buku, resensi

REVIEW Baby It’s You

Jangan jatuh cinta. Paling tidak jangan sampai ditinggalkan dan patah hati kalau jatuh cinta ternyata tidak bisa kau hindari. (hlm. 45)

NANA. Dia vokalis band White Light. Dia memang akrab dengan seluruh anggota Blue. Mereka pernah hidup bersama di Jepang. Malah ada selentingan kalau dia dulu pernah berpacaran dengan Ilwoo Sunbae atau Kibum Sunbae. Tidak ada yang tahu kebenarannya, karena tidak ada orang yang berani menanyakannya kepada mereka.

Kalau ada yang bisa mengimbangi KIBUM dengan mulut pedasnya, orang itu sudah pasti Jeong Nana. Gadis yang dua tahun lebih tua dari Kibum itu tidak pernah takut balas mengejek, menghina, bahkan memaki. Latar belakangnya sebagai rocker rupanya memudahkan dia berbuat demikian tanpa terlalu banyak diprotes. Misalnya, ketika para Hyung Kibum yang sangat menyukai Nana mengundangnya ke setiap acara yang mereka adakan, hal itu pasti menimbulkan pertengkaran antara Kibum dan Nana.

Terlebih lagi orangtua Kibum, mereka memperlakukan Nana seperti anak kandung yang sempat hilang di belantara Tokyo yang akhirnya mereka temukan kembali. Dia bahkan ikut serta dalam perayaan kematian keluarga mereka.

Intinya, semua orang menyukai gadis itu. Begitu juga Kibum, sebenarnya. Dia tidak mungkin betah berteman dengan Nana kalau tidak menyukainya. Kibum bukan orang yang bisa bermanis-manis. Sebenarnya Nana adalah teman bicara yang hebat dan menyenangkan asalkan bisa tahan dengan sindirannya yang kelewat tajam, yang muncul sewaktu-waktu dan di saat-saat yang tidak terduga.

Namanya HWISEONG. Umurnya delapan belas tahun, tidak terlalu muda untuk dijadikan pacar. Gadis itu anggota girl band Purple yang akan melakukan debut sekitar dua bulan lagi. itu juga salah satu alasan Hwiseong merupakan kandidat yang tepat. Anggota girl band yang baru saja debut tidak mungkin mengumumkan Kibum sebagai pacar, walaupun jelas namanya bisa dengan mudah mempopulerkan gadis itu. Kenapa? Satu, perusahaannya melarangnya dengan keras. Dua, gadis itu tentu tahu fans Kibum akan menggodok gadis itu hidup-hidup begitu selentingan tersebut terdengar.

Semua anggota Blue punya pesona yang mengagumkan. Masing-masing bisa mematahkan hati wanita dengan alasan berbeda. Perhatian Hwiseong sama sekali tidak tersita oleh Park Jaejong dan wajah lembutnya yang bisa membuat para perempuan iri, atau oleh perempuan cantik di sebelah lelaki itu yang jelas-jelas pacarnya. Malam ini mata Hwiseong hanya tertuju pada lelaki berkulit gelap dengan mata tajam yang memperhatikannya dengan pandangan tertarik.

Saat tangan Hwiseong berjabat tangan dengan Kibum, Hwiseong merasa senyum lelaki ini jauh lebih manis dari yang pernah dia lihat saat Blue mengadakan konser di Jamsil. Genggaman Kibum yang kuat pun terasa lebih hangat dari suasana konser yang membuatnya banjir keringat itu. Hwiseong gelisah dan salah tingkah. Tidak habis-habisnya dia merutuki ketenangan dan kesopanan Kibum yang tak bercela. Lelaki itu seakan tidak bertukar senyum dengannya tadi. Bagi Kibum mungkin Hwiseong hanyalah satu dari sekian banyak fans yang berseliweran dan diperkenalkan padanya. Apa yang harus dia lakukan untuk menarik perhatian lelaki itu?

Hwiseong kadang menyayangkan aturan perusahaan yang melarang artis rookie berpacaran terang-terangan. Kalau pacarnya hanya lelaki biasa, Hwiseong rela menyembunyikannya dari publik, tapi ini Kibum, pria yang digilai banyak perempuan di dunia.

Tapi rupanya hubungan itu tidak melulu penuh debar pengharapan akan mimpi-mimpi indah. Ada satu nama yang membuat debar penuh harapan itu berubah menjadi debar penuh gelisah. Jeong Nana. Nama itu terselip dalam percakapan mereka paling tidak satu kali sehari.

Apalagi ketika dia tak sengaja melihat cara Kibum dan Nana berinteraksi. Kibum seringkali dengan santai merangkulkan tangannya ke bahu Nana sambil tertawa keras. Bahkan, pemandangan mereka duduk berdua berhadapan saja bisa membuatnya cemburu.

Bagi Hwiseong, jelas penampilan bukanlah aset terbaik Jeong Nana. Perempuan itu nyaris tidak pernah dandan atau berlaku feminim, suka berkata sembarangan, dan menurutnya bahkan tidak bisa dibilang cantik. Tawanya saja mirip laki-laki, terlalu keras dan urakan. Apa yang membuat pria-pria itu ingin menghabiskan waktu dengan Jeong Nana?

Sebagai junior, Hwiseong berada di posisi terbawah hierarki perusahaan. Sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya untuk bersikap sopan dan santun kepada senior. Tapi bagaimana seorang perempuan bisa bersikap sopan kepada orang yang dia anggap sebagai rival cintanya?

Hwiseong sangat tidak nyaman untuk bersikap manis di depan Nana, terutama kalau Nana tidak bersama senior lain. Dia sering berupaya melampiaskan kesalnya dengan menolak tersenyum, menolak memberikan bungkukan hormat, dan kadang bahkan menyindir Nana secara halus. Dia ingin Nana paham posisinya berada di antara hubungan Hwiseong dan Kibum. Tapi, tentu saja dia tidak bisa melakukan hal itu jika Kibum atau orang lain yang bukan anggota Purple berada di dekat perempuan itu. Bagaimana pun juga, dia harus menjaga citranya.

Namun, Jeong Nana sepertinya tidak paham dengan maksudnya. Gadis itu masih sering menempel Kibum dan mengobrol dengannya. Nana hanya kadang mengerutkan dahi dan memandangnya tidak mengerti. Menurut Hwiseong, gadis itu memang bodoh dan bermuka tebal x))

Membaca kisah antara Nana – Kibum – Hwiseong yang merupakan para bintang KPop ini, merepresentasikan jika dunia KPop memang tidak seindah yang dibayangkan. Industri hiburan tempat mereka mencari uang adalah tempat kerja paling penuh tekanan yang pernah ada di dunia. Para selebiriti selalu dituntut sempurna dalam tampilan, kepribadian dan gaya hidup. Gambaran itu memang relatable dengan kehidupan para bintang di Korea: tidak boleh berpacaran terang-terangan, harus menjaga berat badan dengan diet yang super ketat bahkan ekstrim, jangan sampai melakukan skandal yang mencoreng tidak hanya nama mereka tapi juga nama perusahaannya, rentan bunuh diri karena tekanan hidup yang super tinggi, tetap harus profeional di panggung meski saat saat sakit maupun sedang dalam keadaan berduka.

Beberapa kalimat favorit dalam buku ini:

  1. Kau tahu, kau tak perlu menanggug semua sendirian, bukan? (hlm. 72)
  2. Kau bisa mengandalkanku kalau mau. Kau hanya percaya saja. (hlm. 72)
  3. Perempuan jelas akan bahagia kalau disayangi dan dijaga dengan baik. (hlm. 81)

Beberapa selipan sindiran halus dalam buku ini:

  1. Memang sulit bagi seorang laki-laki melihat adiknya mengumbar kemesraan, walaupun dengan pria yang sudah dikenalnya. (hlm. 10)
  2. Jangankan pacar, orang yang naksir padamu pun tidak ada. (hlm. 14)
  3. Kalau kau suka yang cantik, kenapa tidak kau pacari saja salah satu personal girl band itu? (hlm. 15)
  4. Jangan buru-buru mengambil kesimpulan. (hlm. 18)
  5. Memangnya tidak bisa kalau kau menyatakan cinta yang biasa-biasa saja? (hlm. 29)
  6. Tidak ada pertemanan tulus antara laki-laki dan perempuan. (hlm. 69)

Keterangan Buku:

Judul                                     : Baby It’s You

Penulis                                 : Meliana Zaenudin

Desain cover                      : Kitty Felicia Ramadhani

Penerbit                              : PT Gramedia Pustaka Utama

Terbit                                    : 2015

Tebal                                     : 224 hlm.

ISBN                                      : 978-602-03-22-84-1

1 thought on “REVIEW Baby It’s You”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s