Uncategorized

REVIEW Millennials

Berani mengambil keputusan dan resiko. Berani dengan apa saja. Asalkan jangan jadi orang yang berani ngeyel padahal salah. –Pramoedya Ananta Toer-

Sebagai generasi yang paling ‘melek internet’, generasi millennials juga mendominasi jumlah pengguna media sosial. Lihat saja para influencer sekarang di instagram atau yotube, dari yang pengusaha muda, content creator, traveler, beauty vlogger, food reviewer, sampai komika rata-rata adalah generasi millennial. Dari situ juga bisa terlihat, followersnya tidak jauh-jauh dari millennials dan generasi setelah millennial.

Bagi yang menjunjung tinggi tingkat sosial, bawaannya tangan gatel kalau tidak pasang status, update story, dan post foto. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan habit seperti itu, selama kita bisa mengontrol apa yang kita tunjukkan juga lihat. Yang menjadi masalah adalah kalau apa yang kita ingin perlihatkan justru membawa pengaruh buruk untuk banyak orang, dan apa yang kita lihat tanpa disaring dulu membawa pengaruh buruk untuk diri kita sendiri.

Lebih dari sekedar impact positif, semua hal di atas adalah salah satu keistimewaan kita sebagai generasi millennial. Saat kita lahir, teknologi dan internet sudah ada. Saat kita tumbuh, teknologi dan internet sedang berkembang pesat. Ibaratnya, kita jadi berteman baik dengan teknologi dan internet. Bahkan, kita bisa mengajarkan kepada orangtua kita, gimana cara memakai smartphone, memasang paket internet, selfie alias swafoto, membaca berita lewat handphone, atau bermain media sosial.

Pertama. Melek digital. Karakter yang satu paling mudah untuk dikenali dari generasi millennial. Lihat saja dari gadget-gadget canggih yang mereka gunakan sekaligus platform-platform yang selalu diakses.

Karena sejak awal sudah akrab dengan teknologi dan internet, generasi digital cenderung excited menunggu-nunggu apalagi terobosan dari teknologi yang mereka gunakan. Selain itu, generasi millennial mudah mengekspresikan diri di media sosial. Tidak hanya dalam bentuk tulisan, status, atau foto, beberapa tahun belakangan ini, generasi millennial banyak yang muncul sebagai YouTouber serta vlogger (video blogger) yang aktif mengekspresikan diri melalui konten-konten video yang unik, seperti video daily activity, berbagai tutorial, review makanan dan lain-lain.

Kedua. Konsumtif. Millennials biasanya rajin mem-posting kegiatan konsumsi mereka di media sosial. Karena bisa dibilang, bagi mereka, seberapa ramai akun media sosial seorang millennial, menunjukkan eksistensi sang millennial tersebut. Karena itulah, media sosial seakan ‘memaksa’ generasi millennial untuk terus meng-update statusnya demi eksistensi.

Ketiga. Saving untuk sesuatu yang diimpikan. Millennial tahu apa yang mereka inginkan, dan mereka sadar harus berusaha untuk mewujudkannya. Tinggal selanjutnya mengingatkan diri sendiri betapa pentingnya tabungan masa depan dan menyisihkan sebagian uang untuk memberi mereka yang lebih membutuhkan.

Keempat. Knowledgeable. Bukan hal asing generasi millennial disebut-sebut sebagai generasi yang punya curiosty tinggi terhadap banyak hal dan cenderung kritis. Karakter ini yang mendorong mereka rajin mencari tahu tentang banyak hal, termasuk tentang apa yang mereka mau dan apa yang mereka akan pilih. Beruntung ada internet yang bisa memenuhi keingintahuan mereka.

Kelima. Digital sebagai media komunikasi. Millennial senang berlama-lama di media sosial atau media digital lainnya. Tapi, untuk berkomunikasi dengan mereka di media digital, pikirkan juga kontennya. Millennial peduli dengan desain. Jadi selain isinya harus bernilai desainnya juga harus menarik, kreatif, dan interaktif.

Keenam. Menjadi entrepreneur tanpa persiapan. Saat ini upaya untuk membangun sebuah usaha lebih mudah. Melakukan promosi usaha tidak perlu mengeluarkan banyak uang, cukup lewat media sosial. Tapi, karakter generasi millennial yang menyukai sesuatu yang instan membuat mereka melupakan proses, menggampangkan proses belajar, dan kurang memperhatikan skill. Banyak entrepreneur dari kalangan millennial yang semangat berwirausaha hanya di awal.

Ketujuh. Millennial akan merasa senang jika suasana kantor lebih hangat dan tidak terlalu serius, apalagi jika fasilitas yang disediakan sangat lengkap sehingga karyawan millennial bisa show off ruang atau kubikel kerja melalui foto-foto yang mereka posting di media sosial.

Kedelapan. Rise of the experiential. Millennial ingin menjadi sosok yang ‘dilihat’, berguna dan berpengaruh pada lingkungan. Mereka ingin membagikan cerita dari pengalaman yang dilalui dan ingin orang lain mendengarkan dan merasa terinspirasi. Walau tidak semuanya, pasti ada dari generasi millennial ini yang ingin dijadikan sosok panutan atau influencer bagi para followers-nya.

Kesembilan. Radical transparency. Di kehidupan maya, ada yang disebut The Web Esteem, which is artinya kepercayaan diri seseorang di dunia digital. Istilah ini mengacu kepada fakta bahwa semakin unik, jujur, dan otentik konten yang dibagikan generasi millennial di media sosial, menunjukkan semakin tinggi kepercayaan diri mereka di dunia maya. Ketika engagement berupa like, comment, subscribe, dan share yang didapat dari followers melebihi ekspetasi, maka semakin tinggi lagi web esteem yang dirasakannya.

Kesepuluh. Fear of missing out (FOMO). Sebagai generasi yang senang kongkow-kongkow bareng teman, millennial diam-diam memiliki fearness sendiri jika teman satu squad-nya ini pergi tanpa mengajaknya. Hal ini seperti membuat mereka sering-sering mengecek media sosial untuk melihat aktivitas teman-temannya. Fenomena ini yang disebut sebagai FOMO. Survei menunjukkan bahwa 83% generasi millennial tidur dengan handphone di samping mereka. Ini tentunya agar mereka merasa tidak ketinggalan isu yang sedang dibahas teman-teman di sekitarnya. Begitu mereka membuka mata, mereka bisa langsung mengecek media sosial dan melihat update teman-temannya.

Jadikan sepuluh karakter generasi millennial ini sebagai bekal kita ketika membangun suatu usaha atau setidaknya jika kita ingin menjadi role model.

Keterangan Buku:

Judul                                     : Millennials

Penulis                                 : MIX MarComm

Penyunting                         : Danas

Penyelaras akhir               : MIX MarComm

Pendesain sampul           : Wirawinata

Penata letak                       : Wirawinata dan DewickeyR

Penerbit                              : Fantasious x Loveable

Terbit                                    : 236 hlm.

ISBN                                      : 978-602-5406-76-8

1 thought on “REVIEW Millennials”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s