buku, resensi

REVIEW Sleepover

Hanna pernah menjadi orang linglung selama beberapa bulan. Dia sangat terpukul dengan kematian pacarnya, Edward. Yang dilakukannya setiap hari hanyalah menangis sambil mengurung diri di kamarnya. Dia tidak mau makan. Orangtuanya sampai mengira kalau Hanna mengalami depresi. Mungkin Hanna memang depresi. Dia terus menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Edward. Seandainya dia tidak memintanya untuk menjemputnya, pasti Edward masih hidup. Hal itulah yang selalu menjadi penyesalannya atas kematian Edward.

Tapi setelah cukup lama berduka, akhirnya Hanna mulai bisa melanjutkan hidupnya lagi. Dia bisa kembali tertawa, dan bahkan bisa jatuh cinta lagi pada cowok lain. Dia tidak bermaksud untuk menghianati Edward. Dia tidak hanya ingin terus-terusan tenggelam dalam kesedihan.

Untungnya Ryan juga sama baiknya dengan Edward. Dia tidak tahu tentang Edward karean dia tidak pernah menceritakan padanya. Hanna tidak ingin Ryan berpikiran kalau dia masih tidak bisa melupakan Edwad. Edward memang masih ada di dalam hatinya, tapi kini dia hanyalah kenangan yang akan terus bersamanya seumur hidupnya.

Ryan pindah ke sekolah Hanna di saat yang sama dengan Sharon. Mereka sudah saling kenal sebelumnya. Hanna sempat mengira jika mereka berpacaran, apalagi mereka juga pindah ke sekolah yang sama, tapi Sharon bilang itu hanya kebetulan. Bahkan Sharon jugalah yang menjodohkan Hanna dengan Ryan, meskipun dia tidak pernah mengatakan apa-apa padanya. Sepertinya Hanna merasa harus belajar untuk lebih bisa menyembunyikan perasaannya.

Suatu hari, Hanna dan sahabatnya, Erin dan Jill diundang untuk menginap di rumah Sharon. Bukan rumah biasa, nggak hanya halamannya yang sangat luas, tapi juga memiliki kolam renang. Hanna dan sahabat-sahabatnya tentu senang sekali, karena selama ini hanya bisa mereka saksikan di televisi rumah yang memiliki kolam renang. Bahkan mereka boleh berenang di sana sesuka hati.

Sharon adalah orang baru bagi Hanna dan sahabat-sahabatnya. Seperti remaja pada umumnya, tentu mereka sangat senang memiliki teman yang tampak sempurna seperti Sharon yang tidak hanya cantik dan baik hati, tapi juga memiliki segalanya. Siapa sangka saat di rumah Sharon, secara tak sengaja Hanna menemukan beberapa obat anti depresi dibalik cermin wastafel. Yang bikin syok lagi, tanpa sengaja Hanna melihat Sharon sedang berganti baju yang ternyata dibalik badanya yang sempurna, ada banyak bekas luka memanjang berwarna merah yang memenuhi sekujur tubuhnya.

Sekilas buku ini menceritakan kisah hidup remaja pada umumnya: jatuh cinta dan persahabatan. Ternyata lebih dari itu. Tidak hanya membahas tentang dampak kematian seseorang yang bisa mempengaruhi sisi psikologis seseorang, tapi juga membahas seputaran self-abuse yang jarang diulas dalam novel lokal. Padahal dua hal ini menarik banget loh untuk dibahas lebih lanjut.

Beberapa selipan sindiran halus dalam novel ini:

  1. Pendek berarti bukan jelek, kan. Lo itu harus lebih percaya diri. (hlm. 19)
  2. Kamu takut papa akan memarahimu? (hlm. 26)
  3. Papa nggak akan sembarangan memarahi anak orang. (hlm. 27)
  4. Bagaimana kalau mereka berhasil lolos dari hukuman? (hlm. 167)
  5. Nggak adil kalau mereka sampai lolos, apalagi kita sampai babak belur begini. (hlm. 167)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Sleepover

Penulis                                 : Nathalia Theodora

Editor                                    : Grace R. Situngkir

Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 173 hlm.

ISBN                                      : 978-602-02-7094-4

1 thought on “REVIEW Sleepover”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s