Posted in buku, resensi

[BLOGTOUR] REVIEW Hidden World + GIVEAWAY

Ternyata, ada yang tak tersembuhkan oleh waktu. (hlm. 15)

Ada yang masih ingat kisah Peony di buku pertamanya; Peony’s World? Peony termasuk gadis yang mudah disukai. Selain cantik dan bersemangat, senyum dan tawa Peony sangat menular. Peony juga memiliki sesuatu yang tak dimiliki gadis lain.

“Kalau memengaruhi alam sekitar seperti udara, petir, hujan dengan bakat istimewa kita, apakah bisa?” (hlm. 46)

Bukan tanpa alasan, dari awal masuk sekolahnya yang baru, Jevin sudah membenci Peony. Seandainya Jevin tak membenci Peony, ia akan bertanya apakah sejumput rambut warna peach yang unik tapi menarik itu asli atau palsu? Namun nyatanya, Jevin bertemu Peony setelah kembarannya meninggal, sehingga ia membenci gadis itu. Mungkin Jevin sendiri yang mencari masalah, mencari penyakit, hanya karena mengikuti apa yang tertulis di bukunya. Tahun lalu, sepulang dari mengantar ibunya, Jevin hampir pingsan membaca tulisan itu.

Tentu saja Jevin tak bisa menceritakan tentang surat Jovan itu pada ibunya. Selain ibunya tak akan percaya, ia juga tak ingin menambah kesedihan ibunya atas kepergian Jovan. Sudah cukup Jevin bertengkar dengan ibunya karena ingin bersekolah di tempat Jovan. Entahlah, mungkin Jovan sendiri yang membantunya, sehingga ibunya melunak.  Akhirnya, Jevin diperbolehkan tinggal dengan ayahnya di Jakarta, dan bersekolah di tempatnya sekarang –bahkan menggantikan posisi Jovan di kelas.

Jevin pernah melihat foto Peony sewaktu Jovan menceritakan telah berpacaran dengan seorang gadis. Saat itu, kembarannya mengirimkan foto seorang gadis cantik melalui whatsapp. Namun, begitu bertemu dengan Peony secara langsung, Jevin tak sanggup melaksanakan amanat Jovan. Ternyata, kebenciannya pada Peony menempati ruang terbesar di hatinya. Sebagai gantinya, Jevin memiliki sebuah misi, yaitu membuat hidup Peony sengsara.

Beberapa luka dibiarkan menganga, karena di sana letak kenangan berada. (hlm. 48)

Apabila teringat sajak di akun instagram milik Peony, rahang Jevin mengeras. Sajak itu seakan mengejeknya. Mengingatkan bahawa kembarannya telah meninggal. Kabar mengerikan tentang kecelakaan yang disampaikan oleh pihak kepolisian pada orangtuanya, menjadi fakta bahwa tali persaudaraan Jevin dan Jovan telah diputuskan. Bahwa Jevin tak bisa lagi bertemu Jovan meski hanya sebulan sekali. Tak bisa lagi bercakap-cakap melalui telepon. Tak bisa lagi saling mengirimkan pesan. Tak bisa lagi bercerita tentang kesehaian mereka. Tak bisa lagi membahas tentang gadis-gadis cantik dan menarik perhatian atau guru-guru yang menyebalkan.

Perpisahan orangtua membuat Jevin dan Jovan tak lagi tinggal bersama. Namun, gadis bernama Peony itulah yang mencabut keberadaan Jovan dari dunia nyata Jevin. Setelah kejadian itu, banyak malam dilalui Jevin dengan mata nyalang. Setiap kali, ia memejamkan mata, ia mendapati dirinya terkapar di jalan beraspal. Cairan kental berwarna merah menggenang, membentuk pola melingkar di sekitar kepalanya. Napasnya tersengal-sengal dan pandangannya berkabut saat malaikat maut menjemputnya.

Jevin berharap, Peony sedih dan menderita seperti dirinya. Sejauh ini, ia suka dengan rencananya. Namun, sejauh ini pula , gadis itu berani melawannya. Jevin sungguh terkesan dengan keberanian Peony.

Membaca kisah Peony di buku pertama dan juga di buku kedua ini, sama halnya seperti melihat keseharian murid-murid unyu di sekolah dengan segala permasalahan remaja yang menjadi selipan bumbu di kehidupan mereka. Mulai dari praktek kerja kelompok di laboratorium, kerjasama saat bermain bola, hingga lomba kelas.

Bedanya, Peony tidak seperti remaja pada umumnya. Dia memiliki kemampuan untuk teleportasi, yaitu perpindahan tempat. Sebenarnya teleportasi bukanlah hal yang baru. Di kitab suci, khususnya Alquran maupun juga penjelasan ilmiah juga ada pembahasan tentang teleportasi. Dulu, pas sejak SMP, pernah mengalami hal-hal seperti Peony meski samar-samar memorinya. Misal, pas memejamkan mata serasa melayang ke suatu tempat. Pernah masuk ke terowongan panjang. Dulu aku pikir apakah semacam halusinasi, tapi om pernah bilang sebenarnya aku punya indra keenam yang cukup tajam seperti dirinya. Tapi karena kemampuan itu tidak diasah, dan karena memang aku takut, lama-lama kemampuan itu perlahan menghilang. Yang masih membekas sampai sekarang adalah indra pendengaranku yang cukup tajam saat mendengar sesuatu meski cukup sensitif.  Jadi, meski kisah Peony ini adalah fiksi, sebenarnya relatable dengan kehidupan sehari-hari. Apakah ada yang pernah mengalaminya juga?

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Lebih bijaksana mempunyai banyak teman daripada satu musuh. (hlm. 30)
  2. Kekuatan pikiran itu sangat memengaruhi kita mencapai sesuatu dalam hidup. (hlm. 45)
  3. Hari esok masih ada, jumlah detiknya sama. Jadi, jangan menyerah. (hlm. 71)

Beberapa sindiran halus dalam buku ini:

  1. Cowok kayak dia nggak perlu dipikirin. Rugi sendiri. (hlm. 22)
  2. Kamu kan cowok, jangan jadi pengecut. (hlm. 32)
  3. Nggak usah lebay! Serius dikit kenapa sih? (hlm. 34)
  4. Kalau kita memiliki kemampuan atau kekuatan, jangan pernah menggunakannya untuk mencelakai orang lain. (hlm. 46)
  5. Seringkali cinta dan luka ditulis dengan tinta yang sama. (hlm. 70)
  6. Dalam setiap kita, ada kecerdikan ular dan tulusnya merpati. Dan sering ular yang terlalu buas akhirnya memangsa sang merpati. (hlm. 71)
  7. Kamu bisa membohongi orang lain, tapi kamu tidak bisa membohongi dirimu sendiri. (hlm. 77)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Hidden World

Penulis                                 : Kezia Evi Wiadji

Penyunting                         : Jia Effendie

Penyelaras akhir               : Aprilia Wirahma

Penata letak                       : Amanda M. T. Castilani

Desain sampul                   : Airarumi

Penerbit                              : Bhuana Sastra

Terbit                                    : 2020

Tebal                                     : 275 hlm.

ISBN                                      : 978-623-216-644-8

MAU BUKU INI?!?

Simak syaratnya:

1. Peserta tinggal di Indonesia.

2. Follow akun twitter @lucktygs dan @KeziaEviWiadji. (jika ada twitter, nggak wajib)

3. Follow akun instagram @lucktygs dan @keziaeviwiadji (jika ada instagram, nggak wajib)

4. LIKE FB Mbak Kezia Evi Wiadji

5. Jawab pertanyaan di kolom komentar di bawah, plus nama, akun twitter/ instagram, dan kota tinggal. Pertanyaannya adalah berikan alasan kenapa menginginkan buku ini. Mudah bukan? 😉

#GAHiddenWorld ini berlangsung lima hari saja: 14 – 18 Februari 2020. Pemenang akan diumumkan tanggal 19 Februari 2020

Akan ada DUA PEMENANG yang masing-masing akan mendapatkan buku ini bertanda tangan plus paper bag Tintin original. Hadiah akan langsung dikirimkan oleh penulisnya… ;)

Silahkan tebar garam keberuntungan dan merapal jampi-jampi buntelan yaaa… ‎(ʃƪ´▽`) (´▽`ʃƪ)!

PEMENANG yang mendapatkan buku ini adalah:

nama : inggit wardani
akun twitter/ instagram : @wardanipus / @inggit_wardani

Nama : Dedik A
Twitter : @Ardeto_Khan
Domisili : Lamongan

Selamat buat pemenang. Sila kirim email ke  catatanluckty[at]gmail[dot]com dengan judul: konfirmasi pemenang Hidden World. Kemudian di badan email cantumkan; nama, alamat lengkap, dan no hape biar hadiahnya segera dikirim langsung oleh penulisnya ya.

Terima kasih buat penulis dan penerbit atas kerjasama dan  kepercayaannya. Semoga lain waktu bisa bekerjasama kembali… 😉

Buat yang belum menang, jangan sedih. Masih ada giveaway lainnya yang menanti!! :*

-@lucktygs-

Author:

Aku ingin menjadi seperti tanaman lembut dan segar. Dari arah manapun angin menerpa, ia lentur, kuat dan ketika angin tenang, ia tegak dan lurus kembali. Demikian pula seandainya aku ditimpa musibah (aku akan mencoba bersabar hingga Tuhan akan menghilangkan kesukaran-kesukaran dari diriku). Namun, aku tak ingin seperti pohon cemara yang tegak dan keras hingga Tuhan menumbangkannya kapanpun Dia menginginkannya.

7 thoughts on “[BLOGTOUR] REVIEW Hidden World + GIVEAWAY

  1. Nama : Maulvi Hazna Talitha
    Twitter : @maulvihazna
    Kota : Blitar

    Kenapa ingin buku ini? Yang pasti karena aku memang suka baca buku apalagi fiksi. Hehe.
    Selain itu aku jadi tertarik sama buku ini setelah baca review di blog ini. Apalagi setelah baca di akhir review kalau ternyata si tokoh utama punya kemampuan teleportasi. Menarik sekali sepertinya. Jadi kepingin banget baca.

  2. Nama : Dedik A
    Twitter : @Ardeto_Khan
    Domisili : Lamongan
    Jawaban : Setelah bulan Januari lalu membaca Peony’s World, maka kurang afdol kalau enggak baca kelanjutannya. Jadi alasan pertama adalah untuk menyempurnakan rasa penasaranku akan kisah Peony, serta memberikan pendapat tentang buku ini, mengulasnya dan menyebarkan ke banyak orang agar membaca dan mendapatkan kebahagiaan. Kedua, setelah membaca review ini, dan sampai pada bagian bahwa cerita ini relatable, ada beberapa orang juga yg mungkin punya kemampuan istimewa. Aku sangat setuju. Aku juga punya kemampuan istimewa, yaitu terlalu banyak berimajinasi. Hehehe,.. apakah hal ini bisa disebut kemampuan? Dulu aku suka mengkhayal menjadi Ikan, menyulap kamarku seakan-² itu Aquarium. Hehehe, sayangnya itu hanya imajinasi. Membaca Peony, membuatku berimajinasi makin luas, aku merasa sebagai Peony yg mampu menciptakan dunia khayalan.

  3. nama : inggit wardani
    akun twitter/ instagram : @wardanipus / @inggit_wardani
    kota tinggal : Purbalingga, Jawa Tengah
    Kenapa menginginkan buku ini ? Karena q ketagihan sama Peony World jadi q pengen punya Hidden World

  4. Nama: Nurhidayah Tanjung
    Instagram: @hida_annora
    Domisili: Kota Bengkulu

    Jawaban: Kenapa aku ingin buku ini?

    Karena baru baca reviewnya aja udah menarik banget. Cerita fiksi genre fantasi itu memang seringkali di luar nalar, tapi itu jadi point menariknya. Sesuatu yang kalo kata orang mustahil. Tapi enggak di imajinasi kita, karena kita bebas berekspresi dan menuangkan imajinasi menjadi cerita.
    Peony yang punya kemampuan teleportasi itu keren, bisa ke suatu tempat dengan mudah. Sepertinya enak kalo bisa punya kemampuan itu juga, wkwkwk 😂😂

    Selain itu, aku juga penasaran kenapa setelah baca reviewnya yang bercerita soal Jevin yang menyalahkan Peony atas kematian Jovan, why? Jadi penasaran banget.

    Semoga menjadi yang terpilih untuk bisa memiliki bukunya, hehehe..

  5. Nama: Irma I
    Instagram: Irmaa_9299
    Kota tinggal: Garut

    Karena aku suka sesuatu yang bergenre Fantasi, entah itu buku ataupun film. Dan setelah baca review di blog ini dan review dari para bookstagramer aku yakin Hidden World ini novel Fantasi karya penulis Indonesia yang gak kalah keren dari novel-novel fantasi terjemahan. Novel Hidden World memberikan pembaca ruang untuk berimajinasi, juga mengajak pembaca ikut berpetualang bersama tokoh-tokoh dalam cerita. Aku penasaran dengan kelanjutan petualangan Peony bersama teman-temannya.

  6. Nama : Devina Cahyaning K
    Instagram : @dev.reads_
    Domisili : Solo
    Jawaban : Kenapa aku pengen banget bisa menangin novel ini adalah aku sebelumnya belum pernah baca novel bergenre fantasi seperti ini jadi mungkin saja kalau aku menang kak kezia bakal ada di catatan sejarahku sebagai penulis novel fantasy pertama yang aku baca hehe. Sangat penasaran sama kisah peony dan kawan-kawannya yang punya kekuatan istimewa apalagi genre fantasi itu sangat mengasah imajinasi banget kan ya? Dari segi cover-nya udah eye catching banget gimana gak mau milikin coba? Terus aku juga udah baca beberapa review tentang novel ini dan sangat meracuniku jadi aku butuh obat penawar untuk menghilangkan rasa penasaranku selama ini. Oh iya aku juga sangat ingin mereview novel hidden world untuk menebar virus baca kepada orang lain.

  7. Nama : Beatrice Takumansang
    Instagram : @bxtrice_
    Domisili : Manado (Tondano)

    Kenapa aku menginginkan buku ini?
    Pertama karena genrenya fantasy bercampur teenlit aku suka banget ketika kedua genre ini bercampur melengkapi suatu petualangan remaja yang tidak monoton penuh dengan hal-hal yang fantasy membuat pembaca penasaran fantasynya bakal segreget gimana sih apalagi Peony merupakan anak yang spesial aku yakin di dunia ini ada yang seperti Peony dan dari sini kita diajak untuk menjadi berani seperti Peony walau orang memandang kita buruk atau aneh karena diri kita berbeda dengan orang biasanya seperti mungkin ada yang mempunyai indera keenam atau lainnya namun kita tetap berani melangkahkan kaki ke dunia luar yang kita yakini bahwa di kehidupan ini tidak ada yang tidak spesial semua itu spesial lewat cerita ini kita diajak lebih berempati terhadap sesama kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s