REVIEW Bad Romance

Kepercayaan itu kayak kertas. Kalau udah lo remek, enggak bakal bisa mulus lagi. Dan kalaupun bisa dibikin rada mulusan dikit, it takes time. (hlm. 347)

NATHAN. Playboy cap gayung. Kerjaannya mainin cewek kayak boneka. Dideketin, kemudian kalau ceweknya suka ditinggalin. Katanya cowok tulen, kok mainnya kayak main boneka? Enggak cowok banget. Begitulah Nathan dimata KATYA. Pertama kali lihat muka Nathan waktu MOS tahun lalu, Katya sudah punya firasat, bahwa Nathan bakal mengganggu ketenangan hidupnya.

Waktu MOS, Nathan dan Katya dalam satu gugus yang sama. Karena ini MOS, sering sering menjadikan ajang balas dendam. Para junior diminta membawa kacang hijau sejumlah 2013 butir. Udah ngitungnya ribet, Nathan sama sekali enggak bantuin. Dia malah duduk-duduk di warung sambil minum es. Sjak itu, enggak tahu kenapa, apa pun yang diperbuat oleh Nathan selalu salah di mata Katya. Ditambah lagi, kelakukannya semakin menjadi-jadi setelah nyaris dua tahun bersekolah di SMA Pelita BANGSA. Pada bulan-bulan awal sekolah, sikap Nathan emang belum gimana-gimana banget. Tapi, seisi kelas udah dibikin naik darah sama dia. Terus, setelah satu semester berlalu, kelakukannya makin enggak terkontrol. Semua orang pasrah sama kelakuannya, bahkan guru-gury sampai angkat tangan.

“Gue mau kasih penawaran sama lo.”

“Apaan?”

“Kita pacaran.”

“BHAK! Itu mah lo mau aja. Sori ya, gue enggak mau buang-buang waktu buat pacaran enggak jelas sama lo.”

“Yang mutusin duluan, kalah. Kalau lo yang kalah, gue mau, lo berhenti gangguin hidup gue, dan jadi babu gue selama sebulan.”

“Mending mati aja gue.”

“Kalau gue kalah, terserah lo mau ngasih hukuman apa,”

“Idih, najong. Males banget gue sama lo. Tercemar reputasi gue sebagai anak baik-baik.”

“Oh, ya udah. Kalau gitu, artinya lo udah kalah sebelum perang. Jadi, mulai hari ini lo pembantu gue. Oke, gue tunggu lo pas pulang sekolah ya, Kat. Bawain tas dan barang-barang….”

“FINE. Dan gue bilang fine karena gue kasihan sama lo. Gue, kan, dermawan, enggak kayak lo yang biasanya ngemis. Butuh pembantu aja pake bikin acara nantangin pacaran segala. Ckckck.” (hlm. 14)

Dibandingkan dengan Friendzone, novel yang sama-sama diangkat dari warttpad, saya lebih menyukai yang ini meski sama-sama nggak memuaskan, karena tetap nggak sesuai ekspetasi dengan embel-embel dibaca jutaan kali via wattpad x))

Dari segi bahasa dan tulisannya lebih rapi. Ada beberapa kata gaul yang disesuaikan dengan bahasa anak zaman sekarang seperti mabal (bolos), cowok skirtless, woles (selow), nyebat (ngerokok), epa (apa) kunupuh (kenapa), fakir cinta (jomblo) dan masih banyak lagi. Tongkrongannya pun di kafe seperti anak-anak sekolah pada umumnya, bukan lagi di warung bakso apalagi warteg. Oya, di halaman 152-154 disebutkan jika salah satu efek negative sosmed saat ini adalah bisa menyebarkan aib seseorang. Men-tag foto seseorang yang belum bisa dipastikan kebenarannya bisa menjadi salah satu cara fitnah zaman sekarang, alias share foto hoax. Pembelajaran ya buat remaja zaman sekarang bahwa jangan apa-apa terlalu diumbar, apalagi pas pacaran, kalau putus kan repot ngehapus satu per satunya x))

Hanya tetap saja masih ada beberapa yang ganjil dalam buku ini:

  1. Ketika mereka kemping, murid cowok bisa masuk area cewek. Itu kemana gurunya? Nggak ngawasin, bisa bahaya tuh… x))
  2. Disebutkan ada guru PPL yang umurnya sekitar 26-27. Tua amat?! Anak kuliah yang lagi magang/PPL biasanya berumur sekitar 21-23 loh 😀
  3. Ketika Katya dengan paksa meminjamkan sweternya untuk Nathan. Biasanya, kebanyakan sekolah nggak memperkenankan siswanya mengenakan sweter/jaket sepanjang hari, terutama di kelas. Kecuali sakit.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kalau kamu merasa perempuan itu berharga, jaga dia. Jangan pernah kamu main-main sama dia. Jangan pernah bikin dan biarin dia nangis. Karena sekali kamu biarin dia nangis, orang lain yang bakalan menghapus air matanya. (hlm. 130)
  2. Asal lo mau usaha dikit lagi, bisa lo dapetin. (hlm. 155)
  3. Dunia ini jahat. Ia tidak akan pernah berhenti memberikan cobaan selama kita hidup karena hidup adalah cobaan itu sendiri. (hlm. 196)
  4. Setiap kalimat bakal beda kalau itu keluar dari mulut orang yang lo sayang. (hlm. 203)
  5. Terkadang, seseorang yang paling hati-hati sekali pun bisa melakukan kesalahan yang menghancurkan dirinya sendiri. Bahkan, orang-orang disekitarnya. (hlm. 265)
  6. Semua orang pernah bikin kesalahan. (hlm. 268)
  7. Itu udah hukum alam. Lo akan menjauh dari apa yang bikin lo sakit. (hlm. 339)
  8. Mulut sih bilangnya move on. Hati bilangnya hold on. (hlm. 342)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Nggak usah banyak bacot, deh. Langsung aja! (hlm. 10)
  2. Ganteng itu relative. Selera cewek itu beda-beda. (hlm. 17)
  3. Bukan tipe cowok idaman banget. Di mana-mana juga, kalau ceweknya enggak mau diantar pulang, ya ditungguin, lah. Masa ceweknya ditinggal sendirian? (hlm. 19)
  4. Kayak jelangkung aja, datang tak diundang pulang tak diantar. (hlm. 21)
  5. Gila ya, zaman anak sekarang, masa tawuran bawa kayu. Kalau kena kepala anak orang, bisa mati. (hlm. 57)
  6. Perempuan baik-baik enggak merebut miliki perempuan lain. (hlm. 71)
  7. Tapi inilah cinta, tidak masuk akal. (hlm. 83)
  8. Jangan dilawan. Makin lo ngelawan, makin kuat perasaan lo. (hlm. 99)
  9. Hati orang mana ada yang tahu sih. (hlm. 154)
  10. Lo ngerasa enggak dihargai enggak sih, saat lo tahu pacar lo tuh

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Bad Romance

Penulis                                                 : Equita Millianda

Ilustrasi sampul                                 : Margaretta Devi

Penyunting naskah                         : Moemoe dan Irawati Subrata

Penyunting ilustrasi                        : Kulniya Sally

Desain sampul & isi                         : Kulniya Sally

Proofreader                                       : Hetty Dimayanti

Layout sampul & isi                         : Tim Redaksi & Deni Sopian

Penerbit                                              : Pastel Books

Terbit                                                    : 2016

Tebal                                                     : 384 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-0851-66-2

Advertisements

2 thoughts on “REVIEW Bad Romance

  1. Kak, kalau kasih review buku itu gapapa ya dikasih opini jujur kita?

    Kak luckty tadi di atas membandingkan dengan novel friendzone, meskipun sama-sama nggak memuaskan.

    Heehee ini pertanyaan dari orang yang masih newbie ngeblog kakk. Aku bener2 belum tau kalo review itu yg dibahas apa aja 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s