Uncategorized

REVIEW Hidup Bodo Amat

Hidup memiliki badai sekaligus angin pelan. Setelah badai berlalu, muncullah ketenangan. Setelah hujan berhenti, muncullah Pelangi. Percayalah bahwa kita tidak akan hancur dan tergeletak, bahkan setelah kita didera masalah yang membuat hidup berantakan. Kita harus selalu merasa bahagia dengan cara kita. Kita harus Bahagia dengan kebahagiaan yang kita pilih. (hlm. 35)

Kebahagiaan adalah konsep yang dibuat oleh manusia. Ia merupakan rekaan manusia. Sebuah gagasan abstrak yang tidak jelas dalam pengalaman hidup manusia yang sebenarnya. Perasaan positif dan negative memang ada di dalam otak dan hati, tetapi kebahagiaan sejati tidak ditemukan dasarnya dalam biologi.

Kebahagiaan juga bersifat tidak stabil. Ia merupakan sesuatu yang fleksibel dan bisa diperjuangkan. Namun, memaksakan diri untuk selalu hidup Bahagia adalah tindakan yang sangat tidak realistis. Bukankah hidup kita tidak terhampar seperti pasir di pantai?

Kebahagiaan tidak hadir begitu saja, tetapi ia harus didapatkan. Oleh karena itulah, banyak orang yang bekerja keras untuk mencapai kebahagiaan. Bahkan, Sebagian orang merasa mengetahui bahwa terdapat rumus-rumus tertentu untuk mencapai hidup Bahagia.

Emosi positif dan negative relative bisa muncul berdampingan di dalam otak manusia. Otak sebelah kanan cenderung memproses emosi negative. Sedangkan otak sebelah kiri menangani emosi posotif. Oleh karena itulah, sebagai manusia kita memiliki dan mengalami berbagai macam perasaan seperti senang, susah, tenang, marah dan lain sebagainya.

Jika Bahagia semata-mata dimaknai sebagai kegembiraan dan kepuasan, maka kita menyangkal perasaan negative di dalam diri. Padahal, emosi negatif itu nyata. Itulah sebab kita tidak mungkin bisa Bahagia terus-menerus. Hal yang mungkin adalah kita bertahan hidup dan bereproduksi. Kita harus terus berusaha dan berjuang, mencari kepuasan dan memaklumi kegagalan, melawan ancaman, serta menyadari rasa sakit.

Kebahagiaan kita ditentukan oleh kita sendiri. Boleh jadi, kita pernah bertanya-tanya alas an hidup si A bisa sangat bahagia. Ia tersenyum setiap hari dan seperti tidak mempunyai beban dalam kesehariannya. Namun, kita tidak perlu menjadi si A. Tidak perlu mengikuti gaya hidupnya karena kebahagiaan yang kita lihat itu hanya sisi bagus dari sisi kehidupan si A.

Kita bisa menentukan kebahagiaan kita dengan memulainya dari diri sendiri. Kebahagiaan bisa tercipta jika kita mempunyai tujuan dan keinginan kuat untuk menggapainya. Tentu saja, Tindakan ini disertai dengan kesadaran bahwa hidup kita tidak berjalan dengan satu sisi, melainkan dua sisi yang berpasangan, yakni emosi positif dan emosi negatif.

Boleh jadi, kita belum merasa bahagia hingga saat ini karena belum mengizinkan hati kita merasa Bahagia. Kita masih terkungkung dalam anggapan bahwa kehidupan kita terlalu berat. Kita merasa hidup kita penuh masalah. Kita merasa hidup kita adalah serangkaian nasib buruk tanpa henti. Jadi, penyebab kita tidak bahagia adalah anggapan tersebut, bukan kenyataan hidup yang kita alami.

Berhentilah berpikir berlebihan tentang sesuatu yang belum terjadi. Nikmatilah hidup yang kita miliki saat ini. Mengantisipasi hal terburuk memang sah-sah saja, tetapi jangan malah membuat kita merasa terganggu.

Berhentilah mencampuri urusan orang lain. Kita mempunyai hidup da masalah tersendiri. Begitupula dengan orang lain. Kita tidak bisa terus menerus mencampuri urusan mereka. Membantu mereka untuk menyelesaikan masalahnya memang boleh, tetapi kita juga harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri.

Untuk berbahagia, kita membutuhkan sesuatu untuk dipecahkan. Itulah sebab kebahagiaan merupakan bentuk tindakan. Kita akan mendapatkan sensasi dengan hal yang kita perjuangkan. Sebuah permasalahan harus diselesaikan dengan bijaksana. Dari proses itulah, kita akan mendapatkan pengalaman yang jarang didapatkan oleh orang lain.

Sebagian besar orang berpikir bahwa peduli dengan sekitar adalah cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Memang itu tidak salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Terkadang, kita perlu menumbuhkan sikap masa bodoh atau membuang rasa peduli dengan apa pun yang ada di dalam kehidupan kita. Hal itu akan membantu kita untuk mendapatkan dampak positif bagi hidup.

Terlalu peduli bisa membuat kita menampung banyak pikiran dan lupa dengan prioritas hidup kita. Terlalu banyak hal yang kita pikirkan akan membuat kita terkekang. Sehingga, kita lupa dengan prioritas karena menaruh perhatian kita pada hal-hal lain yang sebenarnya tidak terlalu penting. Tentu saja, hal ini membuat kebahagiaan kita tersandera. Kebahagiaan kita tidak dipilihkan oleh orang lain. Kebahagiaan kita adalah milik kita sendiri.

Sadarilah bahwa kebahagiaan itu sederhana. Jangan habiskan waktu untuk merutuki ketidaksempurnaan kita. Kita dilahirkan dengan memiliki kekurangan. Namun, kita juga mempunyai kelebihan. Daripada terus mengeluh dan memimpikan hidup orang lain, lebih baik kita mensyukuri hidup kita. Bisa jadi, kehidupan kita saat ini adalah impian orang lain yang kurang beruntung di luar sana.

Jangan menempatkan diri kita sebagai korban. Bangkit dan gigihlah menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi. Kita bisa menjadi korban dari pikiran-pikiran buruk yang kita bangun sendiri. Kita tidak layak untuk bertanggung jawab jika sampai saat ini hidup kita belum cukup Bahagia. Satu-satunya yang bisa mengendalikan hidup kita adalah diri sendiri.

Hanya karena kita mengambil jalan berbeda dengan orang lain, bukan berarti jalan kita keliru. Yakinlah bahwa kita berada di jalur yang tepat untuk diri kita. Ingatlah bahwa hanya sedikit orang yang memilih jalan seperti jalan kita karena banyaknya kesulitan yang ada di dalamnya. Sebagaian besar orang memilih jalan umum yang terlihat enak dan tanpa hambatan. Jangan tertipu dengan banyaknya orang yang menganut cara tersebut. Kita berhak menentukan jalan yang kita anggap benar.     

Keterangan Buku:

Judul                     : Hidup Bodo Amat

Penulis                 : Chairul Hendri

Editor                    : Arin Vita

Proofreader       : Varida Rivia

Layout                  : Pandanarum

Desain cover      : Lanang

Kredit ilustrasi    : flaticon.com

Penerbit              : Cemerlang Publishing

Tebal buku          : 164 hlm.

ISBN                      : 978-623-357-009-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s