Uncategorized

REVIEW You are Overthinking

“Ada kekuatan yang tidak bisa kita kendalikan yaitu kehendak Tuhan. Silahkan berusaha sebaik-baiknya, tambah dengan doa lalu pasrahkan hasilnya pada Tuhan. Jika ternyata hasilnya berbeda dengan rencana, belajar saja untuk menerima. Biarkan berlalu, kemudian bangkit lagi untuk menyusun rencana yang baru.” (hlm. 176)

Overthinking bisa jadi hal yang sangat melelahkan. Ibarat mendorong meja yang terhalang dinding. Sia-sia dan tak ada gunanya. Sama halnya ketika kita memikirkan hal-hal secara berlebihan, banyak pertimbangan dan penuh dengan kecemasan. Apa yang kita hadapi segalanya jadi terlihat seperti raksasa penghadang laju meja yang kita dorong tadi. Bayangkan laju meja itu sebagai kehidupan kita.

Apabila sebentuk kasih sayang disodorkan oleh lingkungan sosial, maka anak akan percaya bahwa kehadirannya sangat diinginkan oleh lingkungan yang nantinya akan menjadi dasar baginya untuk percaya diri sendiri. Akan tetapi jika hal sebaliknya yang diperoleh, maka anak hanya akan memiliki kepercayaan diri yang penuh keragu-raguan. Overthinking adalah sebuah sifat yang mengaburkan konsep percaya diri dan mengubahnya menjadi sesuatu yang abstrak.

Manipulasi overthinking membuat kita terlihat sebagai seorang pemikir. Jauh dari itu, katakanlah overthinking sebagai tukang mangkir. Bedakan overthinking (berpikir berlebihan) dengan rational thinking (berpikir rasional). Sikap overthinking ini justru akan sangat mengganggu dalam pembuatan keputusan yang rasional.

Saat dihadapkan pada situasi yang memicu stres, otak kita berada pada posisi fight or flight (melawan atau lari). Hipotalamus pada otak, bagian yang merangsang produksi hormon, kemudian mengirimkan sinyal menuju kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut meningkatkan berbagai fungsi tubuh, termasuk denyut jantung guna menambah aliran darah menuju organ-organ penting. Laju napas kita juga akan meningkat drastis untuk mencukupi kebutuhan oksigen seluruh tubuh dengan cepat. Mekanisme ini sebenarnya berguna untuk mempersiapkan tubuh dalam menanggapi bahaya. Namun pada saat yang sama, hormon stres dapat mempersempit otot-otot saluran pernapasan dan pembuluh darah. Pernapasan juga menjadi tidak efektif karena tanpa sadar kita menarik napas dengan pendek dan cepat, bukan perlahan dan dalam seperti pada kondisi normal. Seluruh perubahan ini akhirnya membuat kita sesak napas saat mengalami stres. Selain sesak napas, kita mungkin mengalami stres kronis bila terdapat gejala sebagai berikut: rasa cemas dan gugup berlebihan, gelaja depresi, mudah marah, sakit kepala dan insomnia.

Stres adalah respons alami tubuh ketika berhadapan dengan masalah atau situasi yang menegangkan. Stres yang berlangsung singkat bahkan dapat membantu kita mengambil tindakan dengan cepat dalam situasi genting.

Salah satu rahim overthinking adalah lingkungan. Bisa saja mereka tumbuh dan berkembang di tengah contoh-contoh yang telah disediakan dan diakui sebagai keteladanan. Lingkungan membentuk manusia menjadi seorang pemikir yang berlebihan. Keinginan untuk memiliki atau merasakan kehidupan menjadi orang lain adalah suatu bentuk kelatahan. Terkadang manusia juga menganggap dirinya tidak semenarik orang lain, sehingga hatinya menjadi ciut tak bernyali hanya puas menjadi pungguk yang selalu merindukan bulan. Mereka terus merutuki dirinya dengan pikiran-pikiran yang tidak seharusnya dicekokkan pada gurita-gurita kecil dalam otak.

Karier dan pekerjaan membuat hidup manusia menjadi bermakna. Manusia merasa bisa bermanfaat dan tubuhnya berdaya guna. Apa jadinya jika manusia hanya mengayuh waktu dengan hal yang sia-sia. Berkat pekerjaan yang kita usahakan, Tuhan menyambungkan rezekinya. Keperluan dan kebutuhan yang diperlukan untuk tinggal di dunia dapat terpenuhi semua. Pada akhirnya, kecemasan tentang kekurangan hampir sirna.

Pekerjaan yang sesuai dengan passion membuat kita lebih nyaman dan menikmati setiap gang-gang perjalanannya. Hidup terasa tidak susah, pekerjaan pun begitu mudah sehingga tidak akan muncul rasa gundah. Berbeda halnya jika pekerjaan yang kita usahakan ternyata malah membebani jiwa. Sebentar-sebentar kecewa, sedikit-sedikit harus waspada dan lama-lama penat menusuk kepala. Apakah kita pernah terkena sindrom yang sama? Kita merasa pekerjaannnya begitu-begitu saja. Terkadang kapasitas otak kita sudah tidak mampu untuk menanggung beban kerja. Karir kita juga mengambang tanpa kepastian yang nyata. Kita merasa kepala seperti disuruh untuk menyangga ratusan bata. Banyak kunang-kunang berkeliaran dalam pikiran tanpa arah yang jelas, seperti tak punya mata. Benang-benang kusut tak dapat diuraikan menjerat isi otak kita. Setelah itu ketegangan selalu mengikuti kita kemana saja.

Stres kerja merupakan interaksi dari berbagai faktor. Kondisi yang terjadi atas pekerjaan itu sendiri dengan faktor eksternal, seperti beban pekerjaan, konflik peran, struktur organisasi, dan pengembangan karier. Faktor internal berasal dari karakter atau persepsi karyawan itu sendiri. Dengan kata lain, stres kerja tidak semata-mata disebabkan masalah eksternal. Reaksi terhadap stimulus akan sangat bergantung pada reaksi subyektif individu masing-masing. Reaksi ini salah satunya disikapi dengan pikiran berlebihan atau overthinking.

Hal yang paling utama untuk dilakukan adalah menerima diri sendiri. Apa yang melekat pada diri kita sudah sesuai porsi dan yakin bahwa inilah yang terbaik. Tuhan akan memberikan ujian kepada manusia sesuai dengan kesanggupan masing-masing.

Setelah membaca buku ini, menemukan beberapa istilah yang baru aku ketahui:

  1. Black shadow. Mereka kadang-kadang datang secara bergerombol hingga menyatu menjadi sekelompok besar yang terus menggerus akal setiap insan. Bayangan hitam yang jahat itu dibawa dan dilahirkan oleh istilah bernama overthinking atau pikiran berlebihan.
  2. Automatic thoughts perlu dikelola karena dapat memengaruhi emosi dan tingkah laku jika muaranya jelas-jelas melahirkan pemikiran positif dan negatif. Automatic thought memang dapat mengarah pada pikiran negatif, namun pikiran negatif mayoritas selalu menang. Pikiran negatif ini yang memanipulasi akal sehat manusia sehingga mengundang overthinking.
  3. Jika sebuah keluarga tidak mampu memberikan ikatan emosional (attachment) ini, maka hasil akhir yang dapat terlihat pada seorang anak adalah sebuah keadaan bernama maternal deprivation atau kekurangan kasih sayang dari seorang ibu, ini akan menyebabkan kecemasan (anxiety), kemarahan (anger), penyimpangan perilaku (deliquency) dan depresi.

Banyak kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Jangan pernah percaya pada siapa pun, karena bayanganmu sendiri juga akan meninggalkanmu pada saat senja telah tiba di bibir malam. (hlm. vii)
  2. Tuhan tidak akan memaksa seorang hamba untuk mengerjakan ujian di luar batas kesanggupan. (hlm. 54)
  3. Mungkin kita bisa tertawa untuk sebuah peristiwa yang menimpa seseorang, tapi bisa jadi peristiwa yang menimpa seseorang, tapi bisa jadi peristiwa itu adalah petaka bagi orang yang kita tertawakan. (hlm. 91)
  4. Jika kita tidak memahami strategi dasar tentang apa yang harus dilakukan, maka kita hanya akan berkutat pada kesia-siaan saja. (hlm. 125)
  5. Pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri seseorang adalah sembilan kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. (hlm. 148)
  6. Masa lalu akan datang untuk kedua kalinya ke kehidupan sekarang. Sekedar menyapa atau membawa kembali untuk menengok ke belakang. (hlm. 170)

Keterangan Buku:

Judul                                     : You are Overthinking

Penulis                                 : Ratna Widia

Penyunting                         : Herman Adamson

Pemeriksa aksara             : Agustin P, Ratna Widia

Penata aksara                    : Syannisa

Perancang sampul           : Syannisa

Perancang sampul           : Umayah

Penerbit                              : Psikologi Corner

Terbit                                    : April 2020

Tebal                                     : 210 hlm.

ISBN                                      : 978-623-244-206-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s