kedepannya literasi kita makin lebih maju dan kreatif lagi.

    1. Hehehe..iya nih, padahal di tulisan yang pertama hampir semua nama yang ada di tulisan, aku bahas satu per satu, apalah daya malah gak ke save x))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s