Uncategorized

REVIEW Seni Memaafkan

Memaafkan adalah kesediaan untuk menanggalkan kesalahan masa lalu yang menyakitkan, tidak lagi memendam amarah dan kebencian, dan menepis keinginan untuk menyakiti orang lain ataupun diri sendiri. Memaafkan dapat mendorong seseorang untuk tidak melakukan pembalasan dendam dan meredakan dorongan untuk membalas rasa sakit.

Memaafkan merupakan sikap untuk mengatasi hal-hal yang negative. Dengan memaafkan, tidak akan terjadi penghakiman terhadap orang yang bersalah. Memaafkan menjadi upaya penghilangan balas dendam dan sakit hati dan memunculkan lagi hubungan dua pihak yang semula bermusuhan.

Memaafkan selalu melibatkan aspek emosi dan aspek sosial. Memaafkan hanya akan menjadi tindakan yang semu jika dilakukan dan dendam. Dalam hal ini memaafkan harus dilakukan dengan ketulusan. Memaafkan secara tulus akan terjadi jika keinginan untuk membalaskan sakit hati dan dendam berubah menjadi keinginan untuk menjadi hubungan yang baik.

Memaafkan selalu berkaitan dengan keikhlasan jiwa dan kebesaran hati seseorang. Memberi maaf mencerminkan kelapangan hati. Orang yang pemaaf dan berhati ikhlas tidak akan menemui banyak duri dalam perjalanan hidupnya karena dia tidak memiliki beban dan dendam dalam hubungan sosialnya.

Memaafkan berarti berhenti mengenang rasa sakit dan kekecewaan akibat kesalahan orang lain. Dengan memaafkan, rasa sakit tidak perlu diungkit lagi. Dendam dan kekecewaan pun tidak layak untuk dipelihara kembali.

Memaafkan berarti memindahkan fokus dari menyalahkan orang lain menuju penyembuhan luka dan penghancuran dengan di dalam hati. Dengan memaafkan, orang yang tersakiti akan lebih memperhatikan hati dan perasaannya. Dia juga lebih siap menyembuhkan rasa sakitnya.

Memaafkan berarti berhenti berandai-andai kembali ke masa lalu. Memaafkan juga berarti berhenti berkhayal tentang cara membalas rasa sakit dan dendam.

Memaafkan harus didasari dengan kemauan untuk menghadapi masa sekarang. Ketika si pemberi maaf bertemu lagi dengan orang yang pernah menyakitinya, maka dia siap untuk memberikan sikap dan respons yang baik tanpa bersikap agresif dan penuh dendam.

Memaafkan orang lain berarti tidak ada niat balas dendam, tidak memusuhi, dan tidak bersikap dingin kepada orang yang bersalah. Setelah memaafkan, si pemberi maaf perlu berusaha untuk bersikap ramah lagi kepada orang yang sudah menyakiti hatinya. Dia menghilangkan niat untuk membalas perbuatan buruk orang tersebut dan memilih untuk fokus menyayangi dirinya sendiri.

Memaafkan berarti membebaskan diri. Ketika orang yang tersakiti merasa orang yang tersakiti merasa orang yang bersalah harus mengalami rasa sakit seperti yang dialaminya, maka dia menjadi tawanan masa lalu. Sedangkan Ketika dia berbahagia dengan hal-hal baik yang dia dapatkan, maka dia tidak akan menyesali hilangnya karma yang dia harapkan.

Memaafkan orang yang menyakiti memang tidak akan mudah. Namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Selalu ada cara untuk bisa memaafkan orang yang bersalah.

Memaafkan merupakan kebutuhan setiap manusia. Bukan sekadar sebagai tanda rasa bersalah dan pengakuan atas seluruh kesalahan yang muncul, tetapi juga menumbuhkan kelaparan dan kerendahan hati. Walaupun demikian, memaafkan bukan berarti menoleransi tindakan orang yang bersalah.     

Memaafkan kesalahan orang lain tidak perlu dilakukan dengan memberitahu orang yang bersalah bahwa dia sudah dimaafkan. Memaafkan tidak lantas membuat orang yang tersakiti tidak boleh memiliki emosi. Memaafkan bukan berarti masalah tidak perlu diselesaikan atau semua sudah baik-baik saja.

Memaafkan tidka menjadi patokan bahwa semua yang terjadi harus dilupakan. Memaafkan juga dapat berarti menepikan orang yang bersalah dari kehidupan orang yang tersakiti pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Oleh karena itulah tindakan memaafkan dan memohon maaf harus dilakukan oleh dua pihak yang berkaitan dan berurusan dengan suatu masalah. Proses itu tidak dapat dilakukan oleh orang lain yang mewakili mereka.

Memberi maaf atau memaafkan merupakan tindakan yang hebat karena orang yang tersakiti berhasil menurunkan ego dan menyadari pentingnya hubungan baik dengan orang lain, termasuk dengan orang yang menyakiti hatinya. Tidak ada cara yang lebih baik untuk meredam kekacauan dalam hubungan sesama manusia lain selain permintaan maaf yang tulus.

Memaafkan itu sulit karena biasanya terkait dengan hati yang tersakiti. Ketika hati sudah terlukai, maka perihnya sulit terobati. Memaafkan berarti tidak lagi mengharapkan masa lalu yang lebih baik atau berbeda dari yang sudah terjadi. Jadi, ketika tidak bisa memaafkan, maka orang yang tersakiti justru terjebak pada masa lalu. Padahal, tidak akan pernah ada kabar baru dari masa lalu. Sia-sia saja mengharapkan perubahan terhadap masa lalu. Siapa pun tidak akan pernah maju jika dia terjebak masa lalu. Oleh karena itu lebih baik mengikhlaskan masa lalu.

Melepaskan emosi negatif dengan cara memaafkan akan membuat aktivitas orang yang disakiti menjadi lebih baik. Dia lebih mudah menerima banyak motivasi dan kekuatan dari orang lain yang mendukungnya. Dia juga semakin termotivasi untuk berprestasi di tempat kerja maunpun menempuh pendidikan. Dia tidak akan diliputi lagi oleh pikiran dan perasaan dendam kepada orang lain.

Kemarahan harus dilepaskan untuk menyelesaikan semua emosi negatif di dalam diri orang yang disakiti. Tidak perlu memendam dan gengsi memberikan maaf kepada orang yang bersalah. Kebahagiaan dalam kehidupan tidak akan dapat diraih jika orang yang disakiti semakin menyakiti dirinya sendiri karena dia enggan memaafkan.

Orang yang disakiti harus mengetahui cara untuk membahagiakan dirinya sendiri. Dia tidak perlu menutupi rasa sakit dan amarahnya. Dia hanya perlu mengingat betapa bahagianya hidupnya tanpa bayang-bayang dendam kepada orang yang bersalah kepadanya.

Memaafkan orang yang menyakiti bukan hanya membuat orang yang disakiti terlepas dari rasa bersalah. Dia juga akan sesuai makin bersyukur karena dia masih diberi kelapangan hati untuk memaafkan orang lain. Menyimpan dendam hanya menjadikannya orang yang tidak merasa damai. Setiap kali dia mengingat orang yang bersalah kepadanya, maka dia merasa kesal dan ingin marah.

Orang yang disakiti harus memaafkan orang yang menyakiti demi ketenangan hatinya sendiri. Menyimpan dendam sama halnya dengan mengurung diri dalam kebencian dan terjebak di dalam penjara karena kesalahan orang lain. Lebih baik lepas dari kurungan dan melanjutkan kehidupan daripada terus merasa sakit hati.

Ketika memaafkan, orang yang disakiti tersembuhkan dari penyakit hati. Memaafkan dapat memberi kelegaan baginya. Memaafkan juga membantunya untuk memulai lembaran baru dalam kehidupannya. Dengan memaafkan, pikiran negative menjadi hilang, beban berat terangkat, dan stamina tubuh tetap terjaga. Selain itu dia dapat dengan mudah memikirkan dan melakukan tindakan positif. 

Keterangan Buku:

Judul                                     : Seni Memaafkan

Penulis                                 : Brian Adam

Penyunting                         : Reddy Suzayzt

Tata letak                            : Werdiantoro

Rancang sampul               : Redi Sanjaya

Penerbit                              : Bright Publisher

Terbit                                    : 2020

Tebal                                     : 128 hlm.

ISBN                                      : 978-623-7778-43-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s