Uncategorized

REVIEW Tak Apa untuk Merasa Tak Baik-baik Saja

Kita tidak berbicara tentang pagar batas yang rapuh; kita mendirikan ‘pagar listrik’. Kamu bisa membuat gerbang di tengahnya, kita harus sangat hati-hati ketika ingin membukanya. Ingatlah, kita mengajarkan kepada orang-orang bagaimana mereka harus memperlakukan diri mereka sendiri dengan cara menunjukkan bagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri, dan jika kita tidak terbiasa untuk mendirikan atau menentukan batasan, maka kita akan merasa itu sangat sulit dilakukan pada awalnya. Meskipun sebenarnya tidak sesulit itu.

Meskipun sumber luka bisa membawa sesuatu yang positif seperti motivasi, keyakinan, dan kemandirian, hal itu juga merupakan sesuatu yang tersembunyi yang menyebabkan banyak kekacauan di hidup kita. Kebutuhan terbesar yang tidak terpenuhi dari masa kecil kita berpusat dari sumber luka dan menjadi motivasi terbesar yang kita pakai saat kita dewasa. Dengan membentuk ulang kisah dari sumber luka dan peristiwa yang terjadi, pengalaman dan orang-orang yang memperkuatnya, maka kita akan menyadarinya dan menghentikan terulangnya pola yang membuat kita tertahan dan sedih untuk selamanya. Jika kita ingin menjadi pemimpin yang sebaik-baiknya yang dapat kita capai, maka adalah sebuah keharusan bagi kita untuk membuat perubahan.

Adapun hal-hal yang bisa kita lakukan, diantaranya adalah:

  • Ambil langkah kecil setiap harinya. Lakukan kebiasaan sehari-hari untuk menanyakan pada diri kita sendiri apa yang dibutuhkan oleh tubuh, pikiran, dan jiwa kita setiap pagi dan lakukan satu hal kecil untuk memenuhinya di hari itu.
  • Tentukan pagar batas dengan cara pulang kerja tepat waktu, diawali seminggu sekali. Kemudian, jadwalkan kursus yang membuat kita penasaran, atau menghadiri workshop pengembangan diri atau berkumpul dengan komunitas. Selama pandemi, aku mencoba mengikuti berbagai event atau komunitas saat weekend. Mencoba hal-hal baru dan ternyata menyenangkan. Selain mendapatkan pengalaman baru, kita juga mendapatkan teman baru.
  • Mencoba lebih banyak ‘electric fencing’. Tulis daftar batasan tentang hal-hal yang kita lepas dan hal-hal ingin kita pegang. Kemudian, keluarkan kata ‘tidak’ dari mulut kita dan rasakan bagaimana diri kita merasa lebih kuat dan lebih percaya diri setelah kita melepas semua kebutuhan-kebutuhan yang tidak penting.   

Kenyataan yang menyebalkan: pikiran kita memengaruhi gen kita dan keturunan kita. Sekarang jika dengan terus-menerus memerangi ‘harimau’ yang ada dalam pikiran kita tidak cukup untuk membuatmu menjadi polisi bagi pikiran dan keyakinanmu.

Bagaimana kita mengubah sesuatu? Pertama, kita harus menjejali pikiran kita dengan hal-hal baik yang sama dengan apa yang kita berikan pada tubuh kita. Sementara kita memakan makanan yang menyehatkan otak kita, kita juga dapat member makan pikiran kita dengan pikiran dan keyakinan yang tegas dan baik. Lalu, perlahan tapi pasti, sesuatu akan mulai berubah karena kita menyetel ulang otak kita, memerintahkannya untuk menciptakan pikiran-pikiran yang berguna dan baru.

Saatnya untuk berhenti hidup mengikuti aturan dan ekspetasi orang lain dan mulai hidup dengan apa yang membuat kita lebih baik dan ceria.

Peralihan menuju ‘jurang’ tidak terjadi begitu saja setelah kita melompat masuk ke ‘panci berisi air panas’ itu. Bagus banget perumpamaannya: ‘panci berisi air panas’ ini ibarat semangat kita yang meletup-letup. Penulis menceritakan pengalamannya, kita semua pasti pernah di fase ‘panci berisi air panas’ ini. Bagus juga istilah ‘Smart Girl’ yang dijabarkan dalam buku ini: tetap sehat, berpetualang, dan mendapatkan pengalaman.

Pikiran kita memengaruhi gen kita dan keturunan kita. Jika dengan terus-menerus memerangi ‘harimau’ yang ada di dalam pikiran kita tidak cukup untuk membuatmu menjadi polisi bagi pikiran dan keyakinan, kita belajar sesuatu yang dapat membantu dan kita juga berhadap dapat membantu kita untuk memutuskan sesuatu.

Bagaimana kita mengubah sesuatu? Pertama, kita harus menjejali pikiran kita dengan hal-hal baik yang sama dengan apa yang kita berikan pada tubuh kita. Sementara kita memakan makanan yang menyehatkan otak kita, kita juga dapat memberi makan pikiran kita dengan pikiran dan keyakinan yang tegas dan baik. Lalu, perlahan tapi pasti, sesuatu akan mulai berubah karena kita menyetel ulang otak kita, memerintahkannya untuk menciptakan pikiran-pikiran yang berguna dan baru.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Tiga perempat dari kita, dengan semua hiasan kehidupan modern dan karier kita, sering merasa tidak terinspirasi dan separuh dari kita lebih sering merasa buruk daripada kita merasa baik. (hlm. xx)
  2. Perasaan sedih, kewalahan, dan tertekan yang berkepanjangan tidak pernah berbohong. Hal-hal itu adalah tanda dari jiwa dan tubuh kita bahwa kita harus mengubah sesuatu atau kita akan tertahan dan terjebak di ‘jurang’ yang lebih lama dari yang seharusnya. (hlm. 17)
  3. Ketika hidup sejalan dengan ‘batu ajaib’-mu, membuat keputusan yang membuat kita terinspirasi dan menuju ke jalur yang tepat menjadi lebih mudah dan kita akan diberi bantuan untuk melangkah menuju ‘puncak’. (hlm. 27)
  4. Keyakinanmu menjadi pikiranmu, pikiranmu menjadi kata-katamu, kata-katamu menjadi tindakanmu, tindakanmu menjadi kebiasaanmu, kebiasaan menjadi nilai-nilaimu, dan nilai-nilaimu menjadi takdirmu.
  5. Terkadang kita akan merasa bahwa mengubah keyakinan kita itu semudah seperti membalikkan telapak tangan, dan terkadang sebaliknya. Hal-hal atau masalah yang membandel yang muncul dari ‘sumber luka’ kita akan melompat dari balik pintu dan berteriak ‘kejutan’ saat kita mencoba menghadapinya. (hlm. 40)
  6. Keyakinanmu adalah kumpulan dari pemikiran yang kita anggap benar meskipun pemikiran-pemikiran itu tidak benar bagi orang lain. (hlm. 43)
  7. Kita bisa seutuhnya menyalahkan diri sendiri karena memiliki dan menciptakan pikiran-pikiran ‘sampah’ itu. Karena sudah pasti masyarakat dan sosial juga punya andil dalam hal ini. (hlm. 46)
  8. Kamu adalah mesin perasaan yang berpikir, bukan sebaliknya. (hlm. 147)
  9. Masuk ke relung hatimu adalah cara untuk mendapatkannya. Bagaimana kita mengakses hasrat sejatimu. Bagaimana kita bisa melepaskan topeng yang kita pakai karena permintaan/ paksaan masyarakat dan kita terus memakainya karena kita yakin itu adalah satu-satunya cara untuk bertahan hidup. (hlm. 150)
  10. Karena setiap orang mengalami rasa sakit dan penderitaan, tetapi apa yang kita lakukan dengan itu adalah pilihanmu. Kita bisa mundur, memikirkannya secara berlebihan, menguncinya di dalam kotak di dalam kepala kita dan terus berjalan dengan autopilot, atau kita dapat berbalik dan menghadapi monster itu secara langsung dengan keberanian hati yang kita miliki. (hlm. 15)

Keterangan Buku:

Judul                     : Tak Apa untuk Merasa Tak Baik-baik Saja

Penulis                 : Bella Zanesco

Alih bahasa         : Christina Endang Wijayanti & Albertus Eko

Editor                    : Virgiona Elsandra

Penerbit              : PT Elex Media Komputindo

Terbit                    : 2021

Tebal                     : 286 hlm.

ISBN                      : 978-623-00-2701-7

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s