buku, resensi

REVIEW Remuk Redam

“Ketika lo patah hati, dunia rasanya seperti mau berakhir. Hati lo kayak dibebani sesuatu yang berat, yang bikin lo jadi nggak bergairah untuk bicara atau bergerak. Bawaannya lo pengen nutup mata dan tidur karena kondisi emosi lo saat itu benar-benar sangat melelahkan.” (hlm. 317)

OLIVIA PADMA EVELYNN CARDINATA. Merupakan satu dari beberapa orang yang membeli ruko di Biton Shopping Avenue ketika masih di tahap early development. Nggak hanya harganya yang miring banget, mereka juga bisa bebas memilih ruko yang disuka. Bertahun-tahun setelahnya, area komersial itu terbilang yang paling sibuk di daerah Tebet. Dua tahun lalu, Biton Mall dibangun tak jauh dari Gentleman 1995, butik milik Olivia. Butik ini sendiri terletak di pusat keramaian, area parker pun lumayan luas. Bangun butik diapit oleh sebuah beer garden yang selalu ramai setiap malam dan sebuah restoran fine dining yang lumayan terkenal berkat reviuwnya yang bagus-bagus baik di Zomato maupun Instagram.

Awalnya, Olivia bisa berpura-pura menganggap masalah ini tak pernah ada. Dia malah menambah karyawan baru, yang bertanggung jawab atas penjualan online, social media Gentleman 1995, sekaligus menjadi admin website juga. Tapi, bulan berganti bulan, kondisinya bertambah parah aja. Penjualan harian menurun hingga setengahnya, semnetara penjualan online nggak terlalu menggembirakan. Ternyata, dalam hal belanja pakaian secara online pun, cowok tetap nggak seimplusif cewek.

Sebagai pemilik tunggal, Olivia sadar betul nggak bisa membiarkan butiknya terus-menerus terpuruk seperti ini. Dia takkan memaafkan dirinya kalo usaha yang dirintisnya dengan berkorban keringat dan air mata, juga sebagian besar dari almarhumah kakeknya, berakhir tragis begitu saja.

Fendi, sahabat Olivia mengusulkannya untuk nge-hire jasa buzzer dan selebgram. Brand-brand pakaian ngelakuin itu loh selama dua tiga tahun terakhir. Paid promo. Internet adalah masa depan periklanan. Kalo bisa menjalin kerjasama promosi dengan buzzer atau influencer dengan follower mencapai jutaan, efeknya jauh lebih hebat daripada media promosi tradisional di luar sana.

Sebuah artikel bisnis juga bilang, keuntungan utama menggunakan influencer adalah biayanya yang lebih murah daripada membeli slot sekian detik di jam prime televise. Promosi via influencer juga nggak bakal dihambat oleh aplikasi ad blocker. Influencer memberi pengaruh yang sama kuatnya dengan selebritas, para follower memiliki kecenderungan untuk membeli dan menggunakan produk-produk yang mereka rekomendasikan di salah satu post Instagram atau vlog Youtube mereka.

Masalahnya adalah Olivia tidak ada budget buat promosi, apalagi untuk membayar influencer. Karena dimasa pailitnya ini, boro-boro buat nyewa jasa selebgram, untuk bayar gaji karyawan aja dia udah ngos-ngosan.

Salah satu jalan pintas yang ditempuh adalah mendekati influencer yang lumayan terkenal dengan banyak followers tentunya, untuk dijadikan pacar sementara agar bisa mendongkrak penjualan butiknya. Istilah anak zaman sekarang; panjat sosial gitu deh. Targetnya adalah Mahir Siregar; aktif tidak hanya di instagram tapi juga youtube. Subscriber vlognya bahkan udah nembus satu juta. Target empuk banget kan ini? Tapi malangnya bagi Olivia, boro-boro mau menjadikan Mahir sebagai pacarnya, mendekatinya saja susah karena harus bertarung dengan para fansnya yang tak kalah buas nan ganas x))

Biasanya di novel Abang Ino, cerita langsung fokus ke hanya dua tokoh utama. Tapi tidak kali ini. Mungkin kita akan terkecoh jika tokoh utamanya adalah Mahir Siregar. Tapi ternyata ada Lucas Princeton Wolf, musisi youtube juga seperti Mahir. Bedanya, Mahir seperti cute manis lugu gitu, kalo Lucas kebalikannya; terlihat liar, bad badboy gitu. Bedanya Lucas bikin konten musik aja. Sering nyanyiin lagu-lagu old school local dan artis luar, bikin lagu sendiri juga. Fanbasenya lumayan gede. Sebutannya adalah Mr. Big Bad Wolf. Sedangkan Red Riding Hoods, sebutan untuk para fans beratnya.

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Yang bilang uang bukan segalanya biasanya malah nggak pernah ngerasain punya uang banyak. (hlm. 1)
  2. Hare gene masih baca majalah cetak? Orang-orang dah terlanjur candu sama gadget mereka. Ngapain repot-repot nungguin majalah edisi terbaru kalau informasi yang dibutuhkan tinggal nyari di internet saja? (hlm. 12)
  3. Memang begitulah cinta. Sekarang ngasih kamu bahagia, di saat lain bikin kamu serasa ingin mati saja. (hlm. 23)
  4. That’s a thing about woman. Menangis itu trik andalan mereka. Senjata yang terbukti ampuh untuk memanipulasi keadaan supaya berbalik menguntungkan mereka. (hlm. 27)
  5. Cinta bikin cowok lemah. Cinta sanggup mengubah kaumnya, yang biasanya berpihak pada fakta dan logika, jadi sentimental dan menye-menye kayak mentega lumer. (hlm. 31)
  6. Senyuman wanita seperti danau yang tenang. Diam-diam menghanyutkan. (hlm. 91)
  7. Cewek jatuh cinta adalah paling menyebalkan. (hlm. 124)
  8. Akan tiba saatnya ketika lirik lagu yang sedang kamu dengarkan seperti ditulis khusus untukmu. (hlm. 155)
  9. Orang jujur menjalin kontak mata dengan lawan bicara, tapi nggak secepat dan selama orang yang sedang berbohong. (hlm. 162)
  10. Kaum cowok punya kecenderungan nyalahartiin curhat sebagai lolongan minta tolong. (hlm. 201)
  11. Cobaan terbesar adalah saat kau tersenyum meskipun luka di hati membuatmu ingin menangis. (hlm. 300)
  12. Ada saatnya lo harus maafin seseorang karena kepengen mempertahankan orang itu lebih lama lagi di dalam hidup lo. (hlm. 320)
  13. Berhenti mikir yang nggak-nggak. (hlm. 320)
  14. Ketika kamu menaruh nilai dirimu di variable yang selalu berubah, hidupmu nggak bakal tenang. Sebaliknya, jika sejak awal kamu tahu sebeharga apa nilaimu itu, variabel-variabel itu berubah seperti apa pun, nggak akan berpengaruh banyak pada kebahagiaanmu. (hlm. 349)

Dari sekian banyak buku Abang Ino, rasanya baru ini yang judulnya Indonesia banget dan mengandung aroma baper akut. Ternyata ini bukan serial J seperti yang menjadi ciri khas tokoh utama cowok yang ditulis Abang Ino, tapi serial baru dari proyek menulis novel bertema music rock Roro Raya Sejahtera. Sebelumnya sudah terbit duluan ada Strings Attached (jadi penasaran pengen baca) yang ditulis Yoana Dianika. Novel Abang Ino adalah yang kedua, dan udah ada bocoran buku ketiganya yang ditulis Windry Ramadhina (ini udah masuk wish list banget, sebagai bocoran, covernya ijo!)

Di opening buku ini, Abang Ino sedikit menceritakan bahwa novel Remuk Redam ini semacam fan fiction tentang novel yang ada di Burn Baby Burn (Duh, malah belum baca nih, kudu masuk wish lis!). Btw, meski semacam fan fiction dari novel Abang Ino sebelumnya, nggak masalah bagi pembaca (termasuk aku) membaca novel ini tanpa membaca terlebih dahulu novel Burn Baby Burn.

Selalu ciri khas Abang Ino, dua tokoh utamanya memiliki pekerjaan yang unik. Dari sisi Olivia, sepertinya jarang sekali novel yang mengulas seorang perempuan memiliki toko butik khusus laki-laki dengan fashion yang lumayan klasik pula. Ya, butik itu ia dirikan karena dulu kerap melihat Opanya yang bisa dikatakan sangat memerhatikan penampilan. Meski kali ini, untuk Luc, menjadi musikus bukanlah profesi yang antimainstream. Tokoh utama yang berprofesi sebagai vokalis dan terkenal playboy mengingatkan akan tokoh Revel dalam novel Celebrity Wedding yang ditulis Alia Zalea beberapa tahun silam. Tapi yang bikin unik adalah Abang Ino mengangkat fenomena generasi milenial, yaitu munculnya para influencer termasuk selebgram atau youtuber. Luc ini salah satunya, terkenal berkat video-videonya di youtube. Bisa menjadi contoh positif bahwa banyak jalan menyalurkan bakat di era serba gadget ini. Salah satunya upload kemampuan/bakatmu via youtube. Selain bisa terkenal juga bisa menghasilkan uang yang tak sedikit loh.

Bookmarknya unik, semacam tiket nonton konser gitu. Cocok banget sesuai tema novel ini: musik. Biasanya saya nunggu-nunggu potongan doodle yang selalu ada dibuku-bukunya Abang Ino, tapi baru inget kalo ini bukan serial J, jadi ya nggak ada deh potongan doodle para tokoh utamanya x))

Dan seperti biasa, novel ini hanya boleh dibaca bagi yang sudah dewasa karena seperti novel-novel Abang Ino sebelumnya, novel ini pun mengandung unsur ginko biloba. Kalo nggak salah sampe tiga scene deh. Makanya di halaman belakang buku sudah ada peringatannya jika buku ini boleh dibaca bagi yang sudah berusia 21 tahun ke atas 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Remuk Redam

Penulis                                 : Christian Simamora

Editor                                    : Rinandi Dinanta

Desainer sampul              : Ade Ismiati Hakimah

Penata letak                       : Ade Ismiati Hakimah

Penerbit                              : Roro Raya Sejahtera

Terbit                                    : Maret 2018

Tebal                                     : 360 hlm.

ISBN                                      : 978-602-51290-0-1

6 thoughts on “REVIEW Remuk Redam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s