Posted in buku, resensi

REVIEW Misteri Bukit Berkabut + GIVEAWAY

“Namanya juga orang sedang sakit. Susah tersenyum.” (hlm. 34)

Ini buku keempat ‘seri misteri favorit’ yang diterbitkan oleh Penerbit Kiddo yang ditulis oleh Mbak Erlita Pratiwi. Sebelumnya ada Misteri Pantai Mutiara, Misteri Sosok Wangi dan Misteri Tambang Menggerung. Jika di Misteri Pantai Mutiara mengambil setting Lombok, lalu Misteri Sosok Wangi mengambil setting daerah Bangkalan, dan Misteri Tambang Menggerung mengambil setting Buntok, di Misteri Bukit Berkabut ini mengambil setting daerah sekitaran Karanganyar.

Khas ‘seri misteri favorit’, selalu ada selipan pengetahuannya. Misalnya saja, saat perjalanan Novi dan Rini, mereka melewati Pabrik Gula Tasik Madu. Kemudian mereka juga melewati Gunung Lawu.

Adalah Novi dan Rini yang berlibur ke tempat Bude Ratih, saudara kandung ibu Rini. Bude Ratih tinggal di sebuah pedesaan yang identik dengan perkebunan teh. Makanya usahanya pun nggak jauh-jauh dari usaha teh. Dan jangan heran jika berkunjung ke rumah Bude Ratih, kita akan disuguhi segala hal yang berbau teh. Bude Ratih ahli dalam membuat racikan teh lavender atau teh blueberry. Tehnya biasanya diseduh dalam poci keramik. Sayangnya, Novi tidak mau (lagi) minum teh. Apalagi yang dituang dalam poci. Ada suatu hal yang mengingatkannya pada kesedihan di masa lalu.

Khas ‘seri misteri favorit’ selain ada selipan pengetahuannya, juga ada selipan kulinernya yang bikin kita ngiler. Apa saja? Pertama ada soto karang. Salah satu hidangan khas Karanganyar. Rasanya sekilas mirip dengan sup buntut. Bedanya, sup buntut menggunakan bahan baku buntut atau ekor sapi. Sementara soto karang menggunakan tulang iga. Perbedaan lainnya, sup buntut menambahkan irisan kentang dan wortel, sedangkan pada soto karang ditambahkan kentang goreng.

Kedua, ada timus. Ubi jalar yang dikukus dan dihaluskan. Saya kira mirip combro, tapi ternyata beda. Kalo combro kan dari singkong, timus ini dari ubi.

Kemudian ada wedang uwuh. Baru banget kemarin pas mata pelajaran Kewirausahaan, ada satu kelompok yang membuat minuman jenis ini. Dan kebetulan banget saya berkesempatan mencobanya. Wedang uwuh terbuat dari beraneka macam tanaman herbal seperti jahe, kayu manis, kayu secang, daun alpukat dan cengkeh. Banyakanya rempah ini terlihat seperti sampah. Wedang uwuh ini bermanfaat untuk menghangatkan badan dan mengobati beberapa macam penyakit seperti masuk angin, flu, sakit tenggorokan, dan sebagai antioksidan. Penggunaan kayu secang membuat wedang uwuh berwarna kemerahan.

Terakhir, ada tengkleng yang dari dulu belum kesampaian makan ini. Dulu para bangswan dan priyayi biasa memotong kambing untuk dihidangkan kepada pembesar Belanda. Mereka mengambil bagian dagingnya. Sementara bagian kepala dan tulang-tulangnya dibuang. Bagian inilah yang kemudian dikumpulkan oleh rakyat jelata. Mereka kemudian memasaknya dengan aneka rempah sehingga terasa lezat dan tidak tercium bau prengus (bau khas daging kambing). Tengkleng menjadi simbol perlawanan rakyat jelata. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka bisa menikmati makanan lezat seperti para bangsawan dan priyayi.

Selain bertebaran kuliner khas Karanganyar, juga ada selipan wisata di daerah ini. Ada Candi Cetho:

Dan ada juga Candi Sukuh:

Kasus kali ini yang kita simak adalah tentang hilangnya beberapa kaleng yang berisi teh putih. Sejujurnya, sebelum baca buku ini, saya belum pernah melihat teh putih secara langsung. Lewat buku ini, mendapatkan pengetahuan seputaran teh putih. Teh ini mulai dikenal di Cina pada masa pemerintahan Dinasti Song (960 M – 1270 M). Hingga kini, teh putih masih langka dan tidak mudah ditemui. Teh putih berasal dari pucuk teh dan dua helai dan termuda yang belum terbuka dan masih diselimuti bulu-bulu berwarna putih keperakan seperti uban. Pada proses pemetikan, teh putih tidak boleh terkena tangan secara langsung, tidak rusak oleh serangga, tidak menyentuh tanah, dan dipetik antara pukul 05.00-09.00. pucuk teh ini kemudian dikeringkan dengan bantuan sinar matahari dan angin pegunungan, bukan dengan mengalirkan uap panas di pabrik teh.

Pesan moral dari buku ini adalah kita tidak boleh gampang berburuk sangka dengan orang lain sebelum ada bukti-bukti yang kuat. Rasa curiga yang berlebihan terkadang membuat kita lupa bahwa bisa jadi orang terdekat kita adalah justru orang yang berbahaya.

Buku ini merupakan salah satu dari rangkaian ‘seri misteri favorit’ dari penerbit Kiddo. Poin plusnya buku ini juga disertai ilustrasi seputaran tentang Karanganyar dan sekitarnya, kurang kece apalagi coba?!? Kisah anak-anak dengan tema yang ringan serta selipan pengetahuan ini layak dikoleksi! 😉

Keterangan Buku:

Judul                                     : Misteri Bukit Berkabut

Penulis                                 : Erlita Pratiwi

Penyunting                         :Pradikha Bestari

Illustrator                            : Indra Bayu

Perancang sampul           : Indra Bayu, Grace Gabriella AP.

Penerbit                              : Kiddo

Terbit                                    : Desember 2018

Tebal                                     : 186 hlm.

ISBN                                      : 978-602-481-039-9

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia

2. Follow akun twitter @lucktygs , @TakoSoulmate. Jangan lupa share dengan hestek GA #MisteriBukitBerkabut dan mention via twitter. (jika ada twitter, nggak wajib)

3. Follow akun instagram @lucktygs , @erlitap_ dan @penerbitkiddo (jika ada instagram, nggak wajib)

4. Follow blog ini, bisa via wordpress atau email.

5. Tidak ada pertanyaan, cukup tinggalkan nama, akun twitter/instagram, dan kota tinggal di kolom komentar. Mudah bukan? 😉

GA #MisteriBukitBerkabut  ini berlangsung 21 Januari 2019 – 25 Januari 2019. Pemenang akan diumumkan tanggal 26 Januari 2019

Akan ada SATU PEMENANG yang akan mendapatkan buku ini. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya! ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

PEMENANG yang mendapatkan buku ini adalah:

Nama : Dedik A
Akun Twitter : @ardeto_khan
Kota Tinggal : Lamongan

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  catatanluckty[at]gmail[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Misteri Bukit Berkabut. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat penulis dan penerbit atas kerjasama dan  kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih ada giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

4 thoughts on “REVIEW Misteri Bukit Berkabut + GIVEAWAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s