Uncategorized

REVIEW Kaizen

Kaizen merupakan istilah yang diambil dari bahasa Jepang yang berarti perubahan yang berkesinambungan. Prinsip hidup Kaizen lebih menekankan pada perbaikan secara terus-menerus yang menghasilkan suatu perubahan di masa mendatang. Prinsip ini diyakini dan dipraktikkan oleh orang Jepang agar hidup lebih produktif dan menghindari rasa malas.

Akar kata Kaizen terbentuk dari huruf ‘kai’ yang berarti ‘perubahan’ dan ‘zen’ yang memiliki arti ‘baik’. Berdasarkan akar kata Kaizen, perubahan yang dimaksud adalah perubahan kea rah yang lebih baik secara terus-menerus dan berkesinambungan. Perubahan yang terdapat pada prinsip hidup Kaizen akan mengarahkan seseorag untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari meski sedikit demi sedikit.

Beberapa prinsip yang terkandung dalam filosofi Kaizen adalah sebagai berikut:

  1. Sebuah proses yang baik akan memberikan dampak yang baik pula.
  2. Pergi dan lihat sendiri situasi yang tengah berlangsung saat ini.
  3. Berbicara berdasarkan data dan dikelola menggunakan fakta.
  4. Melakukan tindakan langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang ada.
  5. Kaizen bisa dipraktikkan oleh semua orang.
  6. Bekerjalah sebagai tim yang solid.

Terkadang kita sangat menginginkan perubahan tanpa tahu arti dibaliknya. Kita menginginkan diri kita yang berbeda dari waktu ke waktu. Kita menginginkan sesuatu yang lebih baik untuk masa depan. Namun, benarkah demikian adanya? Apakah sebuah perubahan hanya akan dikatakan perubahan jika keadaannya begitu mencolok dari sebelumnya?

Kita adalah kita dengan segala keistimewaan yang dimiliki. Setiap menjumpai permasalahan dalam hidup, manusia selalu responsive untuk berusaha keluar dari masalah yang membelenggu. Dengan berbekal pengalaman dan pengetahuan, orang akan melakukan sebuah tindakan untuk keluar dari suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Di saat itulah, sejatinya ia telah berubah. Ia mencoba berpikir lebih keras, mencari gagasan, memadukan dengan keinginan, lalu merealisasikan dengan perbuatan. Itulah proses perubahan yang seringkali luput dari kesadaran. Kita memang orang yang sama seperti dahulu, tapi pemikiran kita telah lebih maju dari waktu ke waktu. Kita adalah orang yang sama dengan saat pertama kali dilahirkan, tetapi kita telah melalui banyak ujian dan permasalahan. Kita telah banyak berubah. Lantas, apakah perubahan terasa mengerikan?

Semua resolusi yang dibuat adalah upaya untuk menjadikan kita lebih baik daripada sebelumnya. Namun, apakah kita benar-benar siap untuk meraihnya? Ketika menyusun beberapa daftar resolusi, tampaknya kita sangat antusias dengan pencapaian-pencapaian yang ingin kita raih. Bahkan, tidak segan-segan kita menambahkan beberapa daftar dengan hal-hal yang hebat dan luar biasa.

Berkaca dari kehidupan sehari-hari, banyak hal yang telah kita lalui. Ada saatnya kita berusaha dengan keras untuk mencapai sesuatu, tetapi ada pula saatnya kita benar-benar malas untuk bertindak. Ada saatnya kita mendapatkan kesuksesan, tetapi tak jarang juga kita mendapatkan kegagalan. Ketika merespons segala hal yang terjadi dalam hidup, pola pikir selalu bekerja sejalan dengan keyakinan yang kita miliki. Setelah kegagalan yang bertubi-tubi, seseorang mungkin akan menyerah atau justru akan terus melangkah karena belajar dari pengalaman. Semua hal itu bergantung dari pola pikir yang diyakini. Oleh karenanya, pola pikir sangat menentukan sebuah tindakan yang akan kita ambil.

Semua orang memiliki peluang yang besar untuk menjadi orang sukses. Namun, tidak semua orang berhasil keluar dari keterpurukan ketika kegagalan melanda. Itulah mengapa terkadang belajar dari kegagalan seseorang dapat memberikan suntikan semangat yang luar biasa ketimbang belajar dari kesuksesan seseorang.

Orang yang berhasil keluar dari permasalahan sejatinya telah berhasil untuk memiliki pola pikir sukses dan keyakinan kuat bahwa kegagalan bukan akhir dari perjuangan. Justru dengan adanya kegagalan banyak pelajaran berharga yang dapat diambil. Pola pikir inilah yang secara umum memberikan dorongan dan kekuatan bagi seseorang untuk melanjutkan perjuangan.

Ada beberapa hal yang aku dapatkan dari buku ini:

  1. Sistem Limbik (Otak Mamalia)

Salah satu fungsi dari bagian otak ini adalah mengatur emosi. Ketika kita sedang merasakan emosi yang mendalam, kita akan mampu mengingatnya dalam waktu yang panjang. Itulah kenapa ada orang yang trauma terhadap kejadian di masa lalu yang secara emosi ditangkap sebagai sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.

Komponen utama otak ini adalah hipotalamus dan amigdala. Hipotalamus bertugas untuk memproduksi hormon testosteron  dan progesteron, sedangkan amigdala adalah komponen yang penting untuk mengatur emosi dan perilaku seseorang, salah satunya adalah rasa takut.

Saat kita sedang mengalami suatu bahaya atau keadaan yang tidak nyaman, kita akan memberi respons kepada diri kita untuk melawan atau lari saja. Amigdala inilah yang berperan terhadap penentuan keputusan apakah kita akan melakukannya upaya besar untuk mendapatkan goal yang besar atau kita tinggalkan saja.

  • Menidurkan Amigdala

Otak kita menyukai pertanyaan dan tidak ingin menolaknya. Apa pun pertanyaannya, meski sulit, otak akan memikirkannya dan mencoba untuk mencari jawaban. Ketika kita mengajukan pertanyaan besar ke otak, otak mulai merasakan ketakutan. Rasa takut itu akan mulai menekan kreativitas dan mematikan sebuah akses yang menuju neokorteks (otak berpikir).

Respons ini tentunya bukan respons yang sesuai dengan otak berpikir kita, melainkan dengan emosi yang sedang kita rasakan. Berhubung saat ini yang dirasakan adalah ketakutan, maka respons yang diberikan pun bisa dua jenis, yaitu memberikan jawaban yang penuh ketertekanan atau lari saja menghindarinya.

Alih-alih melakukan sebuah perubahan yang dapat membuat kita terus berubah menjadi lebih baik, kita justru akan menghindar sebelum memulai. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk menidurkan amigdala agar dia tidak mengganggu proses perbaikan diri.

  • Burnout

Burnout merupakan keadaan saat kita mengalami kewalahan dan rasa lelah dari segi fisik, mental maupun emosional. Keadaan ini dialami oleh seseorang yang ingin terus melakukan suatu hal, padahal badan dan pikiran sudah ingin istirahat. Saat itulah kita tidak bisa fokus dan berkontribusi dengan baik sehingga emosi pun menjadi tidak karuan.

  • Self Reward

Self reward adalah cara tepat untuk dapat menghargai diri sendiri. kita pun bisa memberikan penghargaan kepada diri sendiri dengan cara membeli sesuatu yang kita inginkan. Apa pun yang membuat kita merasa bahagia dengan kerja ringan yang dilakukan dapat dikatakan sebagai self reward.

Adanya self reward dapat menambah motivasi untuk melakukan proses sederhana dalam mencapai target. Oleh karenanya, mari kita pelajari poin penting pemberian self reward untuk menghargai upaya yang telah kita lakukan.

Kita tidak perlu terlalu memprediksi hasil yang akan dicapai di kemudian hari. Terlalu memikirkan target juga tidak baik terhadap proses yang dijalani. Biarkan segalanya berjalan sesuai rencana dan hasilnya setelah beberapa saat. Hasil adalah bonus yang kita dapat dari proses yang kita jalani dengan penuh kesabaran dan ketekunan.

Kita bisa melihat betapa prinsip Kaizen ini sangat efektif untuk memancing kreativitas. Terkadang, sebenarnya kita sudah bisa atau punya minat bakat, hanya perlu dipancing atau distimulus untuk dapat berkembang lebih baik.

Jika kita memiliki keyakinan bahwa kita mungkin akan gagal atau prinsip Kaizen ini tidak akan berhasil, mari kita runtuhkan keyakinan itu dengan langkah pasti. Goal dan aksi kita sangatlah sederhana. Yang kita lakukan pun sangat kecil dan mudah. Tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kita untuk maju. Lakukan saja dengan mudah, maka hasilnya pun akan nyata.

Kita memang bukan orang yang sempurna. Apa pun yang kita upayakan juga bukanlah hal yang tanpa celah. Segala hal yang telah dilalui bersama prinsip Kaizen sejatinya bukanlah hal yang luar biasa. Namun, yang membuatnya berhasil adalah keyakinan dan optimisme dalam diri kita.

Proses yang kita lakukan tidak aka nada artinya tanpa sebuah komitmen dan keyakinan. Semua itu dapat terjadi karena pikiran dan tubuh kita turut menyukseskan proses untuk menuju tujuan hidup yang kita rencanakan. Dengan sedikit upaya yang dilakukan setiap hari, kita akan dituntun untuk menuju kebiasaan yang lebih baik.

Keterangan Buku:

Judul                     : Kaizen

Penulis                 : Nike Shinta

Cover                    : Tim Scritto

Tata letak            : Tim Scritto

Penerbit              : Scritto Books Publisher

Terbit                    : 2022

Tebal                     : 234 hlm.

ISBN                      : 978-602-5945-77-9

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s