buku, resensi

REVIEW Jurnal Jo

“Sebenarnya sejak kapan kita berubah dari anak menjadi remaja atau dewasa? (hlm. 50)

Jo. Baru masuk SMP. Peralihan masa dari anak-anak ke remaja. Jalan ceritanya natural sekali, seperti hal-hal yang memang dialami para remaja pada umumnya. Tidak hanya kisah Jo, tapi ada juga hubungan antara Jo dengan keluarganya, Jo dengan teman-temannya di sekolah, ataupun Jo dengan teman-temannya di lingkungan rumahnya.

“Kamu punya buku apa?”

“Maksudnya?”

“Buku, buku bacaan yang kamu koleksi.”

“Oh… emh, yah, nggak banyak.”

“Apa aja?”

“Eh, aku nggak begitu hafal. Maksudku, aku nggak menyimpannya secara rapi.. maksudku secara khusus.”

“Wah, harusnya kamu simpan rapi, jadi gampang kalau mau tuker-tukeran.”

“Tuker-tukeran?”

“Anak Klub Sastra sering tuker-tukeran buku. Ya nggak harus tukeran sih, bisa juga pinjam-pinjaman aja. Biar bisa baca banyak, tapi hemat.”

“Tapi kan kita bisa pinjam di perpus.”

“Ya, tapi kan nggak semua buku ada di perpus, apalagi buku baru. Kalaupun ada, rebutan sama anak lain.”

“Oh, begitu ya?”

“Iya, makanya kami juga usaha kalau mau beli buku koordinasi dulu dengan teman-teman, biar belinya nggak sama.” (hlm. 63-64)

Selain kehidupan remaja, tentang Jo dan teman-temannya, hal yang menarik dari buku pertama serial Jurnal Jo ini adalah tentang adanya Klub Buku Sastra. Di klub ini, Jo dan teman-teman satu klubnya selain membaca buku, juga menuliskan resensinya di blog. Jadi, selain membaca, juga menulis. Sebenarnya nggak hanya menulis resensi buku saja, tapi ada juga selipan tentang problematika yang melanda remaja. Misalnya tentang bagaimana menjadi diri sendiri, dan hal-hal yang terlihat sepele tetapi masalah besar bagi remaja, contohnya saja perkara deodorant atau menggunakan parfum untuk menghilangkan bau badan yang mulai menghantui mereka yang mulai tumbuh meremaja. Atau perkara memakai miniset, ada semacam ketakutan jika tidak menggunakan miniset nanti tetek mereka akan menjuntai seperti pepaya, hahaha… x))

Di lewat Klub Buku inilah Jo berkenalan dengan Andre, Ketua Klub Buku yang bia dipastikan suka baca buku. Bahkan Jo sampai minder dibuatnya dengan jumlah bacaan Andre dalam seminggu. Ditambah lagi, Andre memberikannya buku Harry Potter. Buku idaman sejuta remaja pada masanya, bahkan sampai sekarang sih ya. Selain itu, ada satu lagi cowok yang dekat dengan Jo: Rajiv, tetangga Jo keturunan India yang akrab dengan Jo karena kegiatan di lingkungan sekolah mereka. Cowok manakah yang kira-kira akan meruntuhkan hati Jo?

Kisah Jo dan teman-temannya ini memang representasi kehidupan remaja banget. Mulai dari coba-coba pakai lip ice, nekat pakai rok mini pas ke sekolah dengan cara dijepit ke bagian dalam sehingga rok terlihat lebih pendek, memakai legging sebagai dalaman rok, hingga tren rebonding karena malu sering di bully memiliki rambut seperti mie keriting. Jo dan teman-temannya ini paket komplit. Mulai dari yang centil, pemalu, sok cool, hingga sampai yang sok gaul x))

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Semoga deh hidupku nggak membosankan kayak mereka. (hlm. 7)
  2. Jangan gunakan kata kotor lagi. (hlm. 9)
  3. Kalau kamu mau gaul, kamu harus beda. (hlm. 17)
  4. Nggak selamanya menonjol itu enak sih. (hlm. 31)
  5. Kalau nggak pakai, nanti ‘itu’ kita menjuntai kayak papaya, kan? (hlm. 34)
  6. Cowok-cowok delapan itu cakep-cakep dan nggak norak kayak anak kelas tujuh. (hlm. 49)
  7. Semakin dewasa kita boleh semakin bebas. (hlm. 53)
  8. Cowok memang mahluk yang paling nggak peka! (hlm. 151)
  9. Bagaimana kita bisa menjadi diri sendiri? (hlm. 175)
  10. Cowok payah kayak dia memang perlu dikasih pelajaran. (hlm. 193)
  11. Kadang hidup memang seperti itu. Kadang memang ada hari yang ngeselin. (hlm. 236)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Jurnal Jo

Penulis                                 : Ken Terate

Ilustrasi sampul                 : Orkha Creative

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : Januari 2019 (Cetakan keempat)

Tebal                                     : 240 hlm.

ISBN                                      : 9786020306292

1 thought on “REVIEW Jurnal Jo”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s