buku, resensi

REVIW The One Skill

Akar dari semua masalah kita adalah ketidakmampuan kita untuk bersikap lepas. Ada banyak hal yang diulas dalam buku ini mengenai hal-hal yang tanpa disadari menimpa kita dalam kehidupan sehari-hari.

Stress. Kita stress saat kita menginginkan hal ihwal berjalan berdasarkan satu cara tertentu, dan kemudian kita merasa tertekan ketika semua itu tidak terjadi seperti yang kita harapkan. Namun, apabila kita lepas, tak terlalu memaksakan diri kendati kita sangat menginginkannya, serta mau menerima dan menghargai apa pun hasilnya, maka kita akan lepas dari tekanan.

Menunda-nunda. Kita suka menunda-nunda karena takut gagal, menganggap tugas-tugas yang harus kita jalankan terlalu sulit, bingung, tidak nyaman. Tetapi jika kita bersikap lepas, maka apa saja yang kita inginkan akan menjadi mudah untuk diwujudkan, sehingga kita pun bisa sukses dan merasa nyaman dan menyadari bahwa ada bermacam-macam pengalaman yang dapat kita alami, sehingga akhirnya kita mampu melaksanakan tugas kita itu.

Kebiasaan dan gangguan. Omong-omong, kebanyakan orang punya waktu yang berat untuk mengubah kebiasaan-kebiasaannya karena alasan yang sama ini. kita menunda-nunda untuk mengubah kebiasaan tersebut sebagaimana kita menunda menuntaskan pekerjaan. Kita juga digerogoti oleh gangguan-gangguan sepanjang hari karena alasan yang sama.

Rasa jengkel/frustasi terhadap orang-orang. Kita merasa kesal kepada orang-orang karena mereka tidak bersikap seperti yang kita inginkan. Dan ini merusak hubungan kita dengan mereka, karena kita marah kepada mereka. Akibatnya, kita menjadi kurang bahagia. Sebaliknya, kita bisa melepaskan keinginan kita untuk mengubah mereka dengan cara-cara tertentu, menerima mereka apa adanya, dan hanya bersama mereka. Itu membuat hubungan jauh lebih baik.

Kehilangan dan kematian. Ketika orang yang dicintai meninggal, atau saat kita kehilangan pekerjaan, atau sewaktu kita sakit parah, kita pun menjadi berduka dan menderita. Dan ketika itu tidak dapat dihindari, maka kemampuan kita dalam bersikap lepas dapat membantu kita meredam rasa kehilangan ini.

Penuh perhatian. Banyak dari kita ingin punya perhatian yang lebih dalam menjalani hidup, agar kita tidak melewatkannya saat itu terjadi, agar kita bisa menikmati sepenuhnya. Kita begitu terobsesi untuk memikirkan hal-hal lain, sehingga kita tidak dapat hadir sepenuhnya pada momen yang tengah berlangsung. Kita dapat belajar melepaskan pikiran agar tidak memusingkan masa depan atau masa lalu, dan menjadi orang yang penuh perhatian lebih dan sepenuhnya hadir menikmati momen.

Ketakutan. Akar masalah kita adalah rasa takut –dari menunda-nunda pekerjaan, tidak berani mulai merintis usaha, hingga kelebihan berat badan– dan akar rasa takut senantiasa berkaitan dengan cara kita menginginkan sesuatu terjadi.

Jadi, bersikap lepas bisa menjadi tindakan yang penuh kasih sayang, jika impian memicu kerugian. Berikut ini cara bersikap lepas dengan belas kasih dan cinta. Pertama, doakanlah semoga diri kita dan orang lain di sekitar kita bahagia. Sadarilah bahwa impian yang muluk-muluk itu menyulut penderitaan. Ingin mengakhiri penderitaan dengan melepaskan impian yang muluk-muluk.

Apabila kita ingin melepaskan impian yang muluk-muluk, alih-alih berfokus menginginkan itu terwujud, berfokuslah pada seberapa bagus apabila kita tidak punya impian yang muluk-muluk. Biarkan hati dan pikiran kita rileks, sehingga kita bisa membiarkan itu yang muluk-muluk menjauh. Dada sesak mengendur sedikit, napas kita sedikit lebih lega, rasa cinta yang hangat tumbuh di dalam diri kita, dan kita melepaskan apa pun yang memersulit gerak kita.

Kita sekarang adalah orang baru, dengan satu yang kurang ideal. Kita adalah pribadi yang berbeda dari pribadi sebelum-sebelumnya, yang berarti kita dapat menemukan kembali pribadi ini, membuat pribadi ini tenang dan penuh kasih sayang.

Bersikap lepas bukan berarti menyerah. Bersikap lepas bukanlah soal menjadi korban. Bersikap lepas bukan berarti tidak berkembang. Bersikap lepas bukan berarti membiarkan orang lain lolos. Bersikap lepas bukan berarti membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Bersikap lepas bukan berarti membiarkan orang lain merasa benar di saat mereka salah.

Ada banyak hal lain dari sikap lepas yang tidak baik, tetapi kita bisa melihat benang merah: dimulai dengan melepaskan dan menerima kenyataan, agar kita dapat merespons secara tepat dan tidak menderita dari apa yang perlu bagi kita. Dan itu adalah perubahan besar dari sebagian besar cara kita beroperasis setiap hari, yang mana itu berharga untuk mendapatkan sedikit latihan.

Jadi, sudah siap bersikap lepas?!? 😉

 

Keterangan Buku:

Judul                                     : The One Skill

Penulis                                 : Leo Babauta

Penerjemah                       : Sushela M. Nur

Penyelaras akhir               : Ipank Pamungkas

Tata letak                            : Wrdiantoro

Ilustrasi sampul                 : Sekar Bestari

Rancang sampul               : Katalika Project

Penerbit                              : Bright Publisher

Terbit                                    : 2019

Tebal                                     : 108 hlm.

ISBN                                      : 978-602-5868-55-9

2 thoughts on “REVIW The One Skill”

  1. Buku yang sangat bagus untuk pengembangan diri seseorang. Dimana dalam kehidupan ini keinginan harapan tidaklah selalu berjalan mulus. Sesuailah dengan yang diusahakan dan doa yang dipanjatkan. Adakalanya harus menerima dengan hati yang ikhlas. Karena itu semua datangnya dari yang diatas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s