Posted in buku, resensi

REVIEW ALong for the Ride

Hal-hal yang kita perjuangkan dan yang kita usahakan bersama sebelumnya ternyata sangat berharga. Ketika sesuatu yang sulit menhampiri kau, kau akan berkorban banyak untuk memastikan hal tersebut lebih sulit untuk lepas –bila memungkinkan. (hlm. 253)

AUDEN. Ayah dan ibunya bercerai sejak ia masih remaja. Ternyata ini mempengaruhi piskologisnya, dia mengalami imsomnia. Dia terbiasa terjaga saat malam dan keluar malam-malam hanya untuk sekedar untuk menikmati malam, tidak lebih.

Di liburan musim panas, dia menghabiskan waktunya di rumah ayahnya yang kini memiliki keluarga baru. Ya, ayahnya sudah memiliki istri baru yang baru saja melahirkan adik tiri bagi Auden. Memang pasti rasanya awkward banget tinggal bersama orang yang awalnya tidak kita kenal dan ternyata kini mereka jadi bagian hidup kita. Begitulah yang dialami Auden.

Perpisahan ayah dan ibu Auden sebenarnya bukan tanpa alasan. Kalo dirunut masalahnya, sebenarnya tidak ada yang salah, begitu juga sebaliknya. Ayah dan ibu Auden memiliki karakter yang sama; ingin dominan dan merasa paling benar. Hal inilah justru yang memicu perpisahan mereka. Misalnya nih, saat Auden tinggal sementara bersama ayahnya, ibunya menelepon apakah ayahnya perhatian pada istri barunya itu, karena dulu saat bersama ibunya, ayahnya tidak begitu peduli dengan keadaan rumah. Ternyata ayahnya juga tidak berubah, apalagi dia sedang sibuk membuat buku baru. Ya, kita tidak bisa mengubah sifat atau tabiat seseorang seperti yang kita inginkan. Entah kenapa, meski awalnya awkward moment, tapi seiring waktu, hubungan antara Auden dan ibu barunya, yang umurnya nggak beda jauh dengannya, atau bisa dikatakan cocok menjadi kakaknya, ini justru terjalin hangat.

Ini adalah buku kedua dari Sarah Dessen yang saya baca. Masih mengangkat teman keluarga dan persahabatan. Tidak hanya membahas tentang hubungan Auden dengan keluarganya, tapi juga pertemanannnya dengan Eli, si cowok pendiam yang ternyata juga menyimpan luka hati cukup dalam dirinya.  Pesan moral dari buku ini adalah jika ingin berjalan di masa depan, kita harus memaafkan diri kita di masa lalu.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kau tak bisa mengharapkan tiap buku menyederhanakan diri untukmu. Tidak semestinya juga kau menginginkan itu. Adanya tantangan hanya dapat diartikan kalau kau akan menguasai informasi itu jauh lebih baik. (hlm. 101)
  2. Semua orang mengerti arti pencarian. (hlm. 178)
  3. Tapi dalam perkawinan, semua serba tersirat. (hlm. 256)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tabiat orang tidak berubah. Jika memang begitu, kau biasanya mengalaminya saat kau lebih tua, tidak kurang. (hlm. 12)
  2. Masa lalu tidaklah mati. Masa lalu bahkan tidak berlalu. (hlm. 13)
  3. Terlalu berlebihan untuk pembuka. Nanti kau malah kedengaran ambisius. (hlm. 13)
  4. Kita semua punya rahasia kecil yang kotor, kan? (hlm. 103)
  5. Memangnya kau sama sekali tidak tahu cara menghadapi mantan pacar yang cemburuan? (hlm. 122)
  6. Impulsive memang bisa memesona. (hlm. 193)
  7. Hubungan percintaan tak selalu masuk akal. (hlm. 195)
  8. Meskipun kejujuran itu menyakitkan. (hlm. 198)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : ALong for the Ride

Penulis                                                 : Sarah Dessen

Alih bahasa                                         : Mery Riansyah

Penerbit                                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                                    : 2014

Tebal                                                     : 339 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-02-3452-6

Advertisements

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s