Uncategorized

REVIEW Rapijali 3: Kembali

“Pikiran kita punya mekanisme perlindungan diri. Label ‘nggak penting’ sering kali jadi tameng kita berlindung dari hal-hal yang menyakitkan. Justru karena menyakitkan, artinya dia penting. Yang tidak penting tidak akan menyakiti. Hanya hal-hal penting yang bisa menyakiti kita.” (hlm. 79)

Continue reading “REVIEW Rapijali 3: Kembali”
Uncategorized

REVIEW Mitos Inferioritas Perempuan

Perlawanan terhadap obskurantisme. Pertentangan ini datang dari teori Darwin tentang proses evolusi organik yang semakin memperjelas asal-usul manusia. Ini adalah pukulan yang lebih serius terhadap dogma mistis dalam agama, dibanding kontribusi ilmu tersebut dalam memperluas pengetahuan tentang sejarah umat manusia. Dampaknya, menunjukkan bahwa manusia bukanlah ciptaan dari mahluk Ilahi, akan tetapi merupakan Apes (manusia awal, mirip kera besar) yang telah mengalami evolusi. Kemarahan hingga keributan meledak merespon teori yang dituding anti agama ini selama beberapa generasi. Bahkan, di beberapa negara, teori evolusi dilarang diajarkan di sekolah-sekolah. Perlawanan muncul di Arkansas, ketika seorang guru perempuan dengan gagah berani memaksa negara untuk memberi ruang agar teori evolusi diajarkan di sekolah. Perlawanan seperti itu sebenarnya telah pecah jauh sebelum sebagian besar dunia tercerahkan. Saat ini, teori Darwin diterima sebagai premis dasar dalam penelitian ilmiah tentang manusia purba.

Continue reading “REVIEW Mitos Inferioritas Perempuan”
Uncategorized

REVIEW Apakah Takdir Perempuan Sebagai Manusia Kelas Dua?

Mereka yang meyakini ‘teori rahim’ inferioritas perempuan sering melengkapi kesimpulan salah mereka tentang perempuan dengan teori yang sama salahnya mengenai superioritas abadi jenis kelamin laki-laki. Menurunkan ilmu pengetahuan biologi menjadi ilmu fiksi, mereka mengambarkan keluarga patriaki masa kini pada dunia binatang. Bagi mereka keluarga binatang, seperti keluarga manusia, memiliki laki-laki sebagai kepala keluarga, menafkahi dan melindungi istrinya yang bergantung padanya serta anak-anaknya, dan inilah yang membuat dia superior. Pahlawan binatang ini biasanya disebut ‘pejantan dominan’. Sebagaimana yang digambarkan para penulis fiksi, pejantan ini sebagai gambaran suami dan ayah dalam masyarakat patriaki. Bahkan banyak yang lebih fantasis menggambarkan seekor pejantan sebagai pangeran yang dikelilingi harem berisi banyak istri, selir, dan budak perempuan, di mana dia mengontrol hidup dan takdir para betinanya. Apa kebenaran di balik fantasi ini?

Continue reading “REVIEW Apakah Takdir Perempuan Sebagai Manusia Kelas Dua?”
Uncategorized

REVIEW Hidup Bodo Amat

Hidup memiliki badai sekaligus angin pelan. Setelah badai berlalu, muncullah ketenangan. Setelah hujan berhenti, muncullah Pelangi. Percayalah bahwa kita tidak akan hancur dan tergeletak, bahkan setelah kita didera masalah yang membuat hidup berantakan. Kita harus selalu merasa bahagia dengan cara kita. Kita harus Bahagia dengan kebahagiaan yang kita pilih. (hlm. 35)

Continue reading “REVIEW Hidup Bodo Amat”
Uncategorized

REVIEW Lifestorming

“Kita bukan potongan poto, kita bagian dari sebuah film. Kita menghadapi keadaan hari ini, dengan mengetahui bahwa keadaan ini tidak perlu sama besok. Ketika kita berbicara tentang perilaku sesuai aspirasi, maksudnya adalah menyesuaikan perilaku untuk menghadapi target bergerak dari aspirasi-aspirasi yang meningkat. Dan itu berarti menyesuaikan sistem keyakinan kita untuk mendukung perilaku-perilaku baru yang diinginkan tersebut.” (hlm. 69)

Continue reading “REVIEW Lifestorming”