REVIEW Blue Romance

“Cinta terkadang hanya perkara waktu.” (hlm. 217)

KESI. Baru tiga bulan ini mengasuh rubrik ‘Cinta Kita’ di majalah wanita FRESH yang terbit mingguan. Sebelumnya, ia bertugas sebagai reporter yang meliput berita di lapangan. Pekerjaannya waktu itu mengumpulkan kisah cinta dari selebritas yang sedang naik daun. Saat rolling, ia ditarik masuk untuk bekerja di kantor.

Terbiasa bergerak lincah dan bepergian di lapangan, lalu sekarang melulu duduk di belakang layar sambil menyortir surat membuatnya frustasi. Seringkali ia gemas saat harus menjawab surat pembaca yang curhat kalau pacarnya begini dan begitu. Kalau isinya tentang bagaimana cara mencari perhatian dan yang sejenis dengan itu, Kesi masih bisa menulis jawaban normal. Namun, kalau isi surat tentang ketidakmampuan bersetia, berkhianat, atau kata lainnya main serong, Kesi suka berang sendiri.

Dalam sebuah pacaran, kalau ada pihak yang menyalahgunakan kepercayaan dan tak bisa diandalkan, sebenarnya jawabannya mudah; tinggalkan dan cari yang lain. Praktik memang tidak segampang omongan. Semua itu butuh waktu, karena telah terlalu banyak yang sudah dikorbankan, dan banyak hal lainnya, tapi solusinya jelas dan, simpel kok. Cukup tinggalkan.

Makanya jangan heran jika Kesi nggak memberikan saran menye-menye ala psikolog, tapi saran yang bikin tercengang saat membacanya. Salah satunya adalah ini, menjawab tentang pasangan yang berselingkuh:

Lakukan tindakan yang kusarankan ini saat arisan keluarga, atau saat ulang tahun salah satu kakakmu, atau saat acara apa pun yang mengharuskan kamu dan pacarmu datang.

Minta pacarmu datang lebih awal. Saat ia sudah datang dan lengah, jerat ia menggunakan tali tambang. Ikat kuat-kuat, lalu lumuri bumbu di sekujur tubuhnya. Setelah itu masukkan pacarmu ke dalam oven. Tepat ketika seluruh anggota keluargamu sudah datang untuk makan malam dan ibumu bertanya; “Lho, pacarmu mana?”, katakan padanya sambil berakting pura-pura lupa dan sedikit lega, ‘Aahh, untung Ibu mengingatkan.”

Masuklah ke dapur dan bawa keluar sepring besar yang berisi pacarmu-panggang, yang sebelumnya sudah kamu hias dengan aneka macam garnis. Jangan lupa, potong dulu tali kenur yang mengikat pacarmu saat dioven sebelum disajikan.

Lalu, jelaskan pada ibu dan seluruh anggota keluarga besarmu sambil tersenyum tenang. “Aku kehabisan ayam dan juga bebek, bahkan yang berkualitas buruk sekalipun. Tapi, jangan khawatir. Untuk sajian malam ini, aku sudah mendapatkan gantinya….taraaa….!

Pacarmu-panggang siap disantap. (14)

Dan itu bukan satu-satunya solusi ‘aneh’ dari Kesi untuk pembacanya. Semua surat yang masuk hampir diberikan jawaban-jawaban yang serupa dengan penggalan surat di atas. Karena bagi Kesi memberikan jawaban standar itu membosankan x))

Sebenarnya Bu Bos di tempat kerjanya setuju dengan sikap Kesi yang memberikan jawaban-jawaban radikal bagi pembaca di rubrik tersebut. Hanya saja, bagi Bu Bos, pembaca butuh solusi. Pembaca tidak butuh jawaban mengada-ngada seperti itu. Maka Kesi diberi tantangan untuk meliput sebuah peristiwa menarik tentang pengkhianatan yang terselesaikan dengan cara yang tidak wajar.

“Perihal hidup di dunia ini kan sebenarnya hanya dua: sedih dan bahagia. Juga tentang cinta. Jadi ya, harus bersabar.” (hlm. 217)

Bagi Kesi, ini tantangan yang menarik; gampang-gampang susah atau susah-susah gampang. Dan hal terdekat yang ingin diulasnya tentang sebuah pengkhianatan adalah Pa, orangtuanya sendiri. Ma yang tak berdaya karena seringkali jatuh sakit dan seharusnya mendapat perhatian lebih dari Pa, justru pasangannya ini sedang mengalami yang namanya puber kedua dengan perempuan lain. Siapakah itu? Kesi akan menelusurinya langsung.

Perselingkuhan memang menjadi tema mainstream bagi sebuah cerita. Tapi apa jadinya jika perselingkuhan yang diangkat adalah kisah orangtua yang diselidiki sang anak. Lewat buku ini kita bisa melihat bahwa perselingkuhan tidak hanya dari satu sisi, tapi dua sisi. Sisi orangtua Kesi dan juga sisi lainnya, kalo istilah lambe turah adalah pelakor x))

Lewat buku ini juga kita bisa melihat bahwa perselingkuhan bisa terjadi beberapa sebab. Pernikahan yang sudah puluhan tahun bisa goyang karena orang ketiga. Banyak faktor yang mempengaruhi. Salah satunya adalah saat pasangan sudah tak seperti dulu lagi. Kesehatan yang menurun. Penampilan yang tak sama saat seperti masih muda dulu. Dan masih banyak lagi.

Dan yang lebih bikin unik lagi adalah penyelesainnya yang tidak biasa. Lalu apa hubungannya dengan judul Blue Romance? Ada banget, Blue Romanca adalah sebuah kafe yang di dalamnya di dominasi pengunjung yang merupakan para manula bersua menghabiskan waktu, termasuk Pa.

Ciri khas penulisnya, selalu ada selipan adegan-adegan kocak. Tanpa disadari banyak laki-laki disekitar Kesi. Ada Juni, editornya. Ada Wibi, pengasuh rubrik film di kantornya yang meski pernah ditolak Kesi tapi justru paling sering direpotkan Kesi juga, dan baginya direpotkan Kesi adalah hal yang menyenangkan. Ada juga Ardi, mantan pacarnya saat masih kuliah selingkuh dengan sahabatnya dan kini menerornya dengan kode untuk balikan. Terakhir, ada Edi, pemilik kafe Blue Romance yang harusnya benci dengan Kesi, tapi malah gemas dengan Kesi bahkan memanggilnya dengan sebutan manis Babby Bunny x))

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Kamu itu korban cinta tapi kok malah diminta mengalah? (hlm. 17)
  2. Untuk apa mempertahankan laki-laki yang hanya membuatmu sengsara? (hlm. 18)
  3. Keadaanmu yang menjadi jauh lebih baik setelah tak lagi bersamanya adalah cara balas dendam yang paling baik. (hlm. 18)
  4. Kenapa laki-laki bangkotan masih bisa digila-gilai perempuan? (hlm. 31)
  5. Kalau cowok macam Hamish, paham kenapa dia digila-gilai banyak cewek. Tapi, laki-laki macam om-om berperut buncit, kenapa masih banyak yang suka? (hlm. 32)
  6. Cowok mengontak mantanya kembali cuma dua kemungkinan; satu, ia sudah kembali jomblo, dan dua, cowok itu desperate tidak nemu cewek baru penggantinya. Lalu, cowok itu mengambil shortcut atau jalan pintas; kontak lagi aja mantannya, siapa tahu bisa diajak balikan. (hlm. 38)
  7. Dandan menor itu lebih memberikan kesan menggelikan alih-alih membikin tambah cantik. (hlm. 43)
  8. Menyingkirkan rasa sungkan karena tak kuat menahan rasa pedih patah hati. (hlm. 45)
  9. Manusia bertumbuh dewasa kudunya semakin ngerti tentang bagaimana menghargai perasaan manusia dewasa lainnya. (hlm. 45)
  10. Patah hati dari Hongkong? Punya pasangan aja enggak. (hlm. 90)
  11. Hanya cinta yang sanggup membuat orang bertindak bodoh. (hlm. 105)
  12. Segala bentuk tindak pemaksaan biasanya akan berhasil akhir kurang baik. (hlm. 139)
  13. Tidak ada manusia yang setia di muka bumi ini. (hlm. 148)
  14. Cinta, kenapa bisa menjadi sedemikian rumit jadinya? (hlm. 176)
  15. Ini bukan salah cinta. Hanya ujian bagi orang-orangnya, apakah mereka mampu bersetia. (hlm. 176)
  16. Segala niat baik akan percuma bila caranya salah. (hlm. 201)
  17. Apa sungguh tak apa-apa setelah membikin onar masih bisa menjalani hidup seperti biasanya? (hlm. 202)
  18. Kepercayaan itu ibarat seutas tali tipis. (hlm. 224)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Blue Romance

Penulis                                 : Desi Puspitasari

Penyunting                         : Nurti Lestari

Penyelaras akhir               : Desi Puspitasari & Sony Adams

Penata letak                       : Oels

Perancang sampul           : Janet

Penerbit                              : HISTERIA

Terbit                                    : 2017

Tebal                                     : 236 hlm.

ISBN                                      : 978-602-6595-82-9

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s