perpustakaan

Gedung Baru Perpustakaan Nasional RI

Jadi di jadwal, sebenarnya nggak ada kunjungan ke PERPUSNAS. Padahal sebenarnya saya ngarep banget, soalnya terakhir ke sana zaman kuliah semester lima x))

Memang rezeki anak soleh, ternyata selain ke PERPUSNAS yang lama, ternyata kami (finalis pustakawan berprestasi nasional) juga dapat kesempatan ke PERPUSNAS gedung baru yang letaknya deket banget ama MONAS. Ini mah namanya rezeki anak soleh pangkat dua x))

Wow…wow…gedungnya lantai 24. Letaknya di belakang bangunan lama yang biasanya untuk diklat para pustakawan (saya belum pernah ikutan diklat, pustakawan macam apa ini, wkwkwk… :p). Dari lantai dasar aja udah bikin terpesona banget banget banget… Itu tumpukan warna-warni Β menjulang tinggi meski belum diisi sepenuhnya udah bikin tercengang. Ternyata pas menengadah ke atas, ada peta Indonesianya loh! Kece bana.

Setelah mendapat pengarahan sekitar 15-30 menit dari petugas yang ada di sini, kami ditawari untuk menjelajahi semua lantai. Kami pilih langsung dari lantai 24 terlebih dahulu, yang merupakan lantai vvip dan nantinya nggak semua orang mendapat akses ke sini. Beruntung bangetlah kami…apalagi ini belum dibuka untuk umum. Baru akan dilaunching oleh bapak presiden kesayangan kita, Pak Jokowi bulan September tepatnya saat Hari Kunjung Perpustakaan. Aaaakkk…kece bangetlah pak presiden, kembali berhasil merampungkan salah satu infrastruktur kebanggaan Indonesia nantinya πŸ˜‰Β 

Mantap banget kan ruangan vvip di lantai 24 ini. Selain itu, tampilan luar dari lantai ini bisa memandang lurus ke depan dan ada MONAS yang terpampang nyata seperti. Wow, bakalan jadi tempat selfie favorit nih bagi pengunjung yang datang! πŸ˜‰


Karena belum diresmikan, rak-rak buku masih banyak yang kosong. Bahkan banyak buku yang masih di kardus-kardus seperti ini:

Contoh buku-buku yang masih ada di kardus. Ada ratusan kardus:

Salah satu spot rak buku yang ada sofanya paling favorit. Warnanya matching gini:

Ke lantai-lantai berikutnya juga nggak kalah kece. Warna-warna dan pastinya banyak spot-spot buat baca. Aaaakkk….kalo jadi pustakawan di sini saya rela nggak pulang… x))

Ini salah satu lantai yang berisi spot ruang preservasi. Nggak berani megang, soalnya bahan pustaka seperti ini sensitif kayak hati mantan #eaaa x))

Masih banyak kan ruang bacanya. Mau yang kursi resmi, ada. Mau yang kursi manja, ada. Mau yang lesehan pun ada. Bahkan ada juga spot duduk di jejeran tangga.

Ada juga lantai yang khusus ruang pengoalahan. Di sini pokoknya mah lengkap. Dan ini ruang multimedia gitu. Jadi nantinya ada dua spot. Spot satu bakal berisi puluhan komputer bagi pengunjung dan spot yang satunya lagi bagi pengunjung yang memang membawa laptop sendiri.

Kalo kita perhatikan, unsur lokalnya kental. Banyak ukiran batik yang diselipkan tiap ornamen yang ada. Mulai dari pilar, meja pelayanan, sampai ruang audiovisual. Nggak cuma batik Jawa, songket Sumatra juga ada loh!

Untuk mempermudah pengguna, tentunya ada OPAC yang tersedia di setiap lantai. Beberapa contoh yang sempat diabadikan:

Ada koleksi audio visual juga loh. Dan udah banyak yang dipajang di rak koleksi audio visual.

Ada ruang diskusi atau workshop atau seminar atau apa pun itu yang diperuntukkan bagi masyarakat untuk memanfaatkan ruang perpustakaan. Cocok nih buat penulis atau penerbit yang ingin mengadakan promosi buku. GRATIS loh! Hanya mendaftar pada pihak petugas saja. Ada yang duduk, ada juga yang model lesehan. Tinggal pilih mau yang mana.

Ruang audiovisualnya ada dua macam. Yang kursi biru semacam mini theatre gitu. Bisa muat sekitar 30-50 orang kayaknya. Sedangkan yang ruangan dengan kursi merah, luar biasa gede banget, bisa nampung 100-an orang, udah kayak nonton di 21, tentunya dengan layar yang lebih besar, mantap pokoknya!

Nggak sabar kan buat berkunjung ke gedung PERPUSNAS yang baru. Oya, sewaktu petugas perpustakaan memberikan arahan, kepala perpustakaan menyampaikan pesan jika nantinya gedung ini dinikmati semua lapisan masyarakat. Dan akan ada banyak aktivitas literasi di sana. Nggak hanya sekedar tempat meminjam dan mengembalikan buku. Perpustakaan di era modern, memiliki tugas dan tanggung jawab lebih dari itu. Diharapkannya ada interaksi antara perpustakaan dan pengunjungnya. Dan yang paling penting adalah perpustakaan tentunya menjadi kunci perubahan peradaban suatu bangsa.

30 thoughts on “Gedung Baru Perpustakaan Nasional RI”

    1. Ahahahaha..aku juga rela banget minep di sini. Oya, perpustakaan ini bakal buka 24 jam loh, mantap kan… πŸ˜€

  1. ya Allah aku speechless lihat foto2nya…keren bangeeet perpusnas kita. Jadi ikutan bangga. Cuma asli aku deg2an ngeliat fasilitas sebagus ini…hmm bukannya pesimis sama warga negara sendiri, tapi kenyataan di lapangan selama ini…fasilitas umum yang keren lama kelamaan banyak yang gak kerawat/rusak akibat ulah pengunjung sendiri. Jamak terjadi di berbagai tempat di Indonesia, hiks…. ealah jadi sedih sekarang 😦
    Oh ya, salam kenal ya Luckty πŸ™‚

  2. Aku sudah tidak sabar untuk mencoba kursi-kursi empuknya hihihi.
    pengen leyeh-leyeh aman tentram tanpa gangguan sambil baca buku.
    Semoga ke depannya ..
    semua perpustakaan di Indonesia melakukan perubahan demi Indonesia yang lebih baik!
    Aamiin Yaa Rabb

    1. Semoga pas pertengahan September nanti launchingnya langsung oleh Pak Presiden, Jokowi agar terekspos betapa kecenya perpustakaan nasional kita πŸ˜‰

    1. Hotel mah lewat, wkwkwk.. x)) ini keren pake banget perpusnya, aku pun rela kalo jadi pustakawan di sana disuruh minep X))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s