buku, resensi

REVIEW Kana di Negeri Kiwi

Menurutku kehidupan seperti buah kiwi. Dari luar memang tampak tidak menarik. Namun setelah kau mengupas dan mencicipinya, ada kesegaran istimewa dari buah itu, yang membuatmu ingin memakannya lagi dan lagi. Hidup memang terkadang sulit dan membosankan. (hlm. 9)

Udah lama banget pengen buku ini. Apalah daya susah nyarinya. Nah, begitu cetak ulang dengan cover baru, udah bertekad banget kudu beli ini. Meski labelnya ‘teenlit’, tapi feeling mengatakan jika buku ini bagus. Dan memang benar. Kisahnya sebenarnya simple, tentang kehidupan remaja dengan permasalahn hidupnya. Yang bikin keren adalah adanya jalan keluar memecahkan masalah dan ada banyak pesan moral yang disampaikan penulisnya lewat kisah Kana dan juga teman-temannya. Ya, tidak hanya Kana, teman-temannya meski hanya sekilas-sekilas saja, tapi juga menarik permasalahan mereka.

“Kupikir hubungan ini nggak bisa dilanjutkan. Lagipula, kamu gemuk, Kana, kamu terlalu gemuk bagiku. Orang-orang selalu menyebut kita pasangan ‘angka sepuluh’. Aku malu pacaran sama kamu. Maaf Kana, kuharap kamu senang di Selandia Baru. Kurasa kamu pasti bahagia bisa bertemu ayahmu lagi. Bye, Kana!” (hlm. 18-19)

Sebagai manusia dewasa, tentu kita akan geram dengan pernyataan Rudi di atas. Dan bakal komen; cowok cem kayak gitu, mending dibuang ke laut aja x)) tapi sebagai remaja pada umumnya, Kana pasti akan merasakan galau ketika putus dengan pacar yang amat sangat dicintainya itu. Bahkan, meski sudah ke Selandia Baru pun dia masih dengan mantan pacarnya itu; rajin mengirim surat buat Rudi meski tidak pernah sekalipun mendapat surat balasan, memakai pernak-pernik dengan huruf R yang merupakan inisial nama Rudi dan selalu membicarakan Rudi, Rudi, dan Rudi. Joy, sahabatnya bahkan sampai sebal dibuatnya x))

“Ada apa sih?”

“Aku gemuk.”

“Kana, kau sama sekali tak tampak gemuk bagiku.”

“Tapi berat lima puluh kilogram. Joy, ini gawat darurat, aku menghabiskan liburan musim panasku dengan berdiet Atkins, diet Okinawa, diet detoksifikasi dan entah sembilan ribu macam diet lainnya, lantas hasilnya tetap seperti ini.”

“Aku kan sudah bilang, Kana, diet-diet itu hanya merusak tubuhmu. Kenapa sih kau tidak makan secara normal saja? Kau pasti makan berlebihan saat akhir pekan, ya? Sudahlah, Kana, nanti toh beratmu akan turun juga.”

“Tapi aku malu ke sekolah besok. Seragamku pasti tidak muat.”

“Never trouble about trouble until trouble troubles you!kana, percaya deh, kau sama sekali tidak gemuk, lagipula kalaupun memang kau merasa gemuk, lantas apa salahnya? Drew Barrymore juga tidak kurus-kurus amat, toh dia tetap terlihat cantik.” (hlm. 38-40)

Awalnya, saya pikir jika jalan ceritanya hanya akan berkutat pada kisah Kana dan permasalahan berat badannya gara-gara diputusin cowok. Ternyata bukan itu saja. Ada Joy, sahabat Kana yang menyimpan luka batin. Brunia, Tamaia, Tsunehisa dan masih banyak lagi, mereka pun juga memiliki permasalahan masing-masing dalam hidupnya. Pesan moral dari buku ini adalah belajar menerima keadaan diri sendir dan jangan pernah membandingkan keadaan kita dengan orang lain. Karena setiap orang memiliki episode kehidupan masing-masing.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Bila kau tinggal di negeri orang, maka berbaur akan lebih baik, karena selain memperlancar bahasa Inggris, kau juga bisa mengenal kebudayaan lain. (hlm. 36)
  2. Semua orang layak dicintai. (hlm. 106)
  3. Kau harus tahu. Kadang hidup memang tidak berjalan sesuai dengan yang kau inginkan. Dalam perjalanan hidupmu akan ada banyak orang yang meninggalkanmu dan menyakiti perasaanmu. (hlm. 106)
  4. Kadang orang-orang yang kita sayangi memang melakukan sesuatu yang memang melakukan sesuatu yang menyakiti dia, tapi kau harus menyadari bahwa itu karena mereka bermasalah. Jadi tidak selalu berarti bahwa mereka membuang kita. (hlm. 107)
  5. Kau tidak perlu mau. Kau berharga, harga dirimu tidak akan berubah walau apa pun yang pernah terjadi padamu. (hlm. 117)
  6. Hanya waktu yang akan menyembuhkan luka batin. (hlm. 123)
  7. Kehidupan yang akan dijalani memang tidak akan mudah. (hlm. 123)

Beberapa kalimat sinidran dalam buku ini:

  1. Singkirkan saja golongan bidang studi yang tidak kausuka, dengan begitu kau akan lebih mudah memilih. (hlm. 41)
  2. Punya tubuh seksi tidak selalu bagus. (hlm. 68)
  3. Terobsesi pada mantan pacar, benar-benar menyedihkan. (hlm. 75)
  4. Kadang batas antara cinta sejati dan kebodohan memang benar-benar tipis. (hlm. 89)
  5. Mengapa kau membuang-buang waktumu untuk seseorang yang sma sekali tidak peduli padamu. (hlm. 89)
  6. Kebenaran kadang memang pahit untuk didengar. (hlm. 121)
  7. Kau tidak gemu, cobalah untuk menghargai tubuhmu sedikit. (hlm. 122)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Kana di Negeri Kiwi

Penulis                                 : Rosemary Kesauly

Ilustrasi sampul                 : Orkha Creative

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2018

Tebal                                     : 200 hlm.

ISBN                                      : 978602038

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s