[BLOGTOUR] REVIEW Among the Pink Poppies + GIVEAWAY

Sekolah, kerja, menikah, punya anak, jadi tua, meninggal. Sudah. Hanya itukah arti hidupmu? (hlm. 5)

SARAS. Bekerja di Ars Electronica, semacam pusat teknologi di Linz, Austria. Suatu hari, saat dia mengisi workshop Uranus Playground, tepatnya menggunakan telenoid, tanpa sengaja dia bertemu gadis kecil bernama Amelia yang nantinya akan mengubah takdirnya kelak.

Apa itu telenoid? Ini bukan seratus persen robot. Karena pembuatnya adalah profesor dari Jepang, program komunikasi yang ada hanyalah bahasa Jepang dan Bahasa Inggris. Sementara di Linz, kota tempat Saras bekerja, pengunjung biasanya menggunakan bahasa Jerman atau bahkan dialek setempat untuk mencurahkan isi hatinya. Karena itu, telenoid perlu operator, orang dibalik layar yang dapat mengobrol dengan pengunjung.

Apa pun alasannya, jangan pernah mendustai anak kecil. Mereka jauh lebih pintar daripada yang kamu bayangkan. Mereka tahu kalau dibohongi. Kamu bisa merusak kepercayaan anak itu, seumur hidupnya. (hlm. 44)

JONAS. Memadukan keahlian dan koneksinya di dunia tata boga ditambah dengan dunia kayu Sigi, mereka membuat perusahaan bernama Hoamatgrill, dari kata hoamat atau home, dan grill atau barbecue. Mereka memproduksi serpihan dan papan kayu, untuk memanggang atau mengasapi daging, juga bumbu barbeque dan ramuan lain yang membuat setiap panggangan atau asapan menjadi istimewa.

Bukan keharusan, cewek masakin cowoknya. Masalahnya mungkin, baru ada, kalau ceweknya tidak suka makan. (hlm. 272)

Baik sisi Saras maupun sisi Jonas, kita bisa menemukan dunia unik. Apa itu? Dari pekerjaan mereka masing-masing, bagi pembaca seperti kita, adalah suatu hal yang baru dunia permainan dengan konsep teknologi tinggi dan dunia perkayuan.

Mereka juga memiki masalah tersendiri. Saras dengan keluarganya yang menurut saya meni rempong banget. Gimana nggak rempong. Di zaman bukan Siti Nurbaya, masih saja ada orangtua yang memaksakan kehendaknya untuk menjodohkan anak-anaknya. Bukan satu anak, tapi semua. Kakak-kakak Saras semua mengikuti perintah ibu mereka, tapi berbeda dengan Saras. Percayalah, di dunia nyata, kita juga masih menemukan emak-emak tipikal ibunya Saras ini, old school banget pemikirannya. Amit-amit, untung nggak punya orang tua kayak gini. Beda stress hidup x))

Sedangkan di sisi Jonas, di karirnya yang gemilang, dia harus mengorbankan segalanya demi Amelia yang baru saja kehilangan ibunya. Lewat kehidupan Jonas, kita bisa tahu bagaimana susahnya kehidupan di luar dalam hal mengurus anak. Apalagi belum memiliki pekerjaan yang mapan, bisa menjadi ancaman pengambilan hak asuh seorang anak yang akan diambil oleh negara. Ketat banget ya, di sana nggak sembarang memindahtangankan hak asuh. Beda banget ama di sini yang terkadang menggampang hak asuh sementara belum tentu bisa bertanggung jawab dalam mengasuh anak.

Suka, suka banget ama novel ini. Meski masuk kategori buku bantal karena jumlah halamannya menembus angka 500, nggak mau banget melewatkan momen-momen penting dalam buku ini. Sweet banget, semanis covernya yang didominasi warna pink unyu gitu.

Jika di buku sebelumnya penulis pernah membahas dunia anggur di Blue Vino, di buku ini kita dapet tiga pengetahuan sekaligus; dunia teknologi lewat hidup Saras (dan ternyata tempatnya bekerja itu bukan dunia khayal, tapi ada nyata), dunia perkayuan lewat hidup Sigi (saya sampe ngebayangin banget rumahnya Sigi yang unik), dam dunia kuliner lewat hidup Jonas. Aaakkk…Jonas ini bagi saya yang doyan makan tapi nggak bisa masak (kayak Saras, wkwkw) pastinya suamiable banget. Kenapa? Soalnya masakannya bikin meleleh…hati juga bakal meleleh… #eaaa 😀

Satu lagi, di covernya terlihat bunga-bunga poppy pink unyu. Bunga ini beberapa kali sering saya lihat di facebook penulisnya yang memang hobi berkebun. Seperti yang dijelaskan dalam buku ini, bunga poppy memang cantik menawan tapi jika kita terlalu lama menghirup atau dekat di bunga ini bisa mabuk. Kenapa? Karena bunga ini mengandung opium, semacam zat cikal bakal narkotika x))

Ini nih bunga poppy dari facebook penulisnya:

Tambahan lagi, kalo soal urusan setting, seperti di buku-buku sebelumnya, Blue Vino ataupun Berlabuh di Lindoya, buku ini juga juara banget soal setting. Kenapa? Karena penulisnya memang benar-benar tinggal di sana. Kita nggak hanya diajak ke tempat-tempat keren yang asing bagi kita, tapi juga mengetahui karakter masyarakat di Austria lewat tokoh-tokoh yang ada dalam buku ini.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kamu tidak harus melakukan jika enggan. (hlm. 78)
  2. Orang yang banyak didera kesedihan justru adalah orang yang selalu berusaha keras membuat orang lain bahagia. Karena mereka tahu, apa artinya hancur dan mereka tidak mau orang lain merasakan hal yang sama. Mereka tahu, marah, menangis bukan solusi. (hlm. 290)
  3. Jangan takut keluar dari dunia kita, yang penting kita tahu siapa yang kita hadapi. (hlm. 331)
  4. Pada akhirnya, yang paling dikenang dari hidup seseorang bukan penampilannya, bukan barang apa yang ia punyai, bukan juga kalimat-kalimat yang ia ucapkan. Tapi bagaimana mereka membuat kita merasa nyaman atau tidak dengan mereka. (hlm. 341-342)
  5. Jangan terlalu keras kepada dirimu sendiri. Berduka itu perlu waktu. Tidak bisa dipaksa. (hlm. 345)
  6. Kita tidak bisa mengotrol rasa. Dan tidak ada yang bisa menghakimi, bentuk berduka seperti apa yang paling baik bagi kita. (hlm. 345)
  7. Bukan ikatan darah yang dapat menjadikan sekelompok orang menjadi keluarga. Bukan di mana atau bangunan tertentu yang dapat disebut rumah. Tapi renjana yang ada ketika sekelompok orang bersama. Rasa saling memiliki, rasa saling berbagi, rasa saling ada. (hlm. 379)
  8. Sesuatu yang indah butuh proses, tapi itu tugas kita, membuat proses itu, sehingga yang indah menjadi kenyataan. Hidup kita tidak selalu mudah. (hlm. 520)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Enggak pernah jadian, gimana bisa bubar? (hlm. 30)
  2. Kamu tuh ya, jomblo sok jual mahal. (hlm. 31)
  3. Jadi cewek tuh jangan sok milih-milih. Inget umur, nanti yang beres disamber cewek lain. (hlm. 31)
  4. Lebih baik sedini mereka tahu kenyataan hidup. Bukan hidup di dalam gelembung busa sabun yang setiap saat bisa pecah. (hlm. 65)
  5. Orang-orang zaman sekarang makin malas. (hlm. 88)
  6. Banyak anak-anak yang jadi ketergantungan ponsel dan melupakan hal-hal lain. (hlm. 125)
  7. Barangkali, namanya juga barang di dalam kali, siapa tahu cocok. Kalau kamu masih enggak suka, ya jangan dipaksa, anggap aja ketemu teman lama. Sekarang ketemu, besok udah lupa. (hlm. 133)
  8. Berteman aja nggak bisa dipaksa, apalagi jodoh. (hlm. 204)
  9. Tidak ada yang lebih brutal daripada antrean orang lapar. (hlm. 277)
  10. Orang dewasa harus belajar dari mereka, mendukung mereka meraih mimpi, bukannya memberi batasan. (hlm. 281)

Keterangan Buku:

Judul                     : Among the Pink Poppies

Penulis                 : K. Fischer

Penyunting         : Shara Yosevina

Desain                  : Amanda M. T. Castilani

Penerbit              : Bhuana Ilmu Populer

Terbit                    : 2017

Tebal                     : 551 hlm.

ISBN                      : 978-602-394-513-9

GIVEAWAY TIME

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs @Penerbit_BIP dan @utiauthor. Jangan lupa share dengan hestek #aatp #AmongThePinkPoppies dan mention via twitter. (Jika punya twitter, nggak wajib)

3. Follow akun IG @bipgramedia @utiauthor @lucktygs (Jika punya IG, nggak wajib)

4. LIKE FP BIP dan Mbak Kusumastuti (Jika punya facebook)

5. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

5. Tulis di kolom komentar di bawah berupa nama, akun twitter/ IG, dan kota tinggal. Tidak ada pertanyaan ya.

6. Giveaway ini juga boleh di share via blog, facebook, dan sosmed lainnya. Jangan lupa sertakan hestek #aatp #AmongThePinkPoppies yaaa… 😉

GA #aatp #AmongThePinkPoppies ini berlangsung seminggu saja: 26 Mei – 2 Juni 2017. Pemenang akan diumumkan tanggal 3 Juni 2017.

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku Denting Lara dari penulisnya. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya! Oya, permintaan penulisnya. Untuk pemenang nantinya bersedia menuliskan review buku yang dikirimkan juga share bukunya di sosmed yang dimiliki yaa.. ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

-@lucktygs-

Pemenang giveaway kali ini adalah:

Nama: Kitty
Akun Twitter: @WoMomFey
Link share: https://twitter.com/WoMomFey/status/868824821714403328
Domisili: Jakarta

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  emangkenapa_pustakawin[at]yahoo[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Giveaway Among the Pink Poppies. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat Mbak Kusumastuti Uti dan Penerbit BIP atas kerjasama dan  kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih banyaaaakkkk giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

Advertisements

45 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Among the Pink Poppies + GIVEAWAY

  1. Nama: Ana Bahtera
    Twitter: @anabahtera
    Domisili: Banda Aceh

    *bingung dikit ne kak dgn “Jadi pemenang ditentukan dari segi jawabannya y”
    tapi gk ada pertanyaan tuk x ini, gmna y?
    Namun, biar gmana pun sistemnua smoga sya beruntung x ini…Aamiin 😃

  2. nama: insan gumelar ciptaning gusti
    akun twitter: @san_fairydevil
    dan kota tinggal: surakarta

  3. Nama:Siti Nihlatul Fuadah
    Twitter: @Nihlafuadah09
    Ig: @nihlafuadah
    Domisili: Tangerang, Banten

    Aku mau review bukunya… jatuh cinta bangt aku..
    Wish Me Luck!

  4. nama : Farida Endah.
    Akun twitter/Akun IG ; @farida_271
    Domisili : Pacitan, Jawa Timur

    saya siap untuk mereview buku Among The Pink Poppies jika dinyatakan menjadi pemenang dalam GA ini.
    terimaksih

  5. Nama : Humaira
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Kota Tinggal : Purwakarta

    Wah akhirnya ada yang ga harus lewat IG, ngincer GA ini dari pertama tapi ga bisa ikutan terus karena ga punya IG.

    Bismillah, semoga beruntung 🙂 🙂

  6. Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo
    Kota : CIrebon

    Semoga beruntung mendapatkan buku kece ini.

  7. Monika Lingga

    Twitter @monikalingg
    IG @monikalingg

    Medan

    Senang jika menang dan berkesempatan mereview hehe.

    Wish me luck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s