buku, resensi

REVIEW Merayakan Kegagalan

Apakah hidup serumit soal fisika? (hlm. 7)

Pelajaran Fisika jaman sekolah menengah pertama sedikit banyak masih tersimpan dalam benak. Kita tahu, apa yang akan terjadi jika benda hanya berada dalam keadaan diam atau berjalan dengan laju yang tetap sama selamanya, tanpa ada perubahan sedikit pun? Tepat. Benda itu hanya akan begitu-begitu saja, bergeming, tak maju, tak berkembang, sehingga menjadi tak menarik.

Coba kita hubungkan dalam hidup. Jika benda saja bisa jadi terlihat tak menarik, lantas bagaimana dengan hidup kita, jika kita sendiri mengalaminya? Begitu-begitu saja. Tidak berkembang. Flat. Dan sudah pasti tak berhikmah.

Hidup itu petualangan. Jika kita tidak pernah merasakan bagaimana rasanya berlari kencang, kita tidak akan tahu bagaimana cara mengatur laju, agar bisa lebih pelan atau mungkin berhenti sebentar. Jika sepanjang perjalanan kecepatanmu selalu sama saja, tidak pernah bertambah, tidak juga pernah berkurang, lantas dari mana kita akan tahu bahwa ternyata kita punya kemampuan untuk terbang sekalipun? Dari mana?

Meski hidup terkadang jauh lebih rumit dari sekadar rumus fisika, tapi tak perlu kita buat rumit. Anggap saja itu tantangan supaya hidupmu jauh lebih menarik. Kita punya kendali yang menentukan seberapa besar ‘gaya’ itu mampu membuat kita berubah. Mampu membuat kita bergerak, entah maju atau bisa juga mundur. Tapi jika kita pandai memetik hikmah dari setiap kejadian yang terjadi di dalam hidup kita, maka sebagian besar ujian yang Tuhan berikan, kita akan menjadikannya sebagai ‘gaya total’ yang bisa bekerja dengan optimal, untuk mendorong kita berubah ‘sebesar-besarnya’ ke arah di mana gaya itu seharusnya membawa kita ke arah Tuhan, ke arah yang lebih baik.

Setiap orang punya tingkatan ujian yang berbeda. Setiap orang juga punya jalan hidup yang tak sama. Setiap orang memiliki skenario cerita yang unik dan tersendiri. Jadi, bukan hal yang bisa dibenarkan jika kita ingin menjadi sama atau seperti orang lain. Sebab pada hakikatnya, kita diciptakan berbeda. Dengan semua perbedaan yang diberikan, hanya satu penilaian-Nya, iman. (lm. 51)

Kehidupan memberikan kita pilihan-pilihan yang mau tak mau harus kita ambil. Setiap pilihan itu juga dilengkapi dengan resikonya sendiri-sendiri. Dari pilihan itu, kita lalu dihadapkan pada sebuah perjalanan panjang. Perjalanan yang kelak akan menghadiahkan kita dengan luka, cerita, kebahagiaan, tawa dan tangis, untuk menguji kesabaran dan kepandaian bersyukur kita kepada-Nya.

Perjalanan menggapai mimpi bukanlah tentang kapan mimpi itu bisa terwujud, melainkan tentang bagaimana usahamu dalam menjemput mimpi itu sendiri. Bukan tentang siapa yang lebih dulu sukses, melainkan tentang jalan mana yang dipilih untuk meunuju kesuksesan tersebut dan apa saja yang bisa kita kumpulkan selama melewati jalan itu. Nilai-nilai berharga inilah yang jauh lebih penting daripada sekadar pencapaian duniawi dengan cara-cara yang tidak disukai Tuhan.

Setiap manusia punya sudut pandang masing-masing dalam melihat dunianya. Itulah sebabnya, mengapa terkadang hal yang kita anggap besar justru sebaliknya, hanya dinilai kecil oleh orang lain. Bukan karena orang lain sellau lebih kuat, soal kekuatan setiap orang punya takarannya, ini hanya soal kacamata.

Memutuskan untuk move on dari kegagalan dan sakit di masa lalu adalah keputusan yang wajib diacungi jempol. Karena tidak semua orang bisa move on dengan tingkat keberhasilan sempurna. Ada yang bahkan hingga berteriak-teriak, berkoar-koar mengatakan dirinya sudah move on, namun tetap saja terusik dengan hal yang ada kaitannya dengan masa lalunya walaupun hanya seujung kuku.

Keterangan Buku:

Judul                                                     : Merayakan Kegagalan

Penulis                                                 : Fitriyani Syahrir

Penyunting                                         : Kinanti Atmarandy

Proofreader                                       : Tree

Ilustrasi isi                                           : Reggy K. Ramadhani

Ilustrasi cover                                    : Created by Freepik

Desain sampul & tata letak          : Nurul Alfiani & Indra

Penerbit                                              : QultumMedia

Terbit                                                    : 2017

Tebal                                                     : 222 hlm.

ISBN                                                      : 978-979-017-364-4

1 thought on “REVIEW Merayakan Kegagalan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s