REVIEW Time Will Tell

“Hidup itu tentang belajar menari di tengah badai.” (hlm. 173)

Jadi, di tahun 2013, GagasMedia membuat semacam project #GagasDuet. Beberapa sudah saya baca. Dan sebenarnya udah punya buku ini sejak lama. Sayangnya kelamaan ditimbun, mungkin karena covernya yang ‘biasa banget’ dibandingkan buku-buku GagasMedia lainnya yang biasanya untuk urusan cover pasti badai. Padahal dua penulis di buku ini nggak diragukan lagi kemampuannya x))

Dan saya cukup menyesal baru membaca sekarang. Kenapa? Karena selain nama besar penulisnya, jalan cerita yang ditulis meski singkat, tapi ngena banget 😉

The Reunion – Okke ‘Sepatumerah’. Berisi tentang tiga sahabat yang lama berpisah dan kini memiliki kesibukan masing-masing. Dua sudah berumah tangga dan satu masih single. Baik yang sudah menikah maupun masih lajang, tentunya memiliki permasalahan masing-masing. Kanya yang bebas, sibuk bekerja, masih bisa ke sana-ke sini meski sudah memiliki suami dan anak. Bukan berarti hidupnya adem ayem. Ada ibu mertua yang selalu mencari celah kesalahannya di saat apa pun. Pokoknya hal-hal apa pun yang dilakukan Kanya, selalu salah di mata Ibu Monster, begitu sebutannya untuk ibu mertuanya ini.

Kedua, ada Arlita yang full menjadi ibu rumah tangga. Kesehariannya hanya seputar rumah dan anaknya. Ditambah lagi, suaminya sama sekali tidak membantunya untuk melakukan pekerjaan rumah, termasuk mengurus anaknya. Dan semenjak menikah, dia seperti tidak tahu ‘dunia luar’. Apa pun yang dilakukannya, bahkan postingannya di sosial media pun monoton, hanya seputar pertumbuhan anaknya, mulai dari mandi sampe tidur pun diceritakan.

Terakhir, ada Ade. Masih lajang. Sehari-hari nge-band di sebuah kafe. Berangkat malam, pulang pagi. Nggak seperti kebanyakan manusia pada umumnya. Belum lagi tampilannya berambut cepat dengan highlight warna-warni, beranting bibir dan alis serta bertato. Makin komplit untuk bahan serbuan saudara-saudaranya dengan serbuan ‘kapan kawin’ yang membuatnya jengah dengan pertanyaan tersebut.

Dari judulnya saja, cerita ini mengingatkan dengan buku yang pernah saya baca sebelumnya. Ada The Lunch Gossip dan The Lunch Reunion yang keduanya ditulis oleh Tria Barmawi. Memiliki benang merah yang sama, yaitu tentang para sahabat yang telah lama berpisah dan berkumpul. Bedanya, karena ini novela, jadi para tokohnya lebih sedikit dan konflik lebih simple. Meski hanya tiga tokoh, kita bisa melihat karakter yang berbeda diantara ketiganya yang sudah dijabarkan di atas.

15 to Love – Riri Sardjono. Tema yang diambil sebenarnya mainstream banget; friendzone. Tapi apa yang bikin beda? Ini friendzonenya lima belas tahun, gimana gak gemess yang baca… x)) Jadi bisa dipastikan kisah friendzone antara Giwang dan Nara dalam novela ini bukan friendzone ala-ala abegeh, tapi mulai dari awal kuliah sampai mereka sudah mandiri dan mapan. Gemes ama Giwang yang nggak sadar kalo Nara udah suka ama dia sejak awal. Gemes ama Nara meski udah sukses ampe London, masih terjebak friendzone. Gemes ama Giwang yang gonta-ganti cowok tapi selalu gagal. Gemes ama Nara yang juga beberapa kali pacaran tapi nggak pernah merasa serius. Pokoknya mah gemes gemes gemes ama ceritanya. Dari awal cerita, suka banget ama Nara. Anak ITB, jurusan arsitek, bahkan kerja sampe London, kurang setia apa coba hatinya buat Giwang x)) Dan akankah penantian Nara akan berakhir dengan menyerah atau mendapatkan hati Giwang sepenuhnya. Baca aja langsung biar nggak penasaran 😀

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Ikutin perasaan lo, kalo lo ngerasa khawatir, ya pulang. (hlm. 72)
  2. Tidak ada salahnya dicoba. (hlm. 120)
  3. Cinta memang perlu diperjuangkan. Kalau memang itu adalah cinta. (hlm. 174)
  4. Kita nggak pernah tahu itu apa sampai kita ketemu orang yang tepat untuk memberi tahu kita apa itu cinta. (hlm. 174)
  5. Jangan ngaku jatuh cinta kalau nggak mau terdengar bodoh. (hlm. 189)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Ketika seorang perempuan jatuh cinta, ia akan menjadi pemaaf. Bukan begitu? (hlm. 39)
  2. Kalau pertanyaan ‘kapan kawin’ emang pertanyaan standar, cuekin aja. Nggak usah dipikir. (hlm. 66)
  3. Reuni keluarga itu nggak baik untuk kesehatan mental bagi para lajang. (hlm. 83)
  4. Perempuan, kalian sekolah tinggi hanya untuk menjadi istri seseorang. (hlm. 108)
  5. Nggak ada orang yang bisa mencintai apa adanya. (hlm. 109)
  6. Dasar laki-laki. Kalian adalah buaya darat berbulu domba. (hlm. 114)
  7. Ada kode etik di antara sahabat untuk tidak saling jatuh cinta. (hlm. 116)
  8. Nggak ada gunanya terlihat berbakat tapi jomblo. (hlm. 120)
  9. Patah hati adalah hal biasa. Karma buruk baru luar biasa. (hlm. 125)
  10. Pacaran dengan sahabat adalah hal yang mungkin. Tapi, bersahabat dengan mantan pacar, itu baru tantangannya. (hlm. 133)
  11. Pria memang brengsek, itu karena mereka kurang pintar untuk melakukan hal yang benar. (hlm. 137)
  12. Cinta memang membuat orang menjadi bodoh. (hlm. 148)
  13. Lebih baik patah hati daripada menikah dengan pria yang salah. (hlm. 149)
  14. Nggak semua laki-laki suka dengan perempuan yang hanya memiliki sedikit lemak. (hlm. 169)
  15. Urusan cinta memang tidak terlepas dari gengsi. (hlm. 211)
  16. Cinta bukan ilusi. Cinta hanya membutuhkan orang yang tepat. (hlm. 236)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Time Will Tell

Penulis                                 : Okke ‘Sepatumerah’ & Riri Sardjono

Editor                                    : eNHa

Proofreader                       : Fitria Sis Nariswari

Penata letak                       : Dian Novitasari

Desain sampul                   : Amantha Nathania

Penerbit                              : GagasMedia

Terbit                                    : 2013

Tebal                                     : 270 hlm.

ISBN                                      : 979-780-617-0

Advertisements

One thought on “REVIEW Time Will Tell

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s