Posted in buku, resensi

REVIEW In a Blue Moon

Apakah kau tahu hanya ada garis tipis yang memisahkan perasaan benci dan cinta? (hlm. 100)

LUCAS FORD dan SOPHIE WILSON dulunya pernah satu sekolah saat SMA. Sayangnya hubungan mereka saat sekolah tidak begitu baik. Hingga sepuluh tahun kemudian mereka bertemu kembali di Kota New York. Dan, Sophie masih menyimpan benci jika bertemu Lucas. Apesnya adalah ternyata kakek mereka menjodohkan mereka berdua. Ini mah namanyan apes pangkat dua x))

Sepuluh tahun memang bukan waktu yang singkat. Tapi hubungan mereka memang susah sekali untuk dilebur. Apalagi masing-masing di kehidupan mereka sebenarnya sudah memiliki ruang untuk yang lain. Di samping Lucas ada Miranda, model cantik yang sedang menapaki karir. Pertemanannya dengan Lucas sangat berpotensi untuk melejitkan karirnya. Meski hubungan Lucas dan Miranda belum bisa dikatakan sebagai status pacaran. Begitu juga dari sisi Sophie, ada seseorang pemuda yang mengisi hatinya, Adrian.

“Supaya kakekku tidak mempersulit keadaan bagi kita berdua dan keluargamu, kusarankan agar kita menuruti keinginannya. Untuk menyenangkan hatinya.” (hlm. 71)

Dibanding hubungan antara Sophie san Lucas, Lucas dengan Miranda, ataupun Sophie dengan Adrian, saya malah lebih cenderung menyukai hubungan antara Sophie dengan kakak-kakaknya yang meski terkesan protektif sesungguhnya sangat menyayangi adiknya itu.

“Dengar Sophie, aku ingin kau tahu bahwa pernikahanku ini tidak mengubah apa-apa. Kau tetap orang terpenting bagiku. Kau mengerti?” (hlm. 25)

Sudah lama saya tidak membaca tulisan Ilana Tan. Bahkan buku ini pun mengendap cukup lama di timbunan. Dan sama seperti halnya buku-buku Ilana Tan lainnya yang pernah saya baca, meski best seller dan disukai banyak pembaca, sampai sekarang belum menemukan greget saat membaca tulisannya. Apa mungkin karena cerita-cerita romans seperti ini selalu gampang ditebak endingnya?!? X))

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Tidak semua wanita bersedia menerima kenyataan bahwa dirinya bukan wanita paling penting bagi suaminya. (hlm. 25)
  2. Permintaan maaf tidak akan mengubah apa yang terjadi. (hlm. 41)
  3. Kau mungkin tidak sempuran, tapi kau sempurna untukku. (hlm. 231)

Keterangan Buku:

Judul                                                     : In a Blue Moon

Penulis                                                 : Ilana Tan

Ilustrasi & desain sampul              : Kitty Felicia Ramadhani

Penerbit                                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                                    : 2015

Tebal                                                     : 318 hlm.

ISBN                                                      : 978-602-03-1462-4

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s