Uncategorized

REVIEW Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan

Jangan habiskan energi untuk mengubah orang. Gunakan energi untuk berpikir ‘apa yang harus dilakukan agar bisa menjalani hidup dengan menyenangkan.’ (hlm. 23)

Rasa lelah akan timbul jika kita bekerja dengan mencemaskan pandangan orang lain dan membiarkan diri terikat pada hal-hal seperti penampilan, kedudukan, atau kehormatan. Mungkin kita akan roboh jika terus memaksakan diri seperti itu dan tak akan mampu bekerja untuk waktu yang Panjang. Kita tak perlu bekerja secara menggila. Terimalah apa yang diberi tanpa menunjukkan sifat defensif.

Sebaliknya, sekalipun menghasilkan banyak uang, apa jadinya jika kita bekerja sampai merusak fisik, serta diri sendiri dan keluarga jadi babak belur? Itu akan jadi kemalangan buat kita. Kenyataannya, di dunia ini jumlah orang yang memiliki banyak uang tapi merasa selalu kesepian, ‘cemas’ atau ‘seorang diri’ lebih banyak dari yang kita bayangkan.

Bukan berarti hidup akan berakhir di usia enam puluh tahun, karena banyak yang hidup lebih panjang dari itu. Tidak perlu terlalu tegang, cobalah untuk bekerja dengan perasaan: ‘mungkin bagus juga kalau bisa berguna bagi orang yang ada di hadapan saya.

Bisa makan dan menjalani kehidupan sudah merupakan kesuksesan. Bisa menyenangkan orang yang ada di hadapan kita dengan pekerjaan kita adalah suatu keuntungan. Bukankah perasaan seperti itu penting untuk bisa hidup panjang?

Mungkin ada orang yang berpikir kalau kita “harus menyukai pekerjaan”, “harus merasa senang”, tapi rasa itu sama sekali tidak yang ingin dilakukan. Tapi, boleh dibilang itu ibarat mendapatkan durian runtuh. Dengan bekerja, mungkin suatu saat nanti bisa menemukan pekerjaan yang disukai. Memiliki perasaan seperti itu akan membuat kita bisa bekerja tanpa merasakan stres.

Pekerjaan apa pun itu, selagi masih bisa bekerja, ada baiknya untuk terus bekerja setau apapun kita. Manusia biasanya akan cenderung memikirkan hal-hal yang tidak menyenangkan ketika memiliki waktu luang. Lalu merisaukan apa yang sebenarnya tidak perlu dirisaukan. Atau ikut campur pada hal yang tidak perlu. Waktu luang bisa bisa menjadi racun bagi manusia. Untuk itu, sebaiknya kita ‘menyibukkan diri secukupnya”.

Di zaman sekarang kita harus menemukan pekerjaan ‘yang tidak disukai tapi juga tidak dibenci’. Jangan bersikap terburu-buru, pikirkan baik-baik, yang terpenting adalah bisa menemukan ‘pekerjaan yang bisa berlangsung lama sekalipun bukan favorit.’

Lalu, saat umur bertambah dan Ketika bekerja sudah menjadi kebiasaan yang dirasa alamiah dan menentramkan, sama halnya seperti makan dan bersih-bersih, maka tidak ada lagi yang perlu dikatakan.

Ada orang yang sangat memikirkan apakah dirinya bahagia atau tidak. Tentu itu karena bagi manusia kebahagiaan adalah hal utama. Tapi, tidak ada yang namanya harus bahagia. Pada dasarnya, bahagia atau tidak bahagia bukan sesuatu yang terlalu berarti. Kebanyakan orang memutuskan apakah dirinya bahagia atau tidak dari membandingkan dirinya dengan orang lain. Tidak akan ada habisnya jika kebahagiaan ditentukan dari penghasilan, lokasi dan luas rumah, sekolah dan pencapaian anak, makanan yang disantap, seberapa parlentenya dandanan, dan lain-lain.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jika masalah jika tidak menyukai pekerjaan. Untuk bisa terus melanjutkan, perlu pemikiran ‘lebih baik dikerjakan daripada tidak.’ (hlm. 8)
  2. Tidak menaruh harapan memungkinkan untuk melakukan hal yang baik. (hlm. (19)
  3. Tiap-tiap manusia adalah pribadi berbeda yang masing-masing memiliki keinginan sendiri, jadi tak bisa selalu berjalan ke arah yang sama. (hlm. 27)
  4. Jika kita hidup tanpa berpikir wajar jika orang lain berbuat sesuatu untuk kita, maka kita akan bisa berterima kasih untuk hal-hal kecil. (hlm. 32)
  5. Dengan tidak berharap ada kalanya akan terlihat cara atau jalan lain. (hlm. 34)
  6. Saat arus baik datang kerap kali secara ajaib orang-orang di sekitar kita malah memberi dorongan. (hlm. 36)
  7. Rahasia terbesar untuk menjadi sehat: keberadaan teman bicara yang bisa mengungkapkan kelemahan dengan jujur. (hlm. 45)
  8. Seorang pemenang adalah mereka yang meminta maaf terlebih dulu ketika berselisih. Sikap keras hati yang konyol menjadi penyebab kehilangan eksistensi. (hlm. 51)
  9. Setiap orang memiliki titik berat yang berbeda-beda dalam hidup. (hlm. 55)
  10. Penting untuk mendengarkan pendapat orang, tapi jangan sampai dipermainkan oleh orang lain. (hlm. 61)
  11. Memabndingkan diri dengan orang lain itu wajar. Tapi, ketahuilah orang yang terlihat ceria pun pasti pernah bersusah hati. (hlm. 8)

Keterangan Buku:

Judul                     : Hidup Damai Tanpa Berpikir Berlebihan

Penulis                 : Tsuneko Nakamura & Hiromi Okuda

Alih Bahasa         : Faizal

Desain sampul   : Isran Febrianto

Tata letak            : Fajarianto

Penerbit              : PT. Gramedia Pustaka Utama

Terbit                    : 2021

Tebal                     : 154 hlm.

ISBN                      : 978-602-06-4686-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s