REVIEW Forever Monday

“Sahabat yang baik tidak akan membiarkan sahabatnya melakukan suatu kesalahan besar.” (hlm. 10)

INGGA. Sekian lama ia mengharapkan Eras sebagai pacarnya. Meski hanya hari Senin, Ingga sudah bahagia. Bagi Rara, sahabatnya, Ingga sangat tidak rasional. Ibarat pacaran sama batu, bukan sama orang. Semakin keras Ingga menginginkan Eras, semakin jauh Eras berusaha menghindari Ingga, bahkan terkesan membencinya. Dan bagi Rara pula, cowok di dunia ini nggak hanya Eras. Ingga harusnya bisa jatuh cinta sama cowok lain. Salah satunya ada Kale, yang hadir dalam hidup Ingga.

“Kamu tahu kenapa saya terima kamu jadi pacar hari Senin saya?”

“Karena hari lain sudah penuh?”

“Bukan. Saya bisa saja putusin salah satu dari pacar-pacar saya terus kasih tempat mereka buat kamu. Tapi, kamu harus tahu ini, saya paling benci hari Senin. Karena kamu pacar saya yang paling aneh dan sama sekali tidak menarik, jadi saya kasih hari Senin buat kamu. Kamu harusnya tahu, saya mana bisa luangkan waktu di hari Senin. Semua orang di dunia akan sangat sibuk di hari itu. Kamu ini bodoh sekali.”

“Oke. Berarti mungkin hari Senin selanjutnya kita bisa nonton.”

“Runtuhkan keteguhan hati kamu itu, Ingga. Saya tidak perlu dan tidak mau cintamu. Predikat ‘pacar hari Senin’ itu bukan sebuah kesempatan untuk kamu mencoba meraih hati saya. Itu palu untuk menghancurkan hati kamu. Supaya kamu tahu seberapa saya sangat tidak mencintai dan tidak menginginkan kamu. Sama sekali tidak.”

ERAS. Pemilik Panah Nusantara, kerajaan bisnis di Indonesia yang menggerakkan beberapa hotel, restoran, dan department store di berbagai kota bahkan sampai ke luar negeri. Merasa capek adalah lumrah. Bagi Eras –laki-laki berparas tampan, bertubuh langsing dan tinggi, otak brilian, dan harta yang bergelimang- jadi dingin pada gadis biasa seperti Ingga, juga adalah hal lumrah. Hanya saja, walaupun mengerti, patah hati itu sulit Ingga hindari apalagi tolak. Tapi mungkin, Ingga menggantung harapannya terlalu tinggi. Itu masalahnya.

KALE. Kesempurnaan fisinya nyaris sebelas dua belas dengan Eras. Kale punya kulit blasteran yang putih pucat, rambut hitam seperti orang Indonesia, matanya abu-abu, bibirnya merah dan tipis. Ia terlihat seperti vampir. Mereka mirip dalam hal lain. Mereka berdua adalah simbol kekayaan, ketampanan, dan kesombongan. Mereka punya segalanya. Keduanya adalah pria berumur 26 tahun yang ingin dinikahi seluruh gadis di Indonesia. Dan dengan sekali lihat, Ingga tahu Kale sama playboynya dengan Eras.

“Kalau boleh diandalkan, kamu itu kayak matahari. Muncul setelah di pagi hari dan setelah hujan di siang hari. Aku tahu ada warna pelangi itu dari kamu. Aku belajar apa itu namnaya bersenang-senang ya dari kamu. Tapi, Eras itu kayak rumah. Ke mana pun aku pergi, nggak peduli sebagus apa pun tempat itu, aku akan selalu kangen rumah. Aku akan selalu pulang ke rumah. Ke Eras. Jadi mungkin, aku nggak bisa jawab pertanyaan kamu tadi. Karena fungsi kalian berdua beda. Aku akan kehujanan kalau tidak berteduh di dalam rumah. Tapi rumahku juga nggak akan sehat kalau tidak terkena sinar matahari.” (hlm. 98)

Ini bukan sekedar romans biasa. Ada unsur thrillernya juga. Bukan sekedar cinta menye-menye. Hubungan yang cukup rumit diceritakan dalam buku ini. Bahkan sangat rumit. Harta, tahta, wanita selalu menjadi perpecahan umat manusia.

“Kamu tidak bisa menghancurkan hati yang sudah hancur, Eras.” (hlm. 48)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Forever Monday

Penulis                                 : Ruth Priscilia Angelina

Desain sampul                   : Orkha Creative

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 320 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-1006-0

 

Advertisements

3 thoughts on “REVIEW Forever Monday

  1. Aku punya buku ini kak, penasara banget,pengin baca, tapi kayaknya setelah baca review ini aku langsung baca bukunya ✌✌😍😍😍❤❤ aku kayanya mulai jatuh cinta sama Eras. *loh* *maaf ingga*

  2. Aku punya buku ini kak, penasara banget,pengin baca, tapi kayaknya setelah baca review ini aku langsung baca bukunya ✌✌😍😍😍❤❤ aku kayanya mulai jatuh cinta sama Eras. *loh* *maaf ingga*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s