Posted in buku, resensi

REVIEW Kelly on the Move

Patah hati kan udah hal yang biasa dalam percintaan. Patah hati nggak pernah sederhana. Meski patahnya sama, hati tiap orang yang ngalamin bakal ngerasain efek yang berbeda. Mungkin gampang buat gue atau lo ketika putus cinta, tapi untuk beberapa belum tentu. Ada beberapa orang yang tersiksa dalam kurun waktu lama. (hlm. 123)

KELLY. Dia dan Bobby berpacaran selama sepuluh tahun, sejak masa sekolah. Sejak belum siapa-siapa. Hanya dua bocah berseragama abu-abu yang menemukan kenyataan satu sama lain dan berimbas cinta. Bertahan selama sepuluh tahun adalah sebuah kebanggaan karena tidak mudah mempertahankan sebuah hubungan. Namun, dua tahun belakangan, saat Kelly dengan bangga bilang dia diterima kerja sebagai dosen di Universitas Pusaka Jaya, Bobby bilang hubungan mereka tidak bisa dilanjutkan lagi. Itulah alasan Kelly memblokir semua akun Bobby di media sosial, memutus komunikasi karena Bobby bilang sudah tidak ada perasaan apa pun pada perempuan itu. Dia ingin menunjukkan bahwa dia marah dan kecewa, juga tidak mau bertemu lagi dengan Bobby. Namun di sisi lain dia juga kangen. Dia juga ingin tahu alasan dia ditinggalkan. Apa yang kurang dari dirinya hingga tidak lagi dicintai? Apakah Bobby tidak menyesal sedikit pun telah mengakhiri hubungan mereka? Apakah Bobby baik-baik saja? Apakah Bobby sudah punya pacar baru dan melupakannya? Itulah alasan Kelly membuat akun palsu di media sosial dan menikmati kehidupan Bobby setelah putus dengannya.

“Oh… dia tuh sering marah-marah dan nyuekin lo. Salah dikit aja lo dicuekin, kan? Nggak gitu kalo sayang sama cewek, Kel. Itu artinya dia merasa superior. Maksud gue, dia merasa nggak rugi ninggalin lo karena dia punya segalanya. Okelah wajahnya biasa saja, tapi dengan jabatan itu, cewek-cewek bakal nempel sama dia cuma dengan satu senyum sapa. Kebalikannya sama lo. Lo jadiin dia pusat dunia lo. Makanya, lo ngerasa kehilangan banget pas dia pergi.

“Sekarang apa? Oke… dia pacaran sama cewek yang mukanya dibikin instagramable berkat bantuan kamera hape yang canggih banget. Terus mereka mau nikah. Terus apa, Kel?”

“Gue nggak rela, Re. Nggak rela dia bahagia sementara gue menderita.” (hlm. 11)

ASSEN. Aktor sekaligus sutradara Indonesia. Memulai karirnya sejak 15 tahun. Film pertamanya berjudul Merah Patah membuat namanya melejit. Sering melakoni peran laki-laki manis-melankolis-humoris di film dan serial TV. Anak ketiga dari lima bersaudara ini mencoba main di film aksi berjudul Eyes in the Kaleidoskop yang disutradari Djajar Tanis mematahkan sisi manis-melankolis-humoris Assen yang selam ini menempel padanya. Assen menunjukkan kepiawaiannya memainkan peran mafia berdarah dingin. Selain menguasai taekwondo dan silat, Assen juga menguasai tiga bahasa asing, yaitu Inggris, Mandarin dan Jepang.

“Perasaan kamu nggak berubah. Daripada aku menjalani hubungan ini dengan membohongi kamu, mending aku jujur, kan? Kejujuran lebih baik baik di atas segalanya dalam hubungan kita. Maaf, Kel, kita nggak bisa lanjut. Kamu lupain aku, ya? Kamu pasti bisa dapat laki-laki yang lebih segalanya daripada aku.” (hlm. 20)

“Dia nggak sayang lagi sama gue, Cris. Itu alasan dia mutusin gue. Kalo dia selingkuh, ngehamilin cewek lain, mungkin alasan itu bisa bikin gue ngerelain dia karena itu artinya dia brengsek. Tapi, kalo alasan dia nggak cinta lagi sama gue, berarti ada yang salah dong sama gue sampai-sampai gue nggak mampu bikin dia jatuh cinta lagi?” (hlm. 34)

Baca kisah Kelly ini bikin gemess banget. Mungkin bagi orang lain seperti kita, sama halnya dengan Tere dan Cris, sahabat Kelly pasti juga bakal gemes banget ama Kelly yang susah banget move on dari Bobby. Padahal Bobby ini nggak ada keren-kerennya sama sekali, suka marah-marah pula. Tapi memang yang namanya sudah kadung tresno, mau orang lain bilang sejelek apa pun bakal nggak digubris. Memang ada pepatah jika cinta itu buta. Di kehidupan nyata pun kita akan menemukan orang-orang seperti Kelly ini, susah move on. Apalagi untuk kasus Kelly, sudah pacaran selama sepuluh tahun bersama Bobby. Ibarat nikah mah, sepuluh tahun anaknya udah SD x))

Banyak hal-hal yang menyebabkan seseorang susah move on. Membuat akun palsu hanya demi stalk akun mantan apakah hidupnya lebih bahagia dari kita atau tidak, ragu untuk mengikuti reuni sekolah karena bakal bertemu mantan, hingga betapa perihnya ketika sanga mantan lebih dulu sampai pelaminan dan makin ngenes ketika kita tidak diundang ke pernikahannya. Atau ujung-ujungnya menghabiskan weekend hanya dengan marathon buat nonton drama Korea, kalo ini mah saya juga begitu, hahahaha… x)) Persamaan apa kamu dengan Kelly saat susah move on?!? 😀

Dia bukan cinta lagi, tapi nyaman sampai ke tulang. Itu yang bikin susah ngelepasin seseorang. (hlm. 208)

Nggak hanya membahas sisi percintaan Kelly, penulis juga menyelipkan dua pesan lewat tokoh Kelly. Yang pertama, Kelly menjadi dosen muda, Ada banyak kendala yang dialaminya. Mulai seringnya menjadi cadangan menghadiri suatu acara yang dilipahkan dari dosen senior, mendapatkan jatah banyak mahasiswa tingkat akhir yang ingin bimbingan, perbedaan fasilitas yang didapatkan dibandingkan dengan dosen senior yang sangat terasa sekali jomplangnya, hingga panggilan bapak atau ibu bagi siapa pun yang mengajar di instansi pendidikan meski masih muda yang artinya rela nggak rela juga harus siap dipanggil ibu seperti Kelly X))

Kehidupan kampus juga terpapar jelas di buku ini, mulai dari problematika para dosennya, para mahasiswa tingkat akhir (membahas proposal, etika menulis ilmiah, mencari referensi yang jelas untuk dilampirkan dalam daftar pustaka, sampai bagaimana harus siap mental menghadapi dosen pembimbing saat bimbingan skripsi, dan sebagainya.

Kedua, lewat tokoh Kelly, penulis menyelipkan tentang kesetaraan gender. Bagaimana pandangan masyarakat terhadap perempuan dengan pendidikan tinggi, sikap laki-laki yang tidak ingin pasangannya lebih tinggi dari dirinya, dan masih banyak sebenarnya selipan ‘suara penulis’ yang mewakili hati perempuan selama ini. Great job!!

Ini adalah kali pertama membaca buku yang ditulis oleh Seplia. Langsung jatuh cinta dengan gaya kepenulisannya, punya ciri khas. Dan semoga bisa membaca buku karya Seplia lainnya.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Berteman dengan mantan adalah bentuk kedewasaan. (hlm. 35)
  2. Kadang hidup butuh keberuntungan. (hlm. 75)
  3. Kadang, bukan orang baru yang bisa menyembuhkan luka kita, tapi diri sendiri. (hlm. 113)
  4. Nggak apa-apa kerja keras, asal nggak lupa istirahat dan nggak lupa bahagia. (hlm. 200)
  5. Tuhan memang nggak sia-sia. Siapa yang jahat akan menuai hukumannya, meski dalam bentuk yang berbeda. (hlm. 250)

Banyak selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Berhenti deh ngestalk. Lo sendiri yang bakal terluka. (hlm. 7)
  2. Makanya cepet kaya biar bisa beli mobil. (hlm. 14)
  3. Mahasiswa memang nggak disuruh gunting rambut tapi harus tetap berkesan rapi. (hlm. 18)
  4. Memangnya gampang melupakan kenangan yang dirajut dengan seseorang yang amat dicintai selama bertahun-tahun? (hlm. 20)
  5. Tahunya drama Korea doang, makanya sesekali nonton film buatan anak bangsa. (hlm. 27)
  6. Punya pacar baru bukan berarti udah move on dari mantan dan masa lalu. (hlm. 33)
  7. Kalo lo masih stalking medsosnya, itu berarti lo belum ikhlas dia ke pelukan orang. (hlm. 33)
  8. Bukan cuma cewek yang nelangsa pas putus cinta. (hlm. 34)
  9. Memandangi seseorang yang kamu cinta tanpa bisa dimiliki itu sungguh menyakitkan. (hlm. 36)
  10. Hal baru memang biasanya akan jadi puja-puji, setelah hari demi hari berlalu dan hal baru itu udah jadi biasa saja. (hlm. 52)
  11. Makin dilihat, nanti lo makin sakit hati. Mending nggak usah tahu sama sekali. (hlm. 58)
  12. Memang kelihatan remeh. Kadang, batu kecillah yang membuat kita jatuh dan tersandung karena nggak tampak sama mata. Kalau batu besar, jelas kita hindari dan antisipasi. (hlm. 104)
  13. Lo kayak orang yang belum lepas dari masa lalu. (hlm. 109)
  14. Sekaya apa sih itu orang sampai pesan kafe seharian penuh cuma buat lamaran? (hlm. 119)
  15. Lo punya pilihan untuk nggak meratapi kesedihan ini lagi. Jangan trauma gitu. Nggak semua laki-laki sama brengseknya kayak mantan lo itu. (hlm. 154)
  16. Buat apa minta maaf? Urusan hati kan beda-beda. (hlm. 168)
  17. Terkadang, ada beberapa orang yang bodohnya kebangetan. (hlm. 273)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Kelly on the Move

Penulis                                 : Seplia

Editor                                    : Kavi Aldrich

Ilustrasi sampul                 : Orkha Creative

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2018

Tebal                                     : 296 hlm.

ISBN                                      : 97860206118098

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s