Movie Adaptation Review: Trinity, The Nekad Traveler

“Kadang tubuh di sini, hati disana. Kadang tubuh di sana, hati entah di mana. Untuk itu aku membuka telinga dan mata. Mendengar dan membaca. Menapaki ruang-ruang baru di berbagai belahan dunia. Mempertemukan raga dengan jiwa. Meniti rencana alam semesta. Tubuh dan hati ini perlu melanglang buana. Melihat cakrawala dari sudut yang berbeda. Keindahan setiap negara memang tak terlupakan. Dan itu justru membuatku mengenang kampung halaman. Banyak bahasa dan bangsa sudah kejelajah. Tapi tetap saja tanah airku yang punya ruang khusus didalam sukma. Karena kemanapun kaki melangkah, rumahku Indonesia.” Continue reading