Posted in buku, resensi

REVIEW Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu

Menunggu adalah soal kamu tiba tepat waktu dan pasanganmu terlambat, atau kamu datang terlambat dan dia lebih terlambat, atau kamu terlalu cepat dan dia tepat waktu, atau kamu terlalu cepat dan dia terlambat. (hlm. 15)

Dari judulnya yang amat super panjang dan covernya yang luar biasa, menjadi daya tarik tersendiri untuk membacanya. Ada dua puluh cerpen dalam  kumpulan cerpen yang ditulis oleh Norman Erikson Pasaribu. Menurut saya, semuanya menarik. Ada sisi unik di setiap cerpennya. Sebagian besar memang mengisahkan tentang menunggu, kesepian, kematian, kebosanan, dan sejenisnya. Dan, beberapa ehem mengangkat tentang LGBT, tapi tenang saja, tidak ada hal-hal yan menjijikkan ataupun vulgar kok.

Pertama, ada cerpen Tentang Mengganti Seprai dan Sarung Bantal. Dari judulnya saja sudah menarik, kan? Oya, dalam cerpen ini ada kutipan menarik tentang buku: buku itu adalah sebuah kota yang bisa kamu jelajahi dengan sepedamu. Dan kota ini sepenuhnya adalah milikmu sehingga kamu boleh memulai perjalananmu dari gang mana pun, menyusuri sendiri rute yang kamu akan tempuh, memutuskan untuk melintasi aku, melewati aku, berhenti padaku, berhenti tidak padaku.” (hlm. 5)

Tiga Kata Untuk Emilie Mielke Jr. ini menjadi salah satu cerpen, soalnya menurut saya sedih, mengingatkan saya akan almarhumah mama. Bercerita tentang seorang ibu yang sebentar lagi akan meninggal. Dia mengidap suatu penyakit. Tim medis mengatakan pada anaknya jika ada gerimis di paru-paru ibunya. Tapi bagi anaknya, ini bukan sekedar gerimis, ini badai yang menerjang paru-paru ibunya. Juga badai yang akan menerjang kehidupan ibunya dan dia. Seperti judulnya, ibunya berkata ‘aku mencintai kamu’ meski dalam hati sebenarnya akan berkata ‘aku akan mati’ :’)

Garpu. Ini bukan sekedar garpu. Ada filosofinya. Tokoh utama dalam buku ini menginginkan hidup keluarga daruratnya seperti garpu makan, tiga cabang: bukan garpu kue yang dua cabang dan satu tusukan sate. Saat membacanya kita baru akan mengerti perbedaan filosofi garpu makan dan garpu kue x))

Dalam Tulang Rusuk yang Hilang, bercerita tentang penulis puisi cinta bernama Ruhut Manahuruk. Di Buku Puisi di Kamar Mandi juga bercerita tentang seorang penulis, tapi kali ini dari sisi istri sang penulis. Ini sebenarnya miris, tapi memang representasi beberapa kehidupan para penulis, terutama penulis puisi. Di mana dalam kenyataan hidup, tidak bisa hanya makan puisi. Cerpen ini berkisah bagaimana kenyataan hidup dari seorang istri penulis puisi yang hidup serba kekurangan, bahkan anak mereka kelaparan dan jatuh sakit. Hingga jalan pintas dilakukan, menjual buku-bukunya dengan berakhir ditimbangan kiloan. Nyesek banget ini :’)

Dan masih banyak cerpen lainnya, yang menurut saya memang bagus-bagus semua. Bahkan beberapa di antaranya memang pernah dimuat di media massa.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu

Penulis                                 : Norman Erikson Pasaribu

Editor                                    : Mirna Yulistianti

Copy editor                        : RabiatuL Adawiyah

Desain cover                      : Suprianto

Setter                                   : Fitri Yuniar

Lukisan cover                     : Florence Sihombing

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2014

Tebal                                     : 176 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-0448-9

Advertisements

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s