buku, resensi

REVIEW 5 Yang Dilarang

Adalah wajar sebagai orangtua menginginkan anak tumbuh menjadi pribadi yang hebat, yang bisa dibanggakan. Orangtua mana yang ingin melihat anaknya dipuji orang karena berhasil meraih rangking pertama di kelas? Orangtua mana yang tidak bahagia melihat anaknya sendiri berdiri tegap di depan penonton hendak menerima piala juara nomor 1? Orangtua mana pula yang tidak berurai air mata karena terharu melihat anaknya berhasil mengalahkan anak lain di acara lomba pidato? Meski hanya antar-RW? Tentunya semua orangtua ingin merasakan hal itu. Nah, keinginan besar itulah yang terkadang membutakan mata sehingga anak di-force berprestasi, berhasil dan mendapat piala juara 1.

Buku ini mengulas hal-hal yang tanpa disadari dilakukan orangtua yang niatannya membuat anak tampil sempurna tapi justru menjadi beban sang anak, bahkan menjadi semacam luka di masa dewasa kelak. Ada banyak hal yang sebaiknya tidak dilakukan para orangtua, baik di lingkungan rumah, di lingkungan bermain, di sekolah, di keramaian, maupun di keluarga besar.

Dari sekian banyak yang dibahas dalam buku ini, ada beberapa hal yang paling menarik untuk diulas. Pertama, Tidak Bijak Berkata ‘Jangan’. Tips bijak berkata ‘jangan’ yang disampaikan dalam buku ini beberapa diantaranya adalah ingatlah anak akan selalu meniru orangtua, bekali diri dengan ilmu dan pengetahuan, ingat masa depan anakm, jangan mudah marah, sayangi mereka meski terkadang membuat kesal, dan belajar mengolah bahasa.

Kedua, dilarang membandingkan dengan teman bermainnya. Mungkin maksud orangtua melakukan hal tersebut agar anaknya termotivasi seperti anak lain yang lebih pintar atau hebat. Sayangnya, hal itu justru lebih menimbulkan banyak dampak negatifnya. Dampak pada anak: anak kecewa pada orangtua, anak kecewa pada diri sendiri, anak tumbuh selalu meragukan dirinya, menjadikan orang lain sebagai parameter keberhasilan hidupnya, benci pada temannya dan sombong. Sedangkan tips menahan diri untuk membandingkan bagi para orangtua, diantaranya adalah sadar bahwa setiap orang istimewa, kenali potensi anak, fokus pada target pribadi sesuai kemampuan anak, bangga dan menerima apa adanya, serta memuji dengan bijaksana.

Ketiga, Dilarang Memaksa Berprestasi. Bentuk-bentuk sikap memaksa anak berprestasi: memarahi anak ketika nilainya jelek, menyuruh anak belajardengan tekun seharian, mengancam anak jika tidak mendapat nilai yang baik, memadatkan waktu anak untuk les dan sejenisnya tanpa mempertimbangkan waktu untuk bermain, memaksa anak untuk membaca buku-buku tertentu tanpa berdiskusi terlebih dahulu, mengejek dan membandingkan dengan anak lain yang berprestasi tinggi dengan diakhiri paksaan bahwa dia pun harus bisa. Dampak pada anak diantaranya adalah menghambat prestasi anak, stress pada anak, hubungan tidak harmonis, menghalalkan segala cara, bahkan bisa menimbulkan sikap berbohong pada orangtua.

Keempat, Dilarang Memaksa Anak Pamer. Karena akan berdampak pada anak menjadi pemberontak, menghindari keluarganya, anak pun menjadi suka pamer, menimbulkan sikap sombong. Tips menghindari sikap pamer adalah berpikir positif, tidak berlebihan dalam berharap, percayai kemampuan anak, percayai insting, percayai diri anda sendiri.

Keterangan Buku:

Judul                                     : 5 Yang Dilarang

Penulis                                 : Arfiani

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Tebal                                     : 232 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-1629-4

1 thought on “REVIEW 5 Yang Dilarang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s