Posted in buku, resensi

[BLOGTOUR] REVIEW Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam + GIVEAWAY

Jalan yang dirancang Tuhan lebih indah dan tak mampu diterka oleh manusia. (hlm. 287)

ADIT.  Jalan hidupnya sungguh berliku; ibunya meninggal ketika melahirkan adiknya, ayahnya tewas karena kecelakaan kerja, adiknya menderita penurunan fungsi otak. Hidupnya pas-pasan, selain membiayai diri sendiri dan kuliahnya, dia juga harus membiayai adiknya di kampung yang tinggal sendiri karena tidak ada saudara yang mau mengurusinya. Bekerja serabutan sebagai kuli demi menyambung hidup. Nasib naas bertubi-tubi selalu menimpanya. Bahkan urusan tempat tinggal pun dia harus menunggak beberapa bulan hingga berakhir terdepak oleh uni sang pemilik kontrakan. Belum lagi ditambah beban kisah asmaranya; ditinggal nikah oleh Siti yang sudah dipacarinya selama delapan tahun sejak bangku Sekolah Menengah Atas.

Mungkin akan ada pembaca yang bilang jika tampak terlalu rumit ala sinetron, tapi karena saya memiliki beberapa pengalaman yang sama dengan Adit; ditinggal orangtua (mama) dan harus mengurusi adik-adik (ada tiga) bahkan salah satunya adik istimewa yaitu masuk kategori disabilitas yang artinya harus mendapatkan pengawasan yang lebih ekstra dibandingkan anak-anak yang biasa. Yang namanya jatuh, sepertinya sudah puluhan kali, bahkan kecelakaan pun pernah dialaminya bisa belasan kali pernah dialami. Dan pernah sempat koma dua minggu. Begitu juga dengan adik Adit. Meski awalnya Hanif, adik Adit ini saat kecil bisa dikatakan cukup cerdas, mental dan psikisnya terguncang sejak mengalami sebuah kecelakaan kecil yang ternyata bisa berakibat fatal. Lewat tokoh Hanif, kita jadi jadi tahu bagaimana cara merawat seseorang, seperti yang dilakukan Adit pada adiknya ini. Apa pun dia lakukan demi adiknya. Dan siapa sangka, Hanif memiliki ramuan memasak rending yang sangat istimewa, bahkan kakaknya sendiri sebelumnya tidak mengetahuinya.

Sebuah perjalanan panjang hidup Adit, dan juga adiknya, Hanif. Beruntungnya dia memiliki sahabat yang selalu menemaninya kala susah maupun senang; Taufan yang tak segan-segan selalu membantunya saat apa pun. Ya, Taufan memang punya utang budi pada Adit. Hidupnya terselamatkan berkat pertolongan Adit yang pernah mempertaruhkan nyawa untuknya.

Dari awal, sangat terasa sekali aroma nuansa minangnya. Mulai dari penggunaan bahasa (jangan sedih ada penjelasan di catatan kaki), budayanya, makanannya bahkan sampai adatnya sangat mendominasi kisah Adit ini. Dan jangan lupa, merantau yang identik dengan suku minang juga diselipkan dalam buku ini.

Tak hanya itu, nuansa kuliah pun sangat terasa. Ada para mahasiswa yang KKN di kampung Adit dan sempat bikin cinlok, hingga suasana bimbingan sampai sidang skripsi kayak nyata banget. Bahkan di halaman 99 saat dosen penguji bilang pada Adit dan teman-temannya setelah sidang skripsi untuk menelpon orangtua mengabarkan jika anak mereka lulus, rasanya langsung mrebes soalnya ini sama persis dengan apa yang dikatakan Ketua Jurusan saat kuliah, beliau juga mengatakan hal seperti itu pada saya dan teman-teman. Apalagi nuansa sore itu hujan rintik-rintik, jadi makin berasa syahdu banget suasananya. Yang saya sedihkan kala itu adalah mama tidak menyaksikan saat lulus, padahal itu pernah dia utarakan jika ingin sembuh dan melihat saya wisuda :’) #JadiPengenNangisLagiIni

Buku ini banyak sekali pesan moralnya dan suka banget ama perjuangan Adit. Oya, pantas saja jika novel ini dinobatkan sebagai juara pertama dalam lomba Young Adult Locality Novel 2015 yang diselenggarakan oleh Universal Nikko.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan berpikiran negatif. (hlm. 83)
  2. Kalian harus melindungi satu sama lain karena saudara itu saling melindungi. (hlm. 253)
  3. Kelakuan alami manusia adalah kunci untuk meningkatkan kinerja bisnis baru sampai mendapatkan paling tidak 50% market share dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. (hlm. 329)
  4. Aku bersyukurlah bisa mengenalmu. Jaga diri baik-baik ya. (hlm. 424)

Ada juga beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Orang-orang hanya berpikir berdasarkan yang mereka lihat. (hlm. 72)
  2. Depresi dan rasa kecewa adalah senjata paling ampuh untuk membunuh seseorang manusia. (hlm. 181)
  3. Orang yang berbohong gampang ditebak. (hlm. 193)
  4. Rasa penasaran manusia dapat digunakan untuk mengenalkan sesuatu yang belum diketahuinya. (hlm. 302)
  5. Kumohon, janganlah kau meninggalkanku lagi. (hlm. 428)

Keterangan Buku:

Judul                                     :  Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam

Penulis                                 : Ryan Maulana

Editor                                    : Zya Verani dan Astuti Parengkuh

Penyelaras kata                                : Eva Sri Rahayu

Proofreader                       : Richa Miskiyya

The layouter                      : Fuan Fauzi

Desainer cover                  : Dadan Erlangga

Penerbit                              : Universal Nikko

Terbit                                    : Agustus 2018

Tebal                                     : 430 hlm.

ISBN                                      : 978-602-9458-24-4

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia.

2. Follow akun instagram @lucktygs , @ryanadammaulana, dan  @universalnikko (jika ada instagram, nggak wajib)

3. Follow akun twitter @lucktygs dan @UNIVERSALNIKKOJangan lupa share dengan hestek GA #SemangkukRendangDiNegeriPamanSam dan mention via twitter. (jika ada twitter, nggak wajib)

4. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

5. Tidak ada pertanyaan, cukup tinggalkan nama, akun twitter/instagram, dan kota tinggal di kolom komentar. Mudah bukan? 😉

GA #SemangkukRendangDiNegeriPamanSam ini berlangsung 22-26 Oktober 2018. Pemenang akan diumumkan tanggal 27 Oktober 2018

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penerbitnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

Pemenang giveaway kali ini adalah:

nama: Fembi Rekrisna Grandea Putra
akun twitter: @fembi_rekrisna
akun instagram: @frgp3747
kota tinggal: Karanganyar, Jawa Tengah

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  catatanluckty[at]gmail[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat penerbit atas kerjasama dan  kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih ada giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

26 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Semangkuk Rendang di Negeri Paman Sam + GIVEAWAY

  1. Bismillahirahmanirahim ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)

    Nama: Anggi Santri Utami
    Twitter: @anggisantriutmi
    Domisili: Bandar Lampung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s